Dosen Teknik UM Latih Guru SMK Membuat Media Edu-Game

  • 26-06-2019 / 13:55 WIB
  • Kategori:Sekolah
Dosen Teknik UM Latih Guru SMK Membuat Media Edu-Game SINERGI : Tim dosen teknik UM, Wahyu Nur Hidayat, S.Pd., M. Pd., Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd., bersama Wakil Dekan FT UM Dr. Eddy Sutadji, M. Pd dan Kepala SMKN 2 Singosari Dr. H. Ahmad Maksum, M. Pd.

MALANG – Tim Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pengabdian masyarakat dengan melibatkan guru-guru SMK se Malang Raya. Para guru SMK dilatih dalam meningkatkan keterampilan membuat media pembelajaran berbasis edu-game.

Acara berupa workshop digelar di SMK Negeri 2 Singosari, Sabtu (22/6) kemarin, dengan melibatkan Guru SMK se Malang Raya dari Bidang Studi Teknologi Komputer dan Informatika.
Tim pengabdian terdiri dari beberapa dosen, diantaranya Prof. Dr. Tri Atmadji, S., M.Pd., Dr. Ir Syaad Patmanthara, M.Pd. Dr. Eddy Sutadji, M.Pd. dan Wahyu Nur Hidayat, M.Pd. Dana pengabdian masyarakat dikucurkan dari Dana PNBP LP2M, Universitas Negeri Malang.

Ketua Pengabdian Masyarakat, Dr. Ir Syaad Patmanthara, M. Pd. mengatakan, edu-game dapat dimanfaatkan guru untuk menjelaskan materi pelajaran secara lebih detail dan tervisualisasi dengan baik.  Apalagi penggunaan smartphone di kalangan siswa sudah hal yang biasa di era saat ini. Sehingga dapat mendukung implementasi edu-game dalam proses pembelajaran. “Edu-game merupakan salah satu teknologi digital yang potensial untuk dikembangkan dan diterapkan dalam pendidikan,” kata Syaad Patmanthara kepada Malangpostonline.com. 

Hanya saja, kata dia, edu-game yang dinilai sangat potensial sebagai media pembelajaran digital di era milenial, belum diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan para guru. Sehingga tim dosen dari Fakultas Teknik UM perlu memberikan pelatihan kepada guru-guru. 

Syaad menuturkan, kemampuan mengembangkan mobile game menjadikan kompetensi yang sangat menjanjikan di abad 21. Selain mendapatkan pengetahuan baru terkait trend mobile game yang semakin berkembang setiap waktunya, juga dengan kemampuan ini pengembang mampu menjadikan profesi pengembang game sebagai profesi utama yang menjanjikan. 

“Apalagi didukung dengan adanya Google play monetize yang mewadahi pengembang untuk mengkomersilkan mobile game dan memberikan feedback kepada pengembang,” imbuhnya.
Adanya pelatihan mobile game dan Google play monetize untuk guru akan membantu dalam mengembangkan dan memproduksi mobile game. “Sekaligus bagaimana menggunakan Google play monetize untuk mendapatkan feedback,” tambahnya.

Materi pelatihan dibagi beberapa sesi, antara lain, ada materi mobile learning, asset game play, game platformer, mekanik dan level. Sedangkan di hari kedua, para peserta diberikan export cordova dan export android. Salah satu pemateri yang mengisi pelatihan yaitu Teguh Arie Sandy dari CV. Multidukasi.  Di akhir sesi, peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya mereka. 


“Kami berharap Workshop pembuatan edu-game ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital, khususnya game edukasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” pungkas Syaad. (imm/aim)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU