Terlibat Terorisme, Polisi Malaysia Tangkap Satu WNI

  • 31-05-2019 / 15:42 WIB
  • Kategori:Internasional
Terlibat Terorisme, Polisi Malaysia Tangkap Satu WNI

MALANGPOSTONLINE.COM - Divisi Anti Terorisme Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) kembali memprotes warga negara Indonesia ( WNI ) karena terlibat dalam jaringan  terorisme dan menjadi pengikut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sementara satu WNI berbaring saat ini menjadi buronan dalam kasus yang sama. 

Seperti dilansir Bernama , Jumat (31/5), seorang WNI itu dibekuk aparat Malaysia dalam operasi yang digelar sejak 24 hingga 30 Mei kemarin. Menurut Kepala PDRM, Abdul Hamid, satu WNI terduga terorisme ditangkap di Keningaum, Sabah.

Hamid menyatakan, WNI yang ditangkap itu identitasnya dirahasiakan dan hanya menerima sebagai lelaki pemenang 20-an tahun yang bekerja sebagai buruh. Dari hasil interogasi, dia membantu kelompok perlindungan dari Indonesia menuju kawasan selatan Filipina melalui Sabah dengan tujuan melakukan misi bom membawa diri. 

"Tersangka juga membantu mengirim uang untuk kelompok militan Maute di Filipina selatan dan berencana terbang ke Suriah," kata Hamid. 

Kelompok Maute adalah pihak yang bertanggung jawab atas pertempuran di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Kawasan Otonomi Islam Mindanao pada 2017 lalu. Mereka bersama pemimpin salah satu kelompok aksi Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, menyerbu kota itu dan berperang dengan pasukan Filipina selama sekitar lima bulan.

Hamid menyatakan mereka sekarang masih memburu seorang warga Indonesia yang lain bernama Marwan dalam kasus yang sama. Menurut dia, Marwan juga membantu para pengikut ISIS yang pergi ke selatan Filipina atau Suriah.

"Usia tersangka sekitar 30-an tahun dan alamat tempat tinggal terakhirnya ada di Kampung Keritan Laut, Keningau," ujar Hamid.

Aparat Malaysia juga membantah warga Bangladesh, Mendukung 28 tahun dalam perkara terorisme. Lelaki yang bekerja sebagai juru mesin kapal terbukti mampu menyimpan bahan-bahan kimia dan mampu merakit bom.

Sementara seorang warga negara Malaysia Memenangi 42 tahun juga ditangkap dalam operasi itu. Pria yang bekerja sebagai pengusaha dibekuk di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 17 Mei lalu, saat terbang ke Suriah melalui Mesir. 

Hamid mengumumkan warga Malaysia yang telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS melalui Facebook, dan menolak sistem pemerintahan demokrasi di Negeri Jiran. (cnn/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : CNN
  • Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO