Tolak Penangguhan, Warga Akan Laporkan Kasus Korupsi Lainnya

  • 29-05-2019 / 15:29 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Tolak Penangguhan, Warga Akan Laporkan Kasus Korupsi Lainnya Dr. HA. Rachman Sulaiman, SH, MH, kuasa hukum warga Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, menunjukkan salinan surat yang dilayangkan ke Polres Malang.

MALANG - Kepala Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Mujiono, sepertinya akan lama mendekam dalam penjara. Pasalnya, selain kasus dugaan korupsi dana ADD 2013 - 2014, warga Desa Druju, juga berencana akan menyusulkan laporan dugaan korupsi lainnya.

Pernyataan ini disampaikan Dr. HA. Rachman Sulaiman, SH, MH, kuasa hukum warga Desa Druju. Ia mengatakan bahwa pasca penahanan Kepala Desa Druju, Mujiono, warga akan melayangkan laporan dugaan korupsi lagi. Yakni terkait dana ADD tahun 2015, 2016, 2017 serta 2018.

 

"Sekarang kami sedang menyiapkan bukti-bukti pendukung pengaduan. Secepatnya dalam Minggu ini kami akan melaporkan kasus dugaan korupsi lainnya yang dilakukan Kades Druju," ungkap Rachman Sulaiman.

Sebelumnya, Jumat (24/5) Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang telah menahan Kades Druju, Mujiono. Penahanannya setelah berkas perkara kasusnya dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Kepanjen. Sebelumnya, berkali-kali berkas dikembalikan atau P19 oleh Jaksa dengan alasan masih kurang lengkap.

Penahanan Mujiono, atas laporan masyarakat pada bulan Juni 2015 lalu. Warga mengadukan dugaan korupsi ADD tahun 2013 dan 2014 yang tidak tepat sasaran. Dari laporan itu, polisi langsung menyelidiki dengan memanggil sejumlah saksi. Termasuk juga memintakan audit ke BPKB Jawa Timur. Hasil audit BPKB, ditemukan kerugian Negara sekitar Rp 200 juta.

Dengan penahanan Mujiono tersebut, warga mengaku sangat bersyukur. Sebab keresahan warga selama empat tahun akhirnya terjawab. Warga pun keberatan kalau penahanan Mujiono sampai ditangguhkan. Mereka berharap polisi tidak sampai memberikan penangguhan penahanan.

"Begitu kepala desanya ditahan, warga malah mengaku senang dan bersyukur. Dan sama sekali di desa tidak ada gejolak, keadaan tetap kondusif. Kami juga sudah berkirim surat ke Kapolres Malang, supaya tidak memberikan penangguhan penahanan," jelas Rachman Sulaiman.(agp)

Editor : Husnun
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU