MRH TERBENTUK LANGSUNG GARAP FESTIVAL

Kayu Tangan Jadi Ibu Kota Malang Raya Heritage

  • 25-06-2019 / 23:30 WIB
  • Kategori:Malang
Kayu Tangan Jadi Ibu Kota Malang Raya Heritage AKLAMASI: Para penggagas Malang Raya Heritage (MRH) aklamasi menunjuk Imawan Mashuri (empat dari kiri) sebagai Ketua MRH.

MALANG-Kekuatan pariwisata di Malang Raya akan bertambah dengan terbentuknya Malang Raya Heritage (MRH), Senin (24/6) lalu. Perkumpulan yang akan fokus pada pelestarian dan pencerahan budaya itu, ingin merawat karya-karya warisan, arsitektural, sejarah dan keluhuran zaman untuk  peradaban.

"Kekayaan heritage di Malang Raya akan menjadi tambahan kepariwisataan yang berakar pada keluhuran zaman. Nilainya akan berpengaruh terhadap kekuatan peradaban," demikian terang Imawan Mashuri, tokoh pers nasional yang dipilih aklamasi untuk menjadi Ketua MRH, kepada Malang Post, Selasa (25/6) kemarin.

Sejumlah tokoh Malang Raya, antara lain, Dukut Imam Widodo, penulis sejarah tempo doeloe, M. Dwi Cahyono, sejarawan, Budi Fathony, arsitek ahli cagar budaya, Iskandar Syahran pemilik gedung heritage Pelangi, Wiwi Suprihatno, CEO BNI Wilayah Malang, Febi Damayanti, Manajer Area Sarinah jatim, Ibnu Sasongko, Planolog Malang, M. Nor Muhlas, seniman dan juga Dirut PDAM, Sugeng Irawan, wartawan senior dengan sejumlah tokoh lainnya, Senin lalu mendeklarasikan terbentuknya MRH.

"Pembahasannya sudah lama, dengan banyak tokoh dan pemerintah terkait, hasilnya, lahir MRH itu," tegas Budi Fathony, yang juga pendamping aktif terwujudnya Kayutangan Heritage, itu.

MRH bekerja dalam satu wilayah utama Malang Raya, dan menetapkan Kayutangan sebagai ibu kotanya. Banyak rencana yang sedang dimatangkan. Tim berbagai bidang juga sudah dibentuk.

"Dan debut pertama kegiatannya adalah; Uklam-uklam Kayutangan Fest, bulan Agustus mendatang," lanjut Imawan yang juga Mashuri founder dan owner Arema Media Group & JTV itu.

Acara itu diketuai Febi Damayanti. Banyak hal menarik akan ditampilkan, bernuansa heritage dan yang terkait lainnya. Di Bulan Agustus nanti, MRH akan menjadikan kawasan Kayutangan Kota Malang sebagai Ibu Kota Malang Raya Heritage.

“Kenapa Kayutangan? Karena Kayutangan ini benar-benar memiliki struktur bangunan kolonial yang masih utuh. Masih lestari dan juga bernilai sejarah tinggi. Kami ingin membuat Kayutangan sebagai pusat kegiatan heritage di Malang Raya ke depannya,” urai Chief Executive Officer (CEO) AMEG.ID ini.

Dikatakannya lagi, festival ini akan memadukan konsep heritage Kayutangan, pagelaran seni Malang hingga kuliner-kuliner khasnya. Menurut Imawan, heritage akan menjadi sebuah nilai lebih yang dimiliki Kota Malang daripada kota atau daerah lain.

“Kita mulai dari Kayutangan. Kita deklarasikan sebagai Ibu Kota Malang Raya Heritage,” tegasnya.

Ia menegaskan, Malang Raya memiliki potensi luar biasa yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Seluruh komponen masyarakat akan diajak terlibat dalam berbagai kegiatan MRH ke depannya nanti. Untuk itu ia pun juga membutuhkan dukungan berbagai komponen masyarakat Malang Raya lainnya.

“Dan kami juga akan berpartner dengan Pemda. Kita akan mendukung program yang berhubungan dengan pengembangan heritage Malang Raya. Kita akan menjadi partner Pemda untuk membantu dan support,” imbuhnya.

Imawan menegaskan bahwa heritage itu adalah akar atau jati diri bangsa. Sehingga memelihara heritage berarti memelihara jati diri bangsa. Ia menegaskan, organisasi itu tak sekadar membangun awareness betapa pentingnya keberadaan heritage di Kota Malang saja, tapi juga Malang Raya.

“Kita bisa lihat sendiri bagaimana Malang ini, bukan hanya kotanya saja, memiliki banyak sekali peninggalan sejarah, yang sangat sayang jika tidak dikembangkan. Mulai dari Lawang sampai Kayutangan dan Kota Batu juga punya,” ungkap Imawan kepada Malang Post.

Potensi heritage ini, sudah waktunya untuk dikembangkan dan dibuat maju. Sehingga memberikan nilai lebih bagi Malang Raya. Selain itu juga dapat menjadi daya tarik untuk kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Beruntungnya, banyak pula kalangan, kelompok masyarakat yang juga peduli tentang pelestarian cagar budaya ataupun potensi wisata heritage tersebut. Maka dengan inisiatif sendiri kelompok ini duduk bersama dan bergabung menjadi satu.

“MRH ini terbentuk karena ada visi misi yang sama, yang konsennya ya untuk melestarikan dan mengembangkan heritage kita se Malang Raya. Kita ingin membangun kesadaran masyarakat juga. Itu yang utama,” pungkasnya.

Selasa kemarin, Imawan bertemu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko untuk berbicara tentang heritage. Sekaligus juga menemui para penggiat heritage di Batu, yang mendapat kepercayaan menggunakan rumah kuno di jalan Hasanuddin untuk kegiatannya.

"Ini kita jadikan markas kegiatan," kata Bagyo S. Prasasti, Direktur Batu Wisata Resourses yang akan menggarap Batu Heritage. (ica/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ica
  • Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Jelang Laga Bhayangkara, Latihan Sore Gajayana

Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

Jenazah Mahasiswi STIKI Dikawal Ketat Tim SAR

Passion Fruit Cake Dapur Cokelat

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ribuan Mahasiswa Baru UM Rebutan Kursi Bidikmisi

Deadpool 3 Masih Tunggu Marvel 'Tenang'

The Doctor Belum Mau Pensiun