Empat Tahun Proses Penyidikan, Kades Druju Akhirnya Ditahan

  • 26-05-2019 / 22:24 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Empat Tahun Proses Penyidikan, Kades Druju Akhirnya Ditahan Mujiono (tengah) Kades Druju, Sumbermanjing Wetan.

MALANG - Harapan Warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, untuk mendapat kepastian kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Druju, Mujiono, akhirnya terjawab.

Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang telah menahan Mujiono, Jumat (24/5). Penahanannya setelah empat tahun proses penyidikan. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi terkait penahanan 'Sang Kades' membenarkan. "Benar sudah kami tahan," tandas Adrian singkat.

Penahanan Mujiono, setelah berkas perkara kasusnya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Kepanjen. Sebelumnya, berkali-kali berkas dikembalikan atau P19 oleh Jaksa dengan alasan masih kurang lengkap.

BACA JUGA:

Sekadar diketahui, pada bulan Juni 2015 lalu, warga Desa Druju, melaporkan Mujiono ke Polres Malang. Warga mengadukan dugaan korupsi ADD tahun 2013 dan 2014 yang tidak tepat sasaran.

Dari laporan itu, polisi langsung menyelidiki dengan memanggil sejumlah saksi. Termasuk juga memintakan audit ke BPKB Jawa Timur. Hasil audit BPKB, ditemukan kerugian Negara sekitar Rp 200 juta.

Terkait dengan laporannya itu, warga Desa Druju, sebelumnya sudah beberapa kali mendatangi Polres Malang untuk segera menyelesaikan kasusnya. Selain berkirim surat, warga juga sempat menggeruduk Polres Malang untuk menanyakan perkembangannya. Karena setelah dugaan korupsi ADD 2013 dan 2014 selesai, warga akan melaporkan lagi dugaan korupsi ADD tahun 2015, 2016 dan 2017.

Termasuk penyewaan lahan kas desa yang diperuntukkan untuk jalan penambangan batu, yang nilainya sekitar Rp 600 juta. Uang hasil sewa tersebut juga tidak diketahui peruntukkannya. Bahkan, warga juga telah berkirim surat ke Presiden Jokowi, untuk memblokir sementara pencairan ADD 2018 untuk Desa Druju.

Rachman Sulaiman, SH, pengacara warga Desa Druju, dikonfirmasi juga membenarkan. Ia mengatakan, bahwa penahanan terhadap Mujiono, polisi punya kewenangan untuk menahan. Karena memang patut dilakukan penahanan.

BACA JUGA:

"Sebab sebagai Kepala Desa yang mendapat kewenangan untuk mengelola ADD dan DD, tetapi kemudian disalahgunakan. Kemudian diaudit oleh BPKP terdapat kerugian negara, sehingga polisi berkesimpulan untuk menahannya," terang Rachman Sulaiman.

Dengan penahanan Mujiono ini, lanjutnya, membuat warga Desa Druju sangat senang. Pasalnya, selama ini warga resah terhadap kasusnya yang memang tak kunjung tuntas. (agp/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Ini Lho, Beda Safety dan Defensive Riding

Berkendara di Daerah Macet, Perhatikan Oli

VIDEO