Tito Terima Kasih ke Prabowo Tertibkan Pendukungnya Selama Sidang PHPU

  • 13-06-2019 / 12:58 WIB
  • Kategori:Nasional
Tito Terima Kasih ke Prabowo Tertibkan Pendukungnya Selama Sidang PHPU

MALANGPOSTONLINE.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019, besok Jumat (14/6). Guna mengamankan jalannya sidang, kepolisian bekerja sama dengan TNI dan pemangku kepentingan terkait telah memulai persiapan pengamanan.

Kepolisian akan menurunkan 17 ribu personel. Jumlah itu termasuk para anggota dari daerah yang sebelumnya diperbantukan untuk menjaga aksi 21-22 Mei lalu.

“(Perbantuan) Dari daerah tidak dipulangkan. Sudah 1,5 bulan mereka di sini. Mereka akan bergabung dengan kekuatan yang ada di Mabes dan Polda,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

Adapun dari pihak TNI, telah menyiapkan 16 ribu pasukan untuk membantu pengamanan sidang. Polri sendiri terus berkoodinasi dengan intelijennya, sebab diperoleh informasi ada gerakan massa di sidang perdana besok.

Polri pun telah mengimbau, bagi massa aksi untuk tidak berorasi di depan gedung MK. Massa aksi hanya bisa menggelar kegiatan mereka di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, silang Monas.

Keputusan ini diambil karena menghindari terjadinya gangguan arus lalu lintas umum di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat. Sebab dalam Undang-undang nomor 9 Tahun 98 Pasal 6, disebutkan penyampaian pendapat di depan publik telah ditetapkan aksi tidak boleh menganggu ketertiban publik apalagi mengganggu hak orang lain.

“Ini juga kami belajar dari Bawaslu, diskresi membolehkan kegiatan malam hari ternyata disalahgunakan. Oleh karena itu, kami tidak mau ambil risiko. Kali ini tidak boleh ada aksi apapun di depan MK,” tegas Tito.

Kemudian, kepada Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Tito menyampaikan apresiasinya. Sebab, Prabowo telah mengimbau pendukungnya untuk tidak menggelar aksi massa selama proses persidangan.

“Saya apresiasi kepada Pak Prabowo yang telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat terutama pendukung beliau untuk mempercayakan proses hukum yang ditempuh beliau di MK dan tidak datang berbondong-bondong ke MK,” katanya.

Aparat Diingatkan Tak jadi Provokator
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy mengingatkan agar seluruh pasukan pengamanan memegang aturan yang berlaku. “Tetap berpedoman pada protap dan aturan yang dimiliki instansi masing-masing baik Polri maupun TNI,” ungkap Gatot.

Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono menambahkan, hal itu dilakukan agar tidak muncul konflik horizontal maupun vertikal selama kegiatan pengamanan. Selain itu, seluruh pasukan diminta untuk tidak mudah percaya maupun menyebarkan berita yang viral.

Aalagi, berita viral tersebut tidak disertai data dan fakta. Ia tidak mau ada aparat yang menjadi provokator kerusuhan.

“Jangan mudah percaya pada berita hoax. Jangan mudah menyebarkan berita yang belum tentu faktanya. Jangan ada pasukan TNI-Polri yang jadi provokator dan sebar berita bohong,” pungkas Eko.

Diketahui, MK akan menggelar sidang pendahuluan PHPU pilpres 2019, pada Jumat (14/6). Sidang selanjutnya akan digelar 17 Juni dengan agenda pemeriksaan pembuktian.

Sesuai ketentuannya, pembacaan putusan paling lambat yaitu pada 28 Juni. Ini bisa lebih cepat, tergantung para pihak yang terlibat dalam sengketa. (jpc/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : JPC
  • Fotografer : JPC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jebol Gawang Arema, Titan Curi Perhatian

Gerakan Lokal

Polisi Temukan Ribuan Ekstasi saat Gerebek Rumah Ini

Elegan, Makanan Penutup Berbentuk Cerutu Kuba

Dewan Segera Panggil Dinas Terkait

VIDEO