Pemprov NTT Usulkan Larantuka Jadi Kota Suci Umat Katolik Indonesia

  • 15-06-2019 / 17:30 WIB
  • Kategori:Nasional, Destinasi
Pemprov NTT Usulkan Larantuka Jadi Kota Suci Umat Katolik Indonesia 'Surga' Larantuka Diusulkan Jadi Kota Suci Umat Katolik Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, diusulkan menjadi kota suci bagi umat Katolik di Indonesia. (Lalu Rahadian/CNN/ist)

MALANGPOSTONLINE.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana mengusulkan Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, menjadi kota suci bagi umat Katolik di Indonesia.

Pemda NTT memaparkan usulan itu didasari dengan pertimbangkan bahwa Larantuka merupakan kota yang menjadi bagian sejarah masuknya Katolik di Indonesia. Selain itu, kota tersebut juga pernah menjadi basis kerajaan Katolik pertama di Indonesia.

"Pertimbangan lainnya adalah perayaan keagamaan Samana Santa yang usianya sudah mencapai ratusan tahun di Flores Timur, dan masih tetap terlaksana dari dahulu hingga sekarang," papar Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Eden Klakik, seperti dilansir Antara, Sabtu (15/6).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Flores Timur, Ahmad Bethan, menyambut baik rencana pemerintah menjadikan Larantuka sebagai 'kota suci' bagi umat Katolik di Indonesia.

"Syukur pada Tuhan, karena dengan menjadikan Larantuka sebagai kota suci, maka perilaku penduduk ikut termotivasi menjadi suci, baik sikap perilaku terhadap sesama, terhadap religiusitas termasuk sensivitas terhadap sikap iman dan takwa orang pribadi," kata dia.

Menurut Ahmad Bethan, Kota Larantuka sudah melewati survei kelayakan dan diperkirakan telah memenuhi sejumlah kriteria kesucian kota.

"Maka keinginan untuk menjadikan Larantuka sebagai kota suci seperti demikian cukup beralasan," kata mantan Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Flores Timur itu.

Mengutip CNN, Sabtu (15/6), Larantuka secara historis religius juga terkenal dengan sebutan Kota Reinha dan terletak di kaki Gunung Ile Mandiri. Kedatangan Portugis pada abad XV-XVI ke wilayah Flores membawa pengaruh Katolik di Larantuka. 

Perkembangan agama Katolik di wilayah itu pun tak lepas dari peranan para Raja Larantuka, para misionaris, perkumpulan persaudaraan rasul awam (conferia), dan suku-suku lokal di sana.

Pada 8 September 1886, Raja Don Lorenzo Usineno II DVG, raja ke-10 Larantuka, menobatkan Bunda Maria sebagai Ratu Kerajaan Larantuka. Sejak itulah, Larantuka disebut dengan sapaan Reinha Rosari. (cnn/rds/mik/tem/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU