Ada FLare Menyala Usai Laga, Panpel Arema: Bagaimana Masuknya?

  • 02-06-2019 / 23:05 WIB
  • Kategori:Arema
Ada FLare Menyala Usai Laga, Panpel Arema: Bagaimana Masuknya?

MALANG - Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC kecolongan dengan masuknya flare saat pertandingan melawan Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, pada pekan 3 lalu. 

Kini Panpel tengah menganalisa mengenai pengamanan sehingga flare bisa menyala ketika laga berakhir. Mereka pun berharap Aremania tidak lagi melakukan penyalaan flare, bom asap dan lainnya bila tidak ingin menjadi langganan Komdis terkena sanksi. 

"Yang jelas, kejadian ini menuntut kami untuk melakukan evaluasi. Kami analisa setiap detail dari bisa masuknya flare lagi," ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

BACA JUGA:

Menurut dia, masuknya flare tersebut di luar dugaan. Sebab, selama 90 menit sebelumnya terlihat aman tanpa ada nyala flare dan lainnya. Sementara, saat peluit panjang dibunyikan, justru di beberapa titik flare menyala. 

Beberapa oknum suporter terlihat menikmati euforia hingga menyalakan flare tersebut. Padahal, meski sudah berakhir, masih ada pengawas pertandingan (PP) yang bisa saja mencatat hal itu sebagai pelanggaran. 

"Ada anggap flare boleh dinyalakan saat selesai. Padahal, meski sudah selesai dan akan menjadi catatan pengawas pertandingan. Kalau dilaporkan ke Komdis, apalagi ada fotonya, ya sudah tinggal tunggu saja sanksinya," paparnya.

Ia meminta Aremania memahami mengenai regulasi dan berharap kejadian melawan Persela adalah yang terakhir. Sebab, bila kejadian berulang, sanksi dipastikan akan berlipat. 

"Flare dan sejenisnya betul-betul dilarang regulasi. Apalagi kalau berkali-kali, akan berlipat sanksinya dan ini akan menambah biaya finansial klub," tambah dia. 

Menurut dia, Panpel akan berusaha untuk sosialisasi lagi kepada Aremania. Selain itu, pengamanan juga bakal diperketat lagi. Tidak hanya saat jelang pertandingan, namun sampai laga selesai. 

"Portir dan pengamanan akan lebih ketat lagi dalam memeriksa. Kami juga akan analisa, darimana flare bisa masuk kalau pemeriksaan sudah ketat," ungkap Haris.

Dia menyampaikan, ada tengara bila flare masuk 10 menit terakhir jelang pertandingan usai. Saat tersebut, kelonggaran petugas dimanfaatkan oleh suporter. Selain itu, ada beberapa info lainnya. 

"Seperti dititipkan ke asongan atau dititipkan Aremanita. Tetapi, sebelum masuk sudah dicek. Kemungkinan memang sebelum pertandingan berakhir. Tentu kami akan evaluasi teknis pengamanan," imbuh Haris. (ley/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ley
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Tiket Pesawat Mahal, Danau Toba Kehilangan Turis

VIDEO