Jaga Gengsi, Menang Harga Mati!

  • 06-05-2018 / 02:37 WIB
  • Kategori:Arema
Jaga Gengsi, Menang Harga Mati! Thiago Furtuoso dkk bertekad raih tiga poin di kandang Persebaya. (Stenly/MP)

MALANG – Setelah delapan tahun berlalu, super big match di kompetisi tertinggi sepak bola tanah air, yakni Liga 1, antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang bisa juga dianggap sebagai derby Jawa Timur, akhirnya bakal terjadi lagi, Minggu (6/5/18) sore ini. Singo Edan dan Bajul Ijo, terakhir bertemu di kompetisi pada tahun 2010, saat musim Arema juara ISL, sedangkan Persebaya akhirnya terdegradasi.

Setelah sewindu berpisah dan tidak menghadirkan atmosfir panas di sepak bola Indonesia, kini dua klub harus kembali bertemu di Gelora Bung Tomo, Surabaya dan berebut menjadi pemenang demi mengangkat posisi mereka di klasemen sementara.

Sejatinya, Arema sempat bertemu Persebaya di ajang Piala Gubernur Kaltim, awal Maret tahun ini. Arema memenangkan laga tersebut dengan skor 2-0 dan sempat menghadirkan euforia ‘juara’ meski kala itu laga masih terjadi di babak semifinal. Aremania, senang bukan main karena tim pujaannya bisa membungkam klub yang memiliki suporter dengan sebutan Bonek tersebut.

Namun, Arema dipastikan menginginkan kemenangan di ajang yang resmi, ketika kedua klub kembali dalam satu kasta di musim ini. Apalagi, kemenangan dipastikan membuat pendukung Arema bakal bangga atas tim kelahiran 1987 itu. “Saya tahu, laga ini klasik dan ituluar biasa. Saya mengerti detil, bagaimana fans juga menantikan laga ini,” ujar Asisten Pelatih Arema, Milan Petrovic.

Menurut dia, hampir setiap negara terdapat klub yang bersaing dan adu gengsi di kompetisi. Seperti di negara kelahirannya, Serbia. Terdapat klub Partizan Belgrade dan Red Star Belgrade yang memiliki rivalitas tinggi.

“Pertandingan kami besok (hari ini) penuh rivalitas tinggi. Seperti di negara saya, Serbia, ada Red Star dan Partizan,” ungkapnya.

Untuk menghadapi laga tersebut, ia pun meminta pemain Arema fokus pada persiapan dan permainan di lapangan. Terkait rivalitas atau persaingan klub atau suporter, diharapkannya tidak memecah konsentrasi pemain. “Ini yang harus kami lakukan untuk bisa meraih kemenangan. Yang terpenting bagi kami sekarang adalah kemenangan lagi,” papar dia.

Ya, Arema memang masih terus membutuhkan tiga poin di kompetisi ini. Pasalnya, mereka saat ini masih berkutat di zona merah, dengan posisi nomor dua dari bawah. Diakuinya, hanya menang yang bisa segera mengangkat posisi Arema.

“Kami sangat senang sudah bisa menang, pekan lalu. Tetapi kami tidak boleh berhenti di sini, harus ada kemenangan lagi. Saya yakin dengan kemampuan tim ini, termasuk saat bertemu Persebaya,” tambah dia.

Sementara itu, menurut Pelatih Arema, Joko Susilo, timnya sudah melakukan persiapan terbaik untuk pertandingan hari ini. Selain skill, dia menegaskan, mental akan berpengaruh besar pada hasil akhir pertandingan.

“Mental, adalah yang utama. Kita lihat sendiri, saksikan di media sosial mungkin, begitu banyaknya yang membicarakan pertandingan ini. Kami suka dengan itu dan kami menyiapkan mental untuk habis-habisan,” ujar Joko.

Ia berharap, pertandingan bakal berlangsung bagus dan fair. Sekalipun dua tim dipastikan tidak mau kalah demi menjaga gengsi. “Saya berharap tim saya lebih bagus lagi ketimbang pertandingan sebelumnya atau pertemuan dengan Persebaya sebelumnya. Saya berharap ini juga akan menjadi sajian terbaik di Indonesia, mengenai aksi di lapangan,” ungkapnya.

Sedangkan Pelatih Persebaya, Alfredo Vera mengatakan, pertandingan melawan Arema, adalah laga yang penting bagi elemen Persebaya. Baik bagi tim, juga bagi suporter, Bonek dan Bonita. Dia pun menjanjikan kemenangan dalam laga melawan Singo Edan.

“Kami harus fokus dan berpikir bagaimana bisa menang. Pertandingan ini penting, terutama untuk Bonek dan Bonita. Kami tahu itu,” ujar dia.

Eks pelatih Persipura itu mengatakan, meski target tinggi, timnya juga tidak akan mudah meraih kemenangan. Arema memiliki barisan pemain tajam, yang bisa mengancam pertahanan Bajul Ijo. Vera menyebut pemain seperti Thiago Furtuoso, memiliki kemampuan olah bola dan kecepatan yang bisa membahayakan pertahanan. Belum lagi pemain lain, seperti Dedik Setiawan atau Balsa Bozovic, yang memiliki akurasi tendangan bebas sangat bagus.

“Seperti kami katakan, kami kerja keras untuk memenangkan pertandingan. Kami akan lebih tajam dan memanfaatkan kelemahan lawan,” paparnya.

Terkait tensi pertandingan, diakuinya dia berharap pemainnya bisa berkepala dingin. Meski sarat gengsi, dia meminta pemain turun dan bermain seperti pertandingan lain, yang selama ini sudah dijalani dengan bagus oleh Rendi Irwan dkk. (ley/han)

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jelang Laga Bhayangkara, Latihan Sore Gajayana

Jenazah Mahasiswi STIKI Dikawal Ketat Tim SAR

Passion Fruit Cake Dapur Cokelat

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Seriusi Dua Bisnis

Ribuan Mahasiswa Baru UM Rebutan Kursi Bidikmisi

Deadpool 3 Masih Tunggu Marvel 'Tenang'

The Doctor Belum Mau Pensiun