UPDATE NOW
UPDATE NOW
   UPDATE NOW

Eks Komandan Tim Mawar: Tim Tak Mungkin Satu Orang Dibilang

  • 12-06-2019 / 19:24 WIB
  • Kategori:Nasional
Eks Komandan Tim Mawar: Tim Tak Mungkin Satu Orang Dibilang

MALANGPOSTONLINE.COM - Mantan Komandan  Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD , Mayjen (Purn) Chairawan menyayangkan Majalah Tempomemilih diksi 'Tim Mawar' dalam pembuatan laporannya. 

Ketua tim Mawar Kopassus TNI AD sendiri sudah bubar sejak tahun 1999 silam. Oleh karena itu, ia meminta bila Tim Mawar kembali mengangkut dalam laporan majalah tersebut.

"Tim mawar kan sudah bubar. Itu kan menyudutkan berarti. Tahun 1999 sudah bubar. Kalaupun ada, itu kan personel, anggota. Enggak mungkin satu orang dibilang tim atau dua disebut tim. Tim itu banyak," kata Chairawan saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri , Rabu (12/6). 


Diketahui, majalah Tempo menerbitkan laporan yang berjudul Tim Mawar dan Rusuh Sarinah. Laporan itu berisi soal dugaan tentang partisipasi orang lain Tim Mawar Kopassus TNI AD dalam kerusuhan 21-22 Mei yang lalu. Nama yang disebut Tempo dalam laporannya adalah Fauka Noor Farid. 

Lebih lanjut, Ketua menyatakan Majalah Tempo ini sudah tidak dapat didiamkan. Oleh karena itu, ia mengambil langkah untuk melaporkan Tempo ke pihak Bareskrim Polri terkait pemberitaan tersebut.

"Tapi kok saya diam, ini malah muncul di Tempo. Wah ini kalau dibiarin terus ini, jangan-jangan. Makanya saya laporkan, [ke Bareskrim]" kata dia.

Selain itu, Chairawan mengakui langkahnya untuk melaporkan Tempo ke Bareskrim sudah tepat. Penyebab, kata dia, Tempo dalam laporannya menyebut orang lain sebagai anggota Tim Mawar yang terlibat dalam kerusuhan tersebut. 

Akan tetapi, lanjut Chairawan, pihak kepolisian tak menyebutkan empat nama dari mantan anggota Tim Mawar terlibat dalam kerusuhan 22 Mei lalu dalam konferensi pers yang digelar di Kemenko Polhukam kemarin (11/6). 

"Karena nuduh sembarangan, makanya saya harus menghargai polisi, polisi memang tugasnya, siapa dalangnya ini," kata dia.

Tak hanya itu, Chairawan menyatakan akan melakukan penyelesaian hukum usianya yang sekarang sudah mulai masa senja. Ia mengatakan akan memindahkan yang dilanggar di Indonesia dipastikan tidak akan ada yang membelanya. 

"Jangankan teman-teman saya atau pihak saya, pemerintah pun tidak bisa membela saya jika terbukti saya melakukan tindakan yang meminta korban jiwa,"  (cnn/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : CNN
  • Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

GE Way

Tiket Pesawat Mahal, Danau Toba Kehilangan Turis

Air Putih Demi Metabolisme

VIDEO