Unbelieveable, Milo Sebut Sepak Bola Seperti Permainan yang Jahat

  • 30-06-2019 / 15:52 WIB
  • Kategori:Arema
Unbelieveable, Milo Sebut Sepak Bola Seperti Permainan yang Jahat Pelatih Arema, Milomir Seslija

MALANG - Kesempatan Arema untuk raih poin, setidaknya satu poin melayang di masa ekstra time, kala menjamu PS Tira Persikabo, Sabtu (29/6) malam. Keinginan singo edan untuk bisa comeback ke kompetisi Liga 1 dengan hasil manis usai libur satu bulan tidak terwujud. 

Bukan hanya gagal menang, Tim Singo Edan justru mengalami kekalahan di kandang sendiri, di depan Aremania. Bertanding di Stadion Gajayana, Kota Malang, Hamka Hamzah dkk kalah 1-2 dari tim Tira Persikabo.

Kekalahan Arema dipastikan oleh gol Parfait Essengue di menit 93. Gol tersebut mengubah hasil 1-1 yang sudah di depan mata. Setelah sebelumnya Makan Konate mencetak gol penyama kedudukan di menit 80 dan Tira unggul di babak pertama melalui gol Osas Saha di menit 25. 

Usai laga Pelatih Arema Milomir Seslija tidak percaya dengan hasil tersebut. Dia menyebutkan gol kedua lawan sebagai tendangan yang menjadi masalah dan tidak bisa dipercaya. "Unbelieveable," tegas dia. 

Pelatih dengan sapaan akrab Milo itu menyebutkan sepak bola seolah permainan yang jahat. Sejak awal Arema bermain menyerang dan terbuka, tetapi tim tamu justru mencetak gol dengan serangan balik. Lalu, akhirnya mencetak gol kemenangan dari tendangan jarak jauh, yang gagal diantisipasi Kartika Ajie.

"Kami main bagus. Satu serangan balik dan kami terkena satu gol di babak pertama. Lalu, karena lapangan yang licin, pemain terpeleset dan kami kebobolan gol kedua. Sepak bola itu seperti permainan yang jahat," ungkapnya.

Ia mengatakan, Arema lebih banyak menyerang, memiliki banyak peluang. Sementara, dalam laga kemarin, Tira memiliki dua peluang dan semuanya menjadi gol. 

"Saya anggap ini bukan hari Arema. Kami mendominasi permainan, tetapi berbuat kesalahan," papar dia. 

Pelatih asal Bosnia itu seolah tidak percaya dengan hasil akhir pertandingan. Tetapi, dia menyadari adanya kurang konsentrasi dari tim yang membuat mereka harus menanggung akibatnya. 

"Ini risiko kami bermain terbuka dan menyerang. Kalau tidak bisa memanfaatkan peluang jadi gol, lawan yang menang," tambahnya. (ley/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ley
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI