Perusuh 22 Mei Disuruh Bunuh 4 Pejabat Negara dan 1 Peneliti Survei

  • 27-05-2019 / 16:45 WIB
  • Kategori:Nasional
Perusuh 22 Mei Disuruh Bunuh 4 Pejabat Negara dan 1 Peneliti Survei

MALANGPOSTONLINE.COM - Polri kembali mengungkap fakta hukum terhadap peristiwa kerusuham 22 Mei 2019. Terbaru mereka memperbaiki 6 tersangka yang sedang bersiap-siap menyelamatkan diri bagi 4 pejabat negara dan 1 peneliti survei saat aksi massa berlangsung.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol M Iqbal mengatakan, tersangka sudah melakukan pemantauan terhadap target terkait kegiatan sehari-hari. Beruntung keempat pejabat ini.

“Mereka (tersangka) mencari momentum yang tepat. Tapi walau sudah digambar, video pemetaan dan selai kantornya, alhamdulillah Tuhan beri kekuatan pada petugas kami agar konsep pencegahan berhasil, ”kata Iqbal di kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/4).

Enam tersangka yang disetujui untuk dilepas ini pun sudah diamankan petugas. Mereka ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Para tersangka itu berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD dan AF. Salah satunya adalah perempuan.

HK diambil pada Selasa (21/5) sekira pukul 11.30 WIB di Hotel Megaria Cikini. AZ ditangkap pada hari yang sama pukul 13.00 WIB di bandara di Soekarno Hatta, Tangerang. IR ditangkap di pos Peruri, Jalan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. TJ diambil Jumat (24/5) sekira pukul 08.00 WIB di halaman minimarker di Sentul, Bogor. AD juga ditangkap 24 Mei sekira pukul 08.00 WIB di kawasan Swasembada, Jakarta Utara. Dan AF diambil pada hari yang sama di Jalan MH Thamrin Jakarta.

Iqbal memanggil peran tersangka yang ditangkap berbeda-beda. HK dan AZ misalnya, berperan sebagai pencari senjata api, mencari eksekutor dan menjadi penembak itu sendiri.

Kemudian, tersangka IR memilih sebagai eksekutor. Tersangka TJ diundang sebagai eksekutor dan kuasai senjata api rakitan laras pendek dan pendek. Tersangka AD merupakan penjual 3 senjata api rakitan, laras panjang dan laras pendek. Kemudian, tersangka AF yang berjenis kelamin perempuan adalah pemilik dan penjual senjata api jenis revolver taurus ke tersangka HK.

“Settingnya (rencana penembakan) bahwa negara ini akan goyang. Tapi Allah Insya Allah akan tetap sayang untuk NKRI meminta kami memberi jalan untuk mendapat pengaduan ini, ”jelasnya.

Dua tersangka yaitu TJ dan AD juga dalam pemeriksaan urinnya terbukti menggunakam narkoba. Yaitu jenis ampethamin dan metaphetamin.

Selain memenangkan 4 pejabat negara, kelompok ini juga mendapat perintah untuk membunuh salah satu pimpinan lembaga survei. Namun, Iqbal enggan dibuka identitas peneliti tersebut. Dalam menjalankan misi ini, tersangka sudah mendapat uang sebesar Rp 5 juta.

"Ada juga yang meminta bantuan untuk melakukannya, HZ untuk membunuh seorang pemimpin dari lembaga swasta, lembaga survei dan tersangka ini telah beberapa kali mensurvei rumah para tokoh tersebut untuk mengeksekusi," tegasnya. Namun untuk upaya ini berhasil digagalkan.

Di sisi lain, mantan Wakapolda Jawa Timur itu belum bisa membeberkan motif tersangka dalam upaya pembunuhan 4 pejabat negara dan 1 pimpinan lembaga survei. Saat ini, penyidik ​​masih mengumpulkan keterangan lebih lanjut dari para tersangka. “Nanti dulu kalau motif dipindahkan,” pungkas Iqbal.

Dari para tersangka juga ikut membantu mengamankan barang-barang bukti seperti tersangka HK ada sepucuk pistol taurus kaliber 38. Dua kotak peluru kaliber 38 jumlah 93 butir. Dari tersangka AZ sepucuk pistol kaliber 52, dan 5 butir peluru.dari tersangka TJ laras panjang rakitan kaliber 22, dan laras senpi pendek rakitan kaliber 22. Adapula sebuah rompi antipeluru bertuliskan polisi.

Akibat tindakannya, para tersangka memutuskan untuk meloloskan diri dari kepemilikan senjata ilegal yang diminta pasal 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dengan persetujuan maksimum yang dapat bertahan hidup selama lamanya 20 tahun penjara. (jpc/bua)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : JPC
Fotografer : JPC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU