trial_mode: on

Polisi Usut Kelalaian Robohnya Paris Swing

  • 09-06-2019 / 20:24 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Polisi Usut Kelalaian Robohnya Paris Swing Wahana Paris Swing (kursi terbang) yang sudah tidak beroperasi lagi, setelah dibongkar pasca roboh.

MALANG - Polisi mengusut kasus robohnya permainan Paris Swing (kursi terbang), yang terjadi di wahana Pasar Malam halaman luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (8/6) malam. Beberapa pihak telah dimintai keterangan sebagai saksi, untuk mengetahui apakah ada kelalaiannya.

"Kasusnya sedang kami dalami. Beberapa saksi semalam (Sabtu malam, red) sudah kami minta keterangan. Selain pemilik dan pengunjung, petugas operatornya juga telah kami periksa," jelas Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.

Hanya sejauh ini, dari hasil pemeriksaan polisi belum menyimpulkan apakah ada pihak yang bertanggungjawab untuk proses hukum. Sebab, sampai Minggu (9/6) siang polisi terus mendalami dan masih mencari saksi lain.

"Kami dalami terlebih dahulu apakah ada unsur kelalaiannya atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, bahwa penyebab kecelakaan robohnya kursi terbang tersebut karena listrik mati. Saat listrik mati, sehingga Paris Swing langsung berhenti. Ketika berhenti itulah, para penumpang panik.

"Saat panik, penumpang ada yang turun. Sehingga menyebabkan posisi Paris Swing tidak seimbang yang akhirnya roboh. Beberapa penumpang mengalami luka-luka, namun hanya lecet saja," terang mantan Kapolsekta Lowokwaru ini.

Sementara itu, wahana kursi terbang tersebut diketahui milik Wahan Putra Cahaya, yakni bernama Yosi, warga Kediri. Permainan ini berkapasitas 12 orang dan setiap kursi untuk satu orang.

"Pemiliknya tidak ada, sudah kembali. Namun pasca kejadian itu, langsung bertanggungjawab dengan mengurus biaya perawatan para korban yang di rumah sakit. Setahu saya, sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 25 juta untuk mengurus biaya kecelakaan itu," ungkap salah satu pegawai yang enggan menyebutkan namanya.

Berdasarkan pantauan Malang Post, pasca kejadian kecelakaan, wahana Paris Swing (kursi terbang) langsung dibongkar. Permainan itu sudah tidak nampak lagi. Namun untuk permainan lainnya, seperti Biang Lala, kereta mini, tong edan dan permainan lainnya masih tetap beroperasi.

"Untuk permainan kursi terbang sudah tidak dioperasikan lagi, karena masih rusak sehingga langsung dibongkar," katanya.

Sementara untuk kelima korban robohnya kursi terbang, semuanya sudah diperbolehkan pulang. Sebelumnya, mereka harus dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen, karena mengalami luka-luka.

"Sudah pulang semuanya sejak Sabtu malam. Ada satu korban yang baru pulang Minggu pagi karena harus menunggu hasil CT Scan. Namun setelah hasilnya tidak ada apa-apa, baru boleh pulang," jelas Bindriyo.

Sekadar diketahui, permainan Paris Swing (kursi terbang) di Pasar Malam Stadion Kanjuruhan Kepanjen, roboh Sabtu (8/6) malam. Akibatnya, lima orang menjadi korban. Mereka mengalami luka lecet dan harus dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Lima orang yang menjadi korban adalah Halimatus Shadiah (Wonokerso), Yosifa Nesya (Poncokusumo), Dewi (Cempokomulyo), Biola (Poncokusumo), dan Sifa (Batam).(agp)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI