Melihat Kiprah dan Prestasi Tim Reog Universitas Brawijaya

Juara Bertahan Festival Nasional, Manggung di Madagaskar

  • 18-06-2019 / 23:13 WIB
  • Kategori:Malang
Juara Bertahan Festival Nasional, Manggung di Madagaskar LANGGANAN JUARA: Tim Reog UB ketika tampil dalam satu kejuaraan, tim ini langganan juara nasional festival reog.

Kiprah seni mahasiswa Universitas Brawijaya merambah internasional. Tim reog UB baru saja tampil di Madagaskar. Nama tim Tari Reog kampus ternama itu adalah “Reog UB”. Terdiri dari sembilan mahasiswa-mahasiswi berbagai jurusan di UB dan 2 dosen pendamping. Mereka secara khusus di undang sebagai tamu kehormatan Kedutaan Besar RI Antananarivo Madagaskar.

Reog UB diundang di acara International Tourism Fairs of Madagaskar (ITFM) pada 13 -16 Juni 2019. Tim ini berkesempatan untuk pentas di pusat konferensi internasional Ivato (CCI Ivato), Antananarivo, Madagaskar.

Ketua tim Reog UB, Imam Restu Arizal menyampaikan Reog Brawijaya, sudah beberapa kali menjuarai Festival Nasional Reog Ponorogo. Tepatnya, selama dua tahun berturut-turut. Hal ini dirasa menjadi alasan mengapa timnya diundang secara khusus untuk tampil di luar negeri tersebut.

Pada tahun 2017 dan 2018 Reog Brawijaya menjadi Juara Umum pada festival yang rutin setiap tahun diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada Bulan Suro.

“Kami mendapat juara di kategori Penyaji Terbaik 1, Penata Tari Terbaik, dan Penata Iringan Terbaik sehingga berhak mendapatkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia namanya Piala Suromenggolo,” tegas Imam kepada Malang Post.

Mahasiswa Fakultas Hukum ini kemudian juga menganggap, diundangnya timnya tersebut juga dilandasi komitmen Kota Malang. Dalam melestarikan budaya seninya, khususnya seni tari. Melihat juga kampus yang bersungguh-sungguh dan memiliki komitmen tinggi untuk melestarikan budaya Indonesia, salah satunya adalah Kesenian Reog Ponorogo.

Terbukti pada peringatan Dies Natalis UB, lanjut Imam, kampusnya tersebut  mementaskan Reog Brawijaya. Beranggotakan beberapa mahasiswa yang mengikuti program Darma Mahasiswa (Biasiswa Mahasiswa Asing Di Indonesia/Pertukaran Pelajar) yang salah satunya berasal dari Madagaskar.

“Serta Reog Brawijaya telah beberapa kali diminta tampil dalam acara acara besar kementerian seperti kementerian kelautan dan perikanan, kementerian BUMN, dan kemenristekdikti,” cerita mahasiswa kelahiran Pasuruan ini.

Imam menerangkan pula kesannya dan tim ketika berkesempatan manggung di event ITM  Madagaskar tersebut. Dijelaskannya ITM 2019 kali ini sangat istimewa karena baru Tahun 2019 event tersebut dihadiri dan dibuka oleh kedua pimpinan tertinggi sekaligus.

Yakni Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara Madagaskar, yang sebelum sebelumnya hanya dihadiri dan dibuka oleh salah satu saja dari pimpinan tertinggi Madagaskar. Kemudian mereka pun sempat kaget melihat antusiasme orang yang hadir. Pasalnya jumlah pengunjung meningkat sejumlah 24,6 persen mencapai ribuan dibanding acara ITM tahun lalu.

“Lalu, tim Reog Brawijaya pentas sebanyak tiga kali dan selalu menjadi Point of View dari setiap rangkaian  pertunjukan. Ini sangat berkesan karena kami para mahasiswa secara pribadi maupun tim Reog Brawijaya sudah sering mengisi acara besar namun baru kali pertama mendapatkan kesempatan untuk Go International,” ungkap Imam gembira.

Mereka pun juga merasa sangat diterima oleh pemerintah hingga orang-orang di Madagaskar sana. Karena dari pihak KBRI maupun masyarakat Madagaskar sangat hangat bersikap dan bertutur kata mencoba membaur. Hal ini membuat timnya nyaman selama mengikuti acara ITM 2019 tersebut.

Pria kelahiran 1996 ini menerangkan, Tim Reog Brawijaya sendiri berdiri pada tanggal 28 September 2012. Reog Brawijaya berdiri atas inisiasi beberapa mahasiswa Universitas Brawijaya yang mencintai kesenian Reog Ponorogo.

Sejak tahun 2015 Reog Brawijaya telah mampu meraih juara dua dalam ajang tersebut dan bertahan hingga tahun 2016 yang juga meraih juara dua. Tahun 2017 Reog Brawijaya akhirnya mampu meraih prestasi puncak yaitu gelar juara umum Piala Presiden Festival Nasional Reog Ponorogo 2017.

Dengan berbagai torehan prestasi yang didapat, Reog Brawijaya juga  melebarkan sayapnya dengan merangkul mahasiswa dari mancanegara untuk belajar kesenian asli Indonesia ini.

“Mereka berasal dari berbagai negara di dunia, di antaranya India, Thailand, Jepang, Timor Leste, Madagaskar, Sudan, Uzbekistan dan Ukraina. Mahasiswa mancanegara yang tergabung dalam mahasiwa program Dharmasiswa ini sangat antusias dalam belajar Kesenian Reog Ponorogo, tegas Imam.

Beberapa pengalaman dan capaian Reog Brawijaya di tingkat nasional di antaranya memenuhi Undangan KEMENRISTEK DIKTI dalam Pentas Kehormatan Kontes Mobil Hemat Energi Tahun 2016. Memenuhi Undangan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Pentas Kehormatan Bulan Bhakti BKIPM di 2018.

Lalu pentas atas undangan Gubernur Jawa Timur dalam Pentas kehormatan  HUT ke-72 Tahun 2018 Provinsi Jawa Timur. Juga, sempat memenuhi Undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dalam Pentas Kehormatan Jatim Specta Night Carnival 2017.

“Penghargaan yang kami raih di antaranya Juara 1 Festival Nasional Reog Ponorogo XXIV Tahun 2017, Penata Iringan Terbaik Festival Nasional Reog Ponorogo XXIV Tahun 2017 lalu Penata Tari Terbaik Festival Nasional Reog Ponorogo XXIV Tahun 2017 sampai Juara Umum Piala Presiden Festival Nasional Reog Ponorogo XXIV Tahun 2017.(Sisca Angelina

  • Editor : ary
  • Uploader : abdi
  • Penulis : ica
  • Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Korban Laka Plaosan Terlindas Setelah Masuk Kolong Truk

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Jelang Hari Adhyaksa Diapresiasi Gubernur

Per Juli, Siswa SMA-SMK Tak Perlu Bayar SPP

Ma Chung Misi Jadi Kampus Praktikal

Marvel Umumkan Tanggal Tayang 'Black Widow' dan Fase 4 MCU

Harga Tiket Final Indonesia Open 2019