Diskusi Malang Post ‘Solusi Atasi Macet Pascatol Mapan’ (1)

Mendesak Bangun Jalan Baru!

  • 16-06-2019 / 22:28 WIB
  • Kategori:Malang
Mendesak Bangun Jalan Baru! Pemred Malang Post Dewi Yuhana memimpin diskusi bersama berbagai pemangku kebijakan dan pihak terkait untuk mencari solusi paling tepat atasi macet. Apalagi setelah tol Mapan mulai beroperasi.

MALANG-Pembangunan jaringan jalan baru di Kota Malang merupakan satu-satunya solusi atasi macet. Apalagi arus lalu lintas (lalin) keluar pintu tol Malang-Pandaan (Mapan) jadi penyumbang kemacetan. Jalan baru yang mengakses dari Jalan Jalan Wisnuwardhana  hingga Sulfat merupakan salah satu solusi paling nyata jelang exit tol Madyopuro tuntas.

Hal ini terungkap dalam diskusi Malang Post bertajuk ‘Solusi Atasi Macet Pascatol Mapan’, Jumat (14/6). Diskusi yang dimoderatori Pemred Malang Post Dewi Yuhana itu menghadirkan berbagai pemangku kebijakan dan pakar lalin. Di antaranya DPRD Kota Malang,  Dinas PUPR Kota Malang, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Dinas Perhubungan kota dan kabupaten, Barenlitbang Kota Malang, Bappeda Kabupaten Malang, PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), Polres Malang, Polres Malang Kota hingga pakar lalu lintas dan transportasi dari perguruan tinggi.

Menumpuknya arus lalin di sekitar pintu keluar tol di Singosari merupakan potret masalah baru kemacetan. Apalagi arus lalin yang keluar dari pintu tol banyak dan cepat. Itu baru di satu lokasi di utara Kota Malang. Belum lagi saat exit tol Pakis  dan tol Madyopuro dibuka ketika kelar pembangunannya. Exit tol Pakis yang sempat dibuka fungsional saat arus mudik contoh nyatanya. Lalin di Jalan Raya Pakis macet hingga Madyopuro.

Simpul macet yang bakal bertambah itu butuh solusi. Menurut pakar lalu lintas dan transportasi Universitas Brawijaya (UB), Porf Ludfi Djakfar, Ph.D, jaringan jalan baru merupakan solusi paling tepat. Hal ini juga mengacu dari upaya mengatasi kemacetan yang selama ini dilakukan. 

“Analogi yang bisa dipakai saat ini bahwa rekayasa lalu lintas yang terus dilakukan untuk atasi  macet hanya obat sementara semacam painkiller (obat pengurang rasa sakit). Kita punya masalah jangka menengah dan panjang yang tidak hanya bisa diatasi dengan rekayasa lalin saja,” kata Ludfi diawal pemaparan dalam diskusi.

Guru besar Fakultas Teknik (FT) UB ini mengatakan, pembangunan jaringan jalan baru merupakan satu-satunya solusi mengatasi kemacetan jika tol Mapan rampung seluruhnya. Untuk diketahui saat ini tol Mapan yang berfungsi masih tiga seksi. Yakni seksi satu, Pandaan -Purwodadi, seksi dua Purwodadi-Lawang, seksi tiga Lawang-Singosari, seksi empat Singosari-Pakis, seksi lima Pakis-Malang. Sedangkan exit tol di Malang terdapat di Lawang, Singosari, Pakis dan Madyopuro.

Meski begitu ia menegaskan efek tol hanyalah satu faktor penyebab kemacetan. Kepadatan kendaraan di terjadi karena beberapa hal lain. Di antaranya berubahnya pola tata penggunaan lahan di Kota Malang.

“Adanya industri perdagangan, bertumbuhnya hotel dan restauran juga memengaruhi. Dulu pergerakkan lalin Kota Malang hanya berpusat atau ramai di kawasan Klojen saja. Tapi sekarang tidak, seluruh kecamatan mulai padat dan penuh,” papar pria kelahiran Sumenep ini.

Hal ini mengakibatkan bertambahnya lokasi rawan macet. Menurut Ludfi, jika dikaitkan dengan Tol Pandaan-Malang nantinya, maka terdapat sejumlah pekerjaan yang mesti ditangani pemerintah daerah (pemda).

Pertama lanjut dia,  membuat jaringan jalan baru, meningkatkan kapasitas jalan melalui simpul dan simpang jalan hingga manajemen kendaraan publik. Ia menyebut pengembangan jaringan jalan baru masih bisa dilakukan khususnya di kawasan exit tol di Madyopuro. Salah satunya pembukaan jaringan  jalan yang mengakses Jalan Wisnuwardhana hingga Sulfat.

“Jika mengandalkan yang lain seperti Sawojajar-Ranu Grati lalu Rampal (Jalan Urip Sumoharjo) sudah tidak mungkin lagi. Lebih luas di Sulfat. Bisa dipusatkan di situ jalan barunya,” ungkap pria kelahiran 1964 ini.

Selain itu butuh jaringan jalan di kawasan Sudimoro dan Tlogomas. Pembangunan ruas jalan di dua kawasan tersebut masih bisa dilakukan. Namun butuh anggaran besar. Tapi inilah kenyataan yang harus diterima.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Agoes Moeliadi mengusulkan pelebaran pertigaan Jalan Ahmad Yani-Jalan LA Sucipto. Sebab pertigaan tersebut sempit sementara arus lalin padat. "Pelebaran tersebut supaya kendaraan yang lewat bisa lebih leluasa, sehingga lalin  lancar," kata Agoes.

 

Perlebar Jalan Sekitar Exit Tol

Project Manager PT JPM, Indrawan Agustono menerangkan kemacetan di wilayah Malang Raya akibat berfungsinya tol merupakan salah satu perhatian serius. Karena itu, PT JPM terus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dalam waktu dekat mulai diwujudkan langkah nyata atasi macet. Ada beberapa skenario yang sudah disiapkan. “Kita memiliki hak untuk melakukan penataan di kawasan luar tol. Yakni 200 meter di tiap sisi keluar dan masuk tol,” tegas Indrawan dalam diskusi rutin Malang Post ini.

Salah satu langkah nyata kata Indrawan, melakukan pelebaran di beberapa titik kemacetan sekitar tol yang sudah dipantau dan evaluasi pascaarus mudik Lebaran. Contohnya exit tol Singosari di Karanglo hingga Jalan Ahmad Yani Utara (utara fly over) seperti di sekitar gedung Unggul.

 “Solusi lain tentu kami akan mempercepat underpass. Segera setelah ini selesai bisa lancar yang dari arah Malang- Surabaya dan lainnya. Kalau kemarin masih buka tutup,” jelasnya. Tidak hanya itu, PT JPM akan melakukan pelebaran jalan arteri di sisi selatan dan utara pintu tol Singosari . Lalu pelebaran jalan ke arah Batu (barat pintu tol Singosari) yakni jalan provinsi arah Batu minimal setelah rel KA disana.

Indrawan menambahkan, PT JPM juga akan menyiapkan sarana prasarana (sarpras) lalin  yang dibutuhkan. Seperti traffic light dan rambu penunjuk jalan.

“Sedangkan untuk yang di Pakis nanti juga sudah kita siapkan skemanya,” ungkap Indrawan sembari menambahkan jika exit tol Pakis difungsikan akan berdampak kepadatan lalin di Ki Ageng Gribig hingga  Jalan Mayjen Sungkono.

 Untuk itu PT JPM memiliki skema solusi seperti memasang traffic light di simpang tol di Jalan Ampeldento serta simpang empat Jalan Ampeldento dan Jalan Asrikaton. Pengalihan status dan perlebar jalan Ampeldento menjadi salah satu agenda atasi macet.

Soal kondisi arus lalin saat angkutan mudik Lebaran tahun ini, kata Indrawan, rata-rata volume kendaraan di gerbang tol Singosari mencapai 35 ribu mobil per  hari untuk dua arah. Kepadatan terjadi pada H+1 sampai H+5 Simpang Underpass Singosari.  

PT JPM menyarankan beberapa penanganan atasi macet yang bisa dilakukan di Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Salah satunya pengalihan status jalan dan pembuatan jaringan jalan baru. (ica/tea/van)

Editor : van
Uploader : hargodd
Penulis : tea
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU