Karyawan RSUD Kanjuruhan Tolak Penggantian Direktur

  • 10-06-2019 / 18:11 WIB
  • Kategori:Kabupaten
Karyawan RSUD Kanjuruhan Tolak Penggantian Direktur Spanduk yang terpasang meminta Direktur RSUD Kanjuruhan yang lama dipertahankan.

MALANG - Pergantian Direktur RSUD Kanjuruhan Kepanjen, mendapat perlawann dari pegawai. Mereka meminta Drg Marhendrajaya, dipertahankan sebagai direktur. Bentuk protesnya dengan membentangkan spanduk di depan pintu masuk rumah sakit, Senin (10/6).

Dalam spanduk tersebut, pegawai menginginkan direktur lama dipertahankan. Alasannya, karena telah membangun image positif bagi rumah sakit milik Pemkab Malang itu. 

Spanduk penolakan pergantian Direktur RSUD tersebut, juga dibubuhi tanda tangan para pegawai.

"Kami karyawan karyawati RSUD Kanjuruhan Kepanjen, memohon untuk mempertahankan Drg. Marhendrajaya SpKG, sebagai direktur yang membawa RSUD Kanjuruhan Reborn 2020," isi tulisan dalam spanduk.

Pegawai juga melayangkan petisi penolakan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Harapannya bisa menjadi pertimbangan Plt Bupati Malang, soal mutasi jabatan yang dilakukan.

"Kami ingin mempertahankan kondisi RSUD Kanjuruhan, yang sudah berjalan dengan baik. Kami lelah dengan sistem baru, yang ujungnya tidak mengedepankan kemajuan rumah sakit. Yang lama (Marhendrajaya, red) sudah terbukti dengan komitmen, salah satunya membawa akreditasi RSUD Kanjuruhan pada level Paripurna," ungkap dr. Dian Suprojo, perwakilan karyawan RSUD Kanjuruhan.

Dokter spesialis THT ini mengaku tuntutan mempertahankan Mahendrajaya murni berangkat dari apresiasi ratusan karyawan RSUD Kanjuruhan. Bersama 616 karyawan RSUD Kanjuruhan telah sepakat untuk mengawal aspirasi ini, tanpa ditunggangi kepentingan tertentu. 

Karena suara yang disampaikan murni untuk membawa kemajuan RSUD Kanjuruhan, baik dari sisi manajemen maupun pelayanannya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Plt. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, melakukan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Malang. Direktur RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Drg Marhendrajaya digantikan  oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Malang dr. Abdurachman. 

Marhendrajaya menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Abdurachman.
Terpisah, Drg. Marhendrajaya mengaku tak tahu menahu sama sekali adanya poster tentang tuntutan pegawai RSUD Kanjuruhan. 

Menurutnya, mutasi adalah hal yang wajar, serta merupakan kewenangan pimpinan yakni kepala daerah. Dan ia mengaku ikhlas kemanapun ditugaskan.
"Saya tidak tahu soal itu (spanduk, red). Saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Mudah-mudahan ada atau tidak ada saya cita cita dan harapan teman-teman bisa tercapai," paparnya.

Ia menyampaikan, program Kanjuruhan Reborn yang dilakukannya bersama-sama staf RSUD Kanjuruhan. Ia optimis RSUD Kanjuruhan bisa lebih baik di masa depan. Program itu, untuk optimalisasi layanan dan peningkatan performance SDM. 

"Hasilnya kami tersertifikasi nasional paripurna dengan nilai diatas 90. Kami siapkan sertifikasi internasional kedepan," katanya.

Sementara itu, Plt. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, menilai aspirasi yang dituangkan para karyawan RSUD Kanjuruhan adalah hal yang wajar. Terkait hal-hal lain, Sanusi tak berkomentar panjang lebar.

"Silakan itu hak mereka, ASN loyal kepada pimpinan itu wajib. Dan yang menentukan pimpinan di setiap instansi, itu hak prerogatif Bupati," tegas Sanusi, usai melakukan sidak.(agp)

  • Editor : Husnun
  • Uploader : irawan
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Tiket Pesawat Mahal, Danau Toba Kehilangan Turis

Air Putih Demi Metabolisme

VIDEO