Kampus 2 Unira Malang

Siapkan Tekno Park untuk Kolaborasi Bidang Ilmu

  • 25-06-2019 / 17:30 WIB
  • Kategori:Kampus
Siapkan Tekno Park untuk Kolaborasi Bidang Ilmu KAMPUS 2: Pintu masuk Kampus 2 Unira Malang yang berada di Desa Palaan, Kecamatan Ngajuk. Kampus 2 Unira ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas pendidikan.

MALANG – Pembangunan Kampus 2 Universitas Islam Raden Patah (Unira) Malang yang berada di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, diawali dengan pembangunan sport centre. Di area ini, nantinya Unira akan menghadirkan kolam renang, lapangan basket serta bangunan lain yang digunakan untuk aktivitas olahraga seperti fitness centre.

Rektor Unira Malang, Hasan Abadi S.Ag MAP mengatakan, sport centre yang dibangun di area depan kawasan Kampus 2 ini nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga kampus. “Masyarakat umum juga dapat memanfaatkan area tersebut untuk aktivitas olahraga maupun kompetisi,” ujarnya saat ditemui Malang Post, kemarin.

Kampus 2 Unira sendiri dibangun di atas lahan seluas 12 hektar. Di lahan tersebut, lanjut Hasan, Unira akan menyiapkan berbagai fasilitas yang mendukung dunia pendidikan. Tidak hanya gedung kuliah, tetapi juga tekno park, perpustakaan, dormitory hingga amphitheatre yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas outdoor mahasiswa.

Untuk tekno park sendiri, merupakan integrated laboratory, yakni laboratorium yang digunakan secara bersama oleh berbagai bidang kelimuan, mulai dari biologi, teknik mesin, teknik elektro, kimia, fisika dan lainnya.

“Kolaborasi merupakan salah satu unsur sukses di masa depan. Itu sebabnya laboratorium di Kampus 2 nanti konsepnya adalah integrated laboratory yang digunakan bersama-sama oleh berbagai bidang ilmu. Dengan kolaborasi yang apik, tentu akan menghasilan karya akademis yang sempurna,” sambungnya. 

Sementara itu, tak kalah pentingnya, di Kampus 2 Unira Malang juga telah disiapkan area perumahan dosen dan karyawan. Namun Unira tidak membatasi perumahan tersebut hanya untuk dosen dan karyawan. Masyarakat umum juga diperkenankan memiliki rumah di kawasan tersebut. Saat ini lahan untuk perumahan sudah terjual 70 persen. (nda)

Editor : adinda
Uploader : slatem
Penulis : dinda
Fotografer : dinda

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU