Selesaikan Masalah Kota Malang, Glintung Go Green Gagas Ngopi Bareng Sam Sutiaji

  • 17-06-2019 / 09:40 WIB
  • Kategori:Malang
Selesaikan Masalah Kota Malang, Glintung Go Green Gagas Ngopi Bareng Sam Sutiaji BLUSUKAN: Penggagas kampung 3G, Bambang Irianto (dua dari kanan) bersama Wali Kota Malang, Sutiaji ngopi bareng di rumahnya, Jalan Karya Timur Malang. 

MALANG-  Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan di Kota Malang. Itulah inti yang ditonjolkan saat acara ‘Ngopi Bareng’ bersama Wali Kota Malang, Sutiaji di rumah Ir. Bambang Irianto, Jalan Karya Timur Malang, Minggu (16/6) malam. Mendiskusikan berbagai persoalan agar Kota Malang lebih baik ke depan.

Ngopi bareng yang digagas inisiator Kampung Glintung Go Green (3G) tersebut, dilakukan secara mendadak. “Sore hari saya dihubungi Sam Sutiaji untuk diajak membahas berbagai persoalan yang muncul. Akhirnya, saya ajak ngopi bareng bersama warga dan tokoh masyarakat dan mencari solusi atas permasalahan tersebut,” kata Bambang, sapaannya.

“Saya memang usul ngopi bareng bersama Sam Sutiaji menjadi budaya baru. Sebab, di era milenial, baik pembaca online atau grup WhatsApp seringkali tidak dapat mencerna dengan baik. Cenderung reaktif dan menghujat. Padahal, banyak hal yang bisa diselesaikan dengan cara tatap muka,” papar pengusaha keripik tempe tersebut.       

Menurutnya, kalau ini dibiarkan terus menerus, akan saling mengecam karena tidak menguasai persoalan. “Mungkin kalau dari kita ada yang jadi walikota pun sama. Dikecam terus menerus. Budaya ini harus diubah. Kita punya solusi, sampaikan. Walikota pun juga begitu. Jangan blusukan kalau hanya akan pilkada saja,” ujarnya lagi. 

Masih kata penerima Kalpataru Katagori Pembina Lingkungan 2018 tersebut, teman-teman di kampung lain dapat mengundang Sutiaji untuk melakukan hal yang sama. “Bukan to fight the problem tapi to solve the problem agar Kota Malang tidak membara. Kontak, cari waktu, sampaikan aspirasinya. Bisa cukup menggelar karpet,” tutupnya.

Dalam pertemuan di rumah mantan Ketua RW23 Purwantoro itu, banyak persoalan yang disampaikan orang nomor satu di Kota Malang itu. Seperti zonasi sekolah hingga jalan berlubang. “Memang banyak yang harus dirombak,” kata Sutiaji. Seperti organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemkot Malang.

Dikatakan dia, fungsinya banyak yang tumpang tindih. “Seperti ada dinas perdagangan, dinas koperasi dan dinas perindustrian. Misalkan harus mendatangi pameran di daerah lain. Berapa yang harus dikeluarkan tiga dinas itu. Costnya tinggi. Uang negara habis untuk itu. Padahal, UMKM yang dibawa hanya itu-itu saja,” ungkapnya.

“Bayangkan saja, masing-masing OPD menugaskan lima orang untuk berangkat. Sudah berapa biaya yang dikeluarkan. Akhirnya, setelah melalui beberapa kajian, saya lebur. Agar tidak ada lagi kalau berhubungan dengan urusan kewajiban, akan saling lempar dan bila ada pendapatan, akan saling klaim,” ucap dia lagi. 

Kebijakan untuk merombak OPD di Pemkot Malang, menurutnya, pasti menimbulkan dampak yang luar biasa. “Terutama kepada para aparatur sipil negara (ASN). Saya yakin akan menimbulkan sedikit ketidakpercayaan kepada pimpinannya. Contoh, seperti pejabat yang harusnya dapat promosi, ternyata begitu ada penggabungan, tidak jadi promosi,” tegasnya. (mar)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU