UPDATE NOW
UPDATE NOW
   UPDATE NOW

Kabag Humas dan Kerja Sama UM Meninggal

  • 11-06-2019 / 13:09 WIB
  • Kategori:Malang
Kabag Humas dan Kerja Sama UM Meninggal Suasan di rumah duka Jalan Selat Sunda Sawojajar didatangi para pelayat.

MALANG - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.  Kabar duka dari universitas Negeri Malang (UM). Kabag Kerjasama dan Humas UM, Dra. Aminarti Siti Wahyuni,  secara mendadak meninggal dunia pagi tadi. Duka begitu mendalam dirasakan oleh keluarga termasuk rekan-rekan almarhumah di kampus. 

Pasalanya, sebelum meninggal almarhumah tidak ada tanda-tanda sakit.  Bahkan sehari sebelumnya,  Senin (10/6), masih sempat mengikuti kegiatan Halal Bi Halal full sampai kegiatan usai. 

Pada acara yang digelar di Gedung Graca tersebut,  Yuni menjadi pemandu acara hingga usai. Ia juga sempat menyapa para rekan,  kolega dan relasinya. Termasuk para wartawan dari berbagai media yang selama ini menjadi patner kerjanya salama ini di bidang hubungan masyarakat.  

“Bu Yuni kemarin terlihat sehat, bahkan sempat menyanyikan satu lagu dalam acara halal bi halal. Beliau hanya berucap capek usai acara,” kata Indriasanti keponakan Yuni.  

Dituturkannya,  malam hari sebelum Yuni meninggal, sempat mengeluh sesak nafas. Keluarganya pun menganjurkan untuk periksa ke dokter, tapi Yuni menolak. Almarhum hanya minta dikerokin dan langsung istirahat.  

Pada pagi hari, usia salat subuh Yuni kembali merasa sesak nafas. Awalnya istirahat di kamar.  Kemudian pindah ke sofa. “Disitu beliau tidur dan tidak sadarkan diri sampai dinyatakan meninggal dunia,” terangnya dengan mata berkaca-kaca. 

Almarhumah dikenal sebagai sosok yang ulet dan tidak mengenal lelah. Yuni meninggal di usia 56 tahun dengan meninggalkan dua putra. Semangatnya dalam bekerja patut dijadikan contoh oleh rekan dan keluarganya. “Jarang sekali mengeluh sakit, belai sosok yang selalu riang gembira dan disukai banyak orang,” ucapnya.  

Mewakili keluarga,  Indria mengungkap permintaan maaf untuk almarhumah kepada seluruh pihak. “Termasuk kepada para media yang hampir setiap hari berhubungan dengan beliau,” ungkap Indriasanti.

Rasa kehilangan juga dialami oleh segenap civitas akademika UM. Tak heran sebelum jenazah diberangkatkan ke Blitar untuk dimakamkan, para senat dan dosen sudah berada di rumah duka. Di Jalan Selat Sunda VI/D6 Sawojajar Malang. 

Rektor UM, Prof. Dr. H. AH. Rofiuddin, M.Pd mengungkapkan rasa dukanya dengan kehilangan sosok yang dibanggakan kampus selama ini. Ia menilai almarhumah sebagai pribadi yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap lembaga. “Kami sangat kehilangan sosok yang selama ini berjasa membangun dan memajukan UM,” ungkapnya kepada Malang Post.  

Ia mengaku kaget dan merasa tidak percaya saat pagi tadi menerima pesan whatsapp yang berisikan berita duka tersebut. “Saya kira itu hanya candaan saja, karena kemarin beliau masih bersama kami dan sehat sehat saja. Maka saya langsung konfirmasi ke teman-teman. Ternyata benar. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ucapnya lirih.  

Sebagai penghormatan, ia bersama para wakil rektor turut mengantar jenazah almarhumah ke Blitar, kota asal almarhumah. (imm)

  • Editor : Husnun
  • Uploader : irawan
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

GE Way

Tiket Pesawat Mahal, Danau Toba Kehilangan Turis

Air Putih Demi Metabolisme

VIDEO