trial_mode: on

Ceritakan Perang Uhud Guru SD Anak Saleh Ajarkan Ketakwaan

  • 30-05-2019 / 14:24 WIB
  • Kategori:Sekolah
Ceritakan Perang Uhud Guru SD Anak Saleh Ajarkan Ketakwaan MENCEKAM: Para guru SD Anak Saleh saat menampilkan pentas drama sirah nabawi berjudul perang uhud.

MALANG - Perang uhud yang dihadapi Rasulullah dan para sahabat mengandung pelajaran penting bagi setiap muslim. Bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul tidak bisa ditawar. Akibatnya mala petaka yang akan terjadi. 

Di perang uhud, kemenangan yang sudah di depan mata pasukan muslimin harus sirna menjadi kekalahan yang menyakitkan. Disebabkan karena sikap ingkar terhadap perintah Rasulullah. 

Nafsu serakah akan gemerlapnya dunia, membuat pasukan muslim pada saat itu lupa bahwa Allah dan Rasulnya adalah diatas segalanya. 

Kisah ini diceritakan kembali oleh guru-guru SD Anak Saleh melalui pentas sirah nabawiyah pada Rabu (29/5) malam. Satu pentas drama yang ditampilkan para guru usai salat tarawih tersebut menceritakan terjadinya perang uhud. 

Dalam ‘perang’ tersebut, pasukan muslimin terbantai oleh ribuan anak panah kaum kafir quraisy. Pasalnya, dikala perang dalam keadaan genting, pasukan muslim tergoda oleh harta rampasan perang. 

Mereka turun bukit untuk memperebutkan ghanimah. Padahal Rasulullah sebagai komandan perang telah menegaskan agar pasukan muslim tetap bertahan di atas bukit. 

Tapi perintah tersebut tidak diindahkan. Pasukan lebih memilih turun dan mengambil harta rampasan. 

Sementara itu pasukan musuh yang melihat kondisi tersebut mengambil alih posisi. Mereka naik bukit dan menghujani pasukan muslim dengan anak panah dan tombak. 

Akibatnya banyak pasukan yang gugur akibat keserekahan mereka. Termasuk salah satunya yang menjadi korban yaitu Sayyidina Hamzah, Singa Allah. Bahkan Nabi Muhammad juga terluka dalam peperangan tersebut. 

“Disini ada satu pelajaran yang teramat penting. Bahwa perintah Allah dan Rasulullah diatas segalanya,” ucap Mochammad Ichsan Wibowo, S. Hum, Waka Kesiswaan dan Humas SD Anak Saleh kepada Malangpostonline.com.

Pelajaran selanjutnya kata dia, keserakahan, kerakusan dan kesombongan akan membawa seseorang ke lembah kehancuran. “Karena orang yang sombong dan serakah lupa segalanya. Sehingga membuat dia lalai dan lupa diri,” terangnya. 

Pelajaran inilah yang ingin disampaikan oleh guru SD Anak Saleh kepada siswa-siswinya melalui pentas sirah nabawi. Selama pentas berlangsung seluruh siswa menonton dengan penuh antusias. 

Seperti halnya menonton layar lebar, suasanya mencekam dalam peperangan membuat sebagian siswa tampak panik. “Kami ingin memberikan pembelajaran yang berbeda untuk anak-anak,” katanya. 

Ichsan menjelaskan Pentas sirah nabawi dengan cerita perang uhud bertujuan untuk menamkan ketakwaan dalam diri siswa kepada Allah dan Rasulullah. Taat patuh merupakan sikap takwa dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. 

Selain itu, ketawaduan dan sikap sederhana merupaka sifat dari takwa. Sederhana merupakan lawan dari berlebihan. Sikap berlebihan membuat seseorang menjadi serakah. “Semoga anak-anak kami bisa mengambil pelajaran dari peristiwa perang uhud ini,” harapnya. 

Ia juga mengungkapkan pelajaran perang uhud juga bisa diinterpretasikan dalam ketaatan pada orang tua dan guru. Bahwa sukses akan tercapai dengan taat pada orang tua dan guru. “Itu kunci agar hidup kita sukses,” pungkasnya. (imm)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI