mudik 2019

Bus Kembali Panen, Tiket KA dari Jakarta Tersisa Lima

  • 26-05-2019 / 23:08 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Bus Kembali Panen, Tiket KA dari Jakarta Tersisa Lima Tempat menunggu keberangkatan penumpang bus di Terminal Arjosari dibenahi lebih nyaman untuk pemudik.

MALANG-Lonjakan penumpang arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi mulai terjadi pada Kamis (30/5) mendatang. Selain kereta api (KA) yang tiketnya sudah langka, bus kembali menjadi pilihan utama pemudik.

Kondisi ini disebabkan berbagai faktor. Di antaranya tiket pesawat masih mahal. Sehingga pemudik memilih bus. Apalagi  kemacetan yang selama ini penyebab bus ditinggalkan pemudik sudah teratasi dengan adanya tol. Di sisi lain, tiket kereta api telah ludes terjual.

Koordinator Operasional Pos Pantau Pemberangkatan dan Kedatangan Terminal Arjosari, Agus Ruskandi mengatakan, lonjakan penumpang bisa meningkat dua kali lipat. "Dalam masa mudik Lebaran, jumlah penumpang sekitar 18 ribu hingga 20 ribu orang. Rata-rata, penumpang merupakan pemudik,” jelasnya.

Setiap hari tercatat 320 bus, antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) berangkat melalui Terminal Arjosari. Namun memasuki masa mudik, menurt Agus, bakal ada penambahan bus. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Kami sudah menyiapkan ratusan armada bus, untuk AKAP dan AKDP. Kalau nanti armadanya habis, kami sudah siapkan tambahan bus pariwisata," kata dia.

Sementara itu, salah satu karyawan PO Medali Mas, Agus menambahkan, untuk harga tiket bus AKAP sudah mengalami kenaikan harga. "Untuk tiket menuju Jawa Tengah, awalnya Rp 150 ribu menjadi Rp 300 ribu. Kalau yang ke Jakarta, dari Rp 300 ribu naik menjadi Rp 650 ribu," jelas dia.

Agus menambahkan, lonjakan penumpang memang belum terlihat hingga H-10 lebaran. Ia memprediksi, lonjakan penumpang terjadi mulai 30 Mei. "Soalnya kan barengan, anak libur sekolah. Paling mentok awal Juni, bersamaan dengan PNS yang mulai cuti," kata dia.

Salah satu sopir bus Ladju jurusan Malang-Probolinggo, Rima Sahlorang menambahkan, ia memprediksi kenaikan penumpang kemungkinan terjadi pada H-7 Lebaran.  

Salah satu karyawan PO Kramat Djati mengatakan penumpang yang membeli tiket secara langsung alias on the spot masih sedikit. "Kebanyakan sudah pesan tiket secara online. Kalau sekarang ini memang agak sepi. Kemungkinan, akhir Mei ini nanti bisa naik, barengan dengan anak libur sekolah," kata dia.

 

Bus Mudik Gratis Penuh

Antisipasi lonjakan pemudik mulai disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Yakni menyiapkan 18 bus gratis bagi warga Malang yang hendak mudik ke kampung halaman.

Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Ir. Ngoedijono, Ms. Tr menjelaskan,  seluruh armada bus ini sudah terisi calon pemudik. Sebelumnya Dishub Kota Malang membuka pendaftaran mudik gratis ini di awal Mei. Total penumpangnya 966 orang.

“Ada 12 bus dengan kapasitas masing-masing 59 seat (kursi,red) kemudian enam bus lainnya memiliki kapasitas 43 seat,” jelas pria yang akrab disapa Oong ini.

Terdapat 11 tujuan armada bus mudik gratis. Yakni Malang-Blitar-Tulungagung-Trenggalek, kemudian Malang-Mojokerto-Jombang-Caruban-Ponorogo, lalu Malang-Mojokerto-Jombang-Caruban-Ngawi.

Selain itu tujuan Malang-Blitar-Kediri-Nganjuk, Malang-Mojokerto-Jombang-Madiun, lalu Malang-tol panjang-Lamongan-Bojonegoro, Malang-tol panjang-Lamongan-Tuban.

Tidak hanya itu ada lagi tujuan Malang-Lumajang-Probolinggo-Situbondo, lalu Malang-Pasuruan-Probolinggo-Jember-Genteng-Banyuwangi. Kemudian Malang-Suramadu-Pamekasan. Terakhir Malang-Suramadu-Sampang-Pamekasan-Sumenep.

Plt Kepala Dishub Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM menjelaskan armada bus gratis untuk pemudik Kota Malang ini akan diberangkatkan pada 31 Mei mendatang.

“Persiapan- persiapan lain, sudah dilakukan dua minggu lalu. Seperti mengundang pengusaha angkutan yang ada di Kota Malang untuk persiapan mudik,” jelasnya.

Dalam pertemuan ini Dishub Kota Malang memberikan imbauan. Di antaranya memeriksa kelayakan angkutan yang akan dipakai untuk transportasi Lebaran. Lalu juga memberikan arahan pada jalur-jalur alternatif dan umum.

“Untuk prediksi volume kendaraan yang masuk atau keluar wilayah Malang masih belum ada. Akan tetapi kami prediksi naik, karena kecenderungannya memang naik tiap tahun walaupun tidak signifikan,” tandasnya.

 

Hanya Tersisa Lima Tiket KA dari Jakarta//

Ketersediaan tiket kereta api dari barat ke timur sudah sangat langka. Mendekati hari H Lebaran, tiket dari Jakarta menuju Malang, sudah bisa dihitung dengan jari. Dari pantauan Malang Post lewat aplikasi KAI Access per 26 Mei 2019, pukul 20.00 WIB, tiket dari Jakarta menuju Malang, hanya tersisa empat lembar, pada tanggal 5 Juni 2019.

Yakni, KA Majapahit, jurusan Pasar Senen ke Kepanjen, tersisa satu seat seharga Rp 400 ribu. Lalu, jurusan Pasar Senen ke Malang Kota Baru tersisa satu seat seharga Rp 400 ribu, jurusan Pasar Senen ke Kota Lama, tinggal satu seat seharga Rp 400 ribu. Sedangkan jurusan Pasar Senen ke Sumberpucung seharga Rp 400 ribu, tersisa satu seat.

Untuk tiket dari tanggal 1 sampai 4 Juni, dan tanggal 6 dan 7 Juni 2019, sudah ludes tak bersisa. Tiket Jakarta Malang, baru muncul lagi di tanggal 8 Juni 2019, itu pun tiket KA Gajayana Luxury. Harganya Rp 1 juta per kursi. Namun demikian tiket KA Gajayana Luxury tersisa sembilan sembilan kursi. Sementara, tiket arus balik dari Malang ke Jakarta, juga ludes tak ada sisanya.

Mulai dari tanggal 8 sampai 12 Juni 2019, tiket dari Malang ke Jakarta, tidak tersedia di KAI Access. Tiket arus balik baru tersedia pada 13 Juni 2019. Dengan antusiasme masyarakat memakai jasa kereta api, prediksi volume penumpang di Stasiun Kota Baru saat Idul Fitri 2019, mencapai 10 orang per hari.

Peningkatan volume ini meroket lebih dari 300 persen dibandingkan hari biasa yang hanya 3.000 orang per hari. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Stasiun Kota Baru, Burhanudin. Kepada Malang Post, Burhanudin menyebut bahwa prediksi ini tak lepas dari ludesnya tiket arus mudik jelang hari raya idul fitri hingga hari H lebaran.

"Untuk volume arus penumpang, kami prediksi bisa mencapai 10 ribu per hari saat momen arus mudik dan arus balik," ungkap Burhanudin. Dia menyebut, minat masyarakat memakai jasa transportasi kereta api di momen Lebaran tahun 2019 cukup meroket.

Setidaknya, ada peningkatan jumlah penumpang memakai jasa kereta api per harinya di Stasiun Kota Baru, hingga lima persen, dibandingkan tahun lalu. Rata-rata, penumpang yang datang ke Malang tahun 2018 lalu saat arus mudik, sekitar 6.700 orang per hari. Lalu, rata-rata penumpang berangkat dari Malang tahun 2018 lalu mencapai 5.400 orang per hari.

Burhanudin menyebut, Stasiun Kota Baru, mempersiapkan 22 perjalanan kereta api per hari, dengan tiga angkutan lebaran. Yakni, KA Matarmaja dan KAGajayana. KA Gajayana berkapasitas 848 tempat duduk, sementara KA Matarmaja berkapasitas 450 tempat duduk per hari.

Humas Daop 8 PT KAI, Suprapto merinci, ada satu kereta tambahan lagi untuk Malang, yakni Jayakarta ekstra Malang-Surabaya Gubeng. Meski demikian, tiket yang sudah sold out tidak lepas dari tren arus Lebaran.

“Tren arus mudik itu saat H-10 sampai hari H dari barat ke timur. Karena itu, tarif kontraflow pada hari itu, yakni dari timur ke barat, terhitung murah. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya. (tea/ica/fin/van)

 

  • Editor : van
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Divonis 5 Bulan, Vanessa Menerima, JPU Pikir-pikir

Ini Lho, Beda Safety dan Defensive Riding

Berkendara di Daerah Macet, Perhatikan Oli

VIDEO