trial_mode: on

Polda Jatim Tetapkan Warga Bululawang Malang Tersangka Pemalsuan AJB

  • 17-06-2019 / 18:34 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polda Jatim Tetapkan Warga Bululawang Malang Tersangka Pemalsuan AJB SENGKETA: Inilah tanah seluas 3.890 m2 di Desa Krebet, Bululawang yang sempat bermasalah dan kembali ke tangan keluarga Abdul Rochim, pemilik aslinya.

MALANG- Masih ingat kasus sengketa tanah  seluas 3.890 m2 di Desa Krebet, Bululawang milik keluarga alm. Abdul Rochim? Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan Abdullah Chalim, 41, warga Dusun Blambangan, Desa Krebet, Bululawang sebagai tersangka Pasal 263 KUHP, awal bulan Juni 2019 ini.

Penetapan Chalim, panggilannya setelah polisi melakukan gelar perkara bulan Mei 2019 lalu atas laporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan tanda tangan yang dilayangkan Ashari, 72, salah satu ahli waris keluarga Abdul Rochim. Laporannya sendiri dilakukan bulan Mei 2017. Dua tahun lalu.

"Penyidik menemukan bukti pemalsuan yang dilakukan terlapor sehingga statusnya dinaikkan menjadi tersangka. Ini sudah diberitahukan kepada Ashari sebagai pelapor melalui surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Sekarang tinggal kami koordinasikan dengan jaksa penuntut," ungkap penyidik yang minta namanya dirahasiakan ini.

SENANG: Ashari (kiri) bersama Haji Kusnan, anggota keluarga Abdul Rochim.

 

Ashari mengaku bersyukur atas peningkatan status Chalim sebagai tersangka. "Alhamdulillah," katanya singkat didampingi Haji Kusnan, anggota keluarga Abdul Rochim usai mendapat pemberitahuan dari MS. Alhaidary, SH, MH, kuasa hukumnya. Ia juga berharap kasus ini cepat selesai dan mengolah tanah milik keluarganya tersebut.

Pernah diberitakan, sengketa tanah itu dimenangkan ahli waris keluarga Abdul Rochim. Majelis hakim PN Kepanjen yang menyidangkan perkara ini, memutuskan bila jual beli tanah tersebut dibatalkan karena cacat hukum. Gugatan perdata ini diajukan Ashari, salah satu ahli waris keluarga Abdul Rochim.

Majelis hakim yang diketuai Hendry Argatama, SH, SFil, MH menyatakan jual beli berikut akta jual beli No 40, antara Abdul Rochim dengan Chalim, mengandung perbuatan melawan hukum. Salah satu alasannya, saat menandatangani akta jual beli ini, Chalim masih berusia enam tahun.

Hendry juga memerintahkan Chalim menyerahkan tanah itu kepada ahli waris Abdul Rochim. Rebutan tanah ini sendiri juga berawal dari laporan Chalim ke Satreskrim Polres Malang. Anak kandung alm. H. Alwi, salah satu tokoh masyarakat di Krebet tahun 1980 an ini, melaporkan ahli waris Rochim.
Mereka dituding menyerobot tanah yang sudah dibelinya tersebut seharga Rp 1,5 juta tahun 1982 lalu. 

Bukti kepemilikan tanah yang dibawa Chalim kepada penyidik adalah AJB Nomor 40/HM/IX/1982 bertandatangan Camat Bululawang, Drs Ernadi Suhardjo. 
Padahal, versi keluarga Rochim, belum ada jual beli tanah tersebut dengan keluarga besar Chalim.

“Yang ada adalah tanah itu disewa oleh H. Alwi sekitar tahun 1977 an. Masalah terjadi ketika tanah itu hendak ditarik,” ungkap Ashari. Mengetahui tanah sudah berpindah tangan, keluarga ini pun memilih merebutnya dari tangan Chalim, dengan menggarap tanah itu menjadi lahan tebu sejak dua tahun lalu. (mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : slatem
  • Penulis : marga
  • Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI