trial_mode: on

Eksepsi Mantan Direktur Percetakan Ditolak, Sidang Penggelapan Jalan Terus

  • 26-06-2019 / 17:02 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Eksepsi Mantan Direktur Percetakan Ditolak, Sidang Penggelapan Jalan Terus Eksepsi Mantan Direktur Percetakan Ditolak, Sidang Penggelapan Jalan Terus.

MALANG- Majelis hakim PN Malang, Noor Ichwan Ichlas Ria Adha SH, menolak eksepsi Thomas Zacharias, 68, warga Jalan Lembah Dieng Malang. Ia menegaskan hal ini dalam putusan sela yang dibacakannya dalam sidang di ruang anak PN Malang, Rabu (26/6) siang. 

Seperti diketahui, mantan Direktur CV. Mitra Sejahtera Abadi (MSA) itu duduk di kursi pesakitan setelah menggelapkan uang perusahaan sekitar Rp 900 jutaan. Dia dilaporkan pasangan suami istri, Herman Setiabudi dan Megawati, warga Jalan Kedondong Malang yang merupakan pemilik perusahaan percetakan tersebut, enam tahun lalu.

Hakim berpendapat, eksepsi yang diajukan Thomas melalui penasehat hukumnya, tidak dapat diterima karena isinya sudah masuk pokok perkara. "Sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi pelapor," ujar Noor Ichwan. Mendengar ini, Thomas harus menjalani hukumannya dari balik terali LP Lowokwaru.

Dalam sidang sebelumnya, penasehat hukumnya mengajukan eksepsi, yang intinya mempertanyakan isi surat dakwaan yang tidak sesuai. Padahal menurut JPU Kejari Malang, I Dewa Gede Putra Awatara, SH, Thomas terbukti dan jelas melakukan penggelapan uang itu mulai November 2009 hingga Juni 2013 di kantor CV. MSA, Jalan Indragiri IV Malang. 

"Dia juga sudah mengakui perbuatannya," kata Dewok, sapaan akrab jaksa ini. “Kebiasaan saksi  pelapor Megawati  ketika mendapatkan pemesanan pekerjaan CV. MSA, langsung disampaikan kepada terdakwa. Sehingga setelah dipotong biaya operasional, terdakwa membagi hasilnya sebesar 50 persen bersama saksi Megawati,” ungkapnya. 

Sayangnya, seringkali Thomas tidak pernah memberitahukan pemesanan atau pembayaran pekerjaan untuk CV. MSA kepada Megawati, termasuk tidak pernah menuliskan dalam laporan keuangan, utamanya pemesanan atau pembayaran dari Yasperin dan Perum Jasa Tirta. “Saksi Megawati sudah seringkali melakukan teguran,” tegasnya. (mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : irawan
  • Penulis : marga
  • Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI