Masih Ada Orang Tua Siswa Tak Paham Persyaratan

Deg Degan Tunggu Zonasi SMAN

  • 29-05-2019 / 23:32 WIB
  • Kategori:Sekolah
Deg Degan Tunggu Zonasi SMAN Peserta didik melakukan input data lokasi dan nilai UN di SMAN 2 Kota Batu untuk pengambilan PIN, kemarin.

MALANG-Orang tua murid dan calon pendaftar SMAN di Kota Malang deg degan menunggu pembagian zonasi. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur belum mengumumkan walau pengambilan PIN telah dimulai. Sementara di Kota Batu dan Kabupaten Malang, masih ada saja orang tua murid yang tak tahu cara mengambil PIN.

Kemungkinan pembagian zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN di Kota Malang baru diumumkan saat pendaftaran. Waktu pendaftaran calon peserta didik dimulai 17-20 Juni mendatang.

Sementara sejumlah orang tua murid kini masih menunggu pendaftaran pascaambil PIN. Mereka cemas lantaran berharap daftar di sekolah dekat rumah. Sedangkan minat siswa yang mendaftar di sekolah dekat rumah juga tinggi.

Sejumlah orang tua murid yang ditemui Malang Post curhat menunggu kepastian usai pengambila PIN. Sulistiono salah satu wali murid di SMAN 1 Malang misalnya. “Katanya zonasi akan diumumkan menjelang daftar,” katanya.

Zulkarnaen, wali murid lainnya juga mengatakan hal senada. “Sebaiknya segera diumumkan. Jadi tahu persis. Kalau sekarang jadinya menunggu,” harapnya. Idealnya, kata dia, segera diumumkan waktu satu atau dua hari mendatang.

“Zonasi wilayahnya masih abu-abu. Kita belum berani sampaikan karena belum pasti kebijakannya,” jelas  Ketua Panitia  PPDB SMAN 8 Malang, Sasongko, S.Pd, MM.

Karena itu jarak ideal dari rumah calon siswa ke sekolah pun tak bisa diperkirakan.

Pada tahun lalu, regulasi PPDB mengatur jarak maksimal dari sekolah yang dituju untuk daftar 5 km. Ini belum termasuk wilayah irisan dengan Kabupaten Malang.

Dinas Pendidikan Jatim belum umumkan zonasi diperkirakan belajar dari pendaftaran SMPN. Karena itu harus betul-betul mempersiapkan secara matang.

Untuk diketahui, pendaftaran PPDB SMPN di Kota Malang pada 20-22 Mei lalu dengan sistem zonasi menuai masalah. Orang tua siswa geruduk DPRD Kota Malang karena merasa pemetaan zonasi kurang tepat. Pasalnya banyak siswa tak diterima di sekolah sekitar rumahnya. Mereka justru diterima di sekolah lain yang jarak dengan rumahnya jauh walau berada dalam satu zonasi. 

Untuk diketahui, kuota PPDB SMAN dengan sistem zonasi mencapai 90 persen. Sisanya jalur prestasi dan jalur kepindahan orang tua. Sesuai Peraturan Gubernur Jatim No 23 tahun 2019 tentang pedoman pelaksanaan PPDB tingkat SMA, 90 persen kuota zonasi terbagi pada beberapa instrumen atau jalur. 50 persen dari total kuota tersebut untuk jalur zonasi, 20 persennya jalur nilai UN. Sedangkan 20 persennya untuk jalur calon peserta didik kurang mampu.

Lebih lanjut Sasongko mengatakan, pada juknisnya itu 20 persen untuk calon peserta didik yang kurang mampu, termasuk lima persen untuk anak buruh. “Tapi teknisnya di lapangan kita masih menunggu instruksi lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut dia, hal tersebut menjadi pembeda signifikan dari regulasi sebelumnya. Kali ini calon peserta yang masuk kuota 20 persen bagi calon peserta didik kurang mampu jalur zonasi harus tunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sedangkan untuk kuota lima persen anak buruh harus menunjukkan bukti keanggotaan serikat buruh milik orang tuanya.

Karena kuota tersebut masuk jalur zonasi, maka calon peserta didik harus mengambil PIN pada kurun waktu yang ditentukan. Pengambilan PIN merupakan tahap awal wajib seleksi PPDB SMAN sebelum dimulainya pendaftaran PPDB jalur zonasi atau reguler pada 17 – 20 Juni mendatang secara online. Sedangkan simulasi atau latihan pendaftaran dijadwalkan pada 27 Mei – 8 Juni.

Sebelum pendaftaran jalur zonasi atau reguler, akan diawali pendaftaran  jalur prestasi dan perpindahan orang tua. Yakni pada 11 – 13 Juni secara offline di sekolah yang dituju. Sengaja dijadwalkan lebih awal, agar nantinya mereka yang tak lolos pada kedua jalur tersebut dapat mengikuti jalur zonasi atau reguler.

“Walaupun berencana ikuti jalur prestasi atau perpindahan orang tua tetap diperbolehkan mengambil PIN untuk jalur zonasi atau reguler,” tandasnya.

 

 

Tak Paham Persyaratan Ambil PIN

PPDB SMAN di Kota Batu masih diwarnai orang tua murid tak paham persyaratan mengambil PIN dan penerimaan sistem jalur zonasi.  Salah seorang wali murid asal Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mengungkapkan hal itu.

Saat mendaftarkan anaknya di SMAN 2 Batu, ia harus pulang dan kembali keesokan harinya karena persyaratannya kurang. Dia  tak membawa Kartu Keluarga (KK). Padahal KK merupakan persyaratan utama untuk menentukan lokasi rumah dengan jarak sekolah dalam jalur zonasi.

Untuk pengambilan PIN, syarat yang wajib dibawa yakni fotokopi KK dan asli. Serta surat keterangan lulus asal sekolah dan menunjukkan aslinya. "Saya hanya bawa hasil UN saja. Jadi tidak bisa. Begitu juga dengan jalur zonasi masih banyak yang belum saya pahami. Semoga nanti bisa diterima di SMAN 2 Batu. Karena untuk sekolah lainnya jarak sangat jauh," keluh orang tua murid yang menolak disebutkan namanya itu.

Kepala SMAN 2 Batu, Pamor Patriawan mengakui banyak orang tua murid belum paham tentang syarat pengambilan PIN dan jalur zonasi. "Banyak yang kembali karena tak tahu persyaratan pengambilan PIN,” kata Pamor kepada Malang Post.

Begitu juga dengan jalur zonasi, diungkapnya bukan menjadi masalah. Karena selama pengambilan PIN, operator akan menjelaskan kepada orang tua murid atau calon peserta didik terkait petunjuk teknisnya.

"Yang menjadi perhatian dalam jalur zonasi adalah tiga daerah penyangga yang ikut dalam zona 1 Batu. Yakni Kecamatan Karangploso, Dau dan Pujon. Karena banyak calon peserta didik yang lebih dekat jarak rumah ke sekolah di Kota Batu yang tak bisa masuk di SMAN 2 Batu," bebernya.

Ia mencontohkan, misal peserta dari Karangploso sejauh ini tidak bisa mendafatar di Kota Batu setelah mendapat PIN. Sebingga mereka harus daftar ke SMAN di Singosari dan Lawang.

"Kalaupun ada yang lebih dekat dengan Kota Malang itupun masuk zona irisan. Jumlah peserta didik yang diterima hanya dua persen. Jadi peluangnya kecil sekali," imbuhnya.

Apalagi, untuk zonasi juga terikat dengan pagu tiap sekolah. Misalkan saja pagu sekolah belum terpenuhi.

 Hari ketiga pengambilan PIN PPDB di SMAN 1 Negeri Lawang, diikuti peserta dengan antusias. Kemarin 402 orang mengambil PIN yang menjadi syarat mendaftar. "Sampai pukul 13.00 WIB, sekitar 200-an sudah terverifikasi, dan bisa mengambil PIN," kata Humas SMAN 1 Lawang, Siti Robiah.

Kendala yang ditemui kemarin, pendaftar tak membawa persyaratan yang lengkap. "Seperti dari siswa madrasah, mereka hanya membawa Surat Keterangan Hasil Ujian Madrasah, padahal yang wajib dikumpulkan adalah Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional,” kata Siti Robiah.

Sementara untuk siswa yang berasaldari luar daerah, dikatakan Siti seketika langsung ditolak. Ya menurut Siti, PPDB tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana menerimaan siswa baru mengacu pada zonasi.

Ada juga siswa yangditerima melalui jalur prestasi. Tapi jumlahnya tidak banyak, yaitu hanya lima persen dari total kuota.

Untuk pelayanan pengambil PIN PPDB, pihaknya membuka tiga meja pendaftaran, tiga meja petugas verifikasi dan empat operator.

"Kami berusaha memberikan pelayanan maksimal. Tapi ya itu, karena untuk mendapatkan PIN tidak bisa seketika, maka peserta pun harus sabar," tambahnya. Dia mengatakan, untuk proses pengambilan PIN rata-rata butuh waktu 4-7 menit. (mg3/eri/ira/van) 

 

  • Editor : van
  • Uploader : hargodd
  • Penulis : ira
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI