Mahal Berlipat Ganda Dibanding UKT SBMPTN

JALUR MANDIRI TEMBUS Rp 50 JUTA

  • 05-07-2019 / 22:24 WIB
  • Kategori:Malang
JALUR MANDIRI TEMBUS Rp 50 JUTA Mahasiswa baru Universitas Negeri Malang (UM) saat mengikuti acara mahasiswa baru di Gedung Graha Cakrawala. Bagi yang tak lolos SBMPTN harus bersiap mendaftar ke jalur mandiri, dengan biaya lebih mahal

MALANG-Para calon mahasiswa sedang harap-harap cemas menunggu hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Pengumumannya digeber Selasa (9/7) pada pukul 15.00 WIB pada laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Bagi yang tak lolos, harus bersiap mendaftar ke jalur mandiri, dengan biaya lebih mahal. Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) mulai dari Rp 14 juta, Rp 53 juta hingga Rp 130 juta. 

Ya, SBMPTN merupakan jalur terakhir setelah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN). Selanjutnya bagi peserta yang masih belum lolos harus memilih alternatif lain salah satunya mengikuti jalur mandiri. Sejumlah universitas negeri telah membuka pendaftaran jalur mandiri.

Bahkan, salah satu perguruan tinggi negeri di Malang yakni Universitas Brawijaya (UB) telah membuka pendaftaran seleksi jalur mandiri. UB membuka secara online sejak 24 Juni lalu dan akan ditutup pada 10 Juli mendatang.

Seleksi jalur mandiri UB terdiri dari tiga kelompok ujian yaitu Saintek, Soshum, dan campuran. Untuk kelompok ujian tunggal para pendaftar harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 500 ribu, sedang untuk kelompok ujian campuran sebesar Rp 750 ribu.

"Jalur mandiri maksimal kuotanya 30 persen,  untuk kriterianya bisa dilihat di laman Selma UB," Wakil Rektor I Prof. Dr. Aulani'am, DVN., DES kepada Malang Post.

Untuk jalur mandiri kali ini, UB menetapkan kuota 30 persen dari jumlah total mahasiswa baru yang diterima sebanyak 13.215. Untuk lebih meningkatkan kualitas, selain tes tulis, tahun ini UB memberikan kriteria lain. Berupa portofolio prestasi bagi pendaftar jalur mandiri pada sejumlah Prodi seperti pada Prodi seni rupa. Sedang soal ujian disiapkan langsung oleh tim dari UB sendiri.

"Karena SBMPTN UB murni dari hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), untuk jalur mandiri ditambahkan portofolio tambahan, dan ada jalur prestasi juga," sambungnya.

Pelaksanaan tes tulis seleksi mandiri UB dijadwalkan pada 15 Juli yang disiapkan oleh tim khusus dari UB. Untuk hasilnya akan diumumkan pada tanggal 20 Juli. Selanjutnya, UB juga mengumpulkan pemberkasan secara online pada tanggal 21 hingga 26 Juli mendatang.

"Sudah banyak tipe soal yang sudah disiapkan oleh tim dari UB untuk tes seleksi mandiri, jadi tidak mungkin bocor," ujarnya.

Mengacu pada pembiayaan tahun sebelumnya yang dapat diakses pada laman selma.ub.ac.id, UB memberikan opsi pembiayaan SPP Per semester dan Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) yang harus dibayar lunas pada awal perkuliahan. Biaya terendah ada pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) kategori I sebesar Rp. 4,5 juta untuk SPP per semester, dan Rp 14,260 juta untuk kategori I SPFP.

Kemudian untuk biaya tertinggi ada pada prodi Fakultas Kedokteran Gigi dengan biaya SPP kategori I per semester sebesar Rp. 8,825 juta, dan Rp. 130,435 juta untuk kategori SPFP. Jika dibandingkan dengan biaya SBMPTN sebelumnya yang menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), biaya mandiri tersebut beberapa kali lipat jauh lebih tinggi.

Seperti halnya pada prodi Teknik Industri pada ketentuan pembiayaan UKT SNMPTN/SBMPTN sebelumnya yang ada pada kategori VI (tertinggi) yakni sebesar Rp 8,5 juta. Kemudian pada ketentuan pembiayaan jalur mandiri, Teknik Industri kategori III (tertinggi) SPP per semesternya sebesar Rp 6,4 juta dan kategori I SPFP mencapai Rp 53,285. Coba bandingkan dengan UKT SNMPTN/SBMPTN di Teknik Industri yang hanya Rp 500 ribu per semester.

Namun untuk seleksi kali ini, UB masih belum menentukan pembiayaan secara pasti. Informasi mengenai tata cara registrasi dan pembayaran biaya pendidikan akan diumumkan lebih lanjut pada laman resmi selma UB.

Sementara itu, Universitas Negeri Malang (UM) juga telah membuka seleksi jalur mandiri sejak 26 Juni sampai dengan pada 12 Juli mendatang. Sama dengan UB, UM juga menyediakan kuota bagi jalur mandiri hingga 30 persen dari keseluruhan kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

"Tahun ini kuotanya 30 persen, pendaftar bisa mengikuti Tes Mandiri Berbasis Komputer (TMBK) atau bisa menggunakan nilai UTBK sebelumnya," kata Wakil Rektor I UM Prof. Dr. Eko Budi Soetjipto, M. Ed., M.Si.

Pendaftar jalur seleksi mandiri di UM kali ini juga bisa mengikuti kedua opsi tes TMBK dan menggunakan nilai UTBK sekaligus. Jadi mereka bisa memilih mana hasil yang paling baik untuk memilih prodi yang diinginkan pada jalur mandiri kali ini. TMBK UM akan dilaksanakan pada 16 hingga 18 Juli, dan hasilnya akan diumumkan pada 24 Juli mendatang.

Lebih lanjut Prof Budi menyampaikan bahwa pada jalur mandiri kali ini peluang besar untuk diterima ada pada prodi-prodi vokasi. Mengacu pada seleksi mandiri tahun sebelumnya, prodi-prodi tersebut kurang diminati oleh para pendaftar. Bahkan persaingannya hanya berkisar 1 banding 3 peserta yang berhasil diterima.

"Peluang terbesar ada pada prodi-prodi vokasi, tahun lalu kurang diminati. Padahal prodi vokasi di UM itu multi exit, nantinya mereka bisa memilih untuk lulus D3 atau D4 yang setara S1," terangnya.

Untuk pembiayaan, UM telah merilis rincian pendidikan bagi mahasiswa jalur mandiri pada lima puluh sembilan prodinya. UM menetapkan Uang Kuliah Semester (UKS) yang dibayar per semester, dan Sumbangan Pengembangan Sarana Akademik (SPSA) yang dibayar satu kali selama kuliah.

"Untuk jalur mandiri, mahasiswa akan dikenakan SPSA sebagai upaya subsidi silang antara mahasiswa mampu dan kurang mampu," imbuhnya.

Biaya pendidikan terendah ada pada Prodi Perpustakaan dengan UKS Rp. 5,4 juta dan SPSA sebesar Rp 7,5 juta. Sementara untuk biaya tertinggi terdapat pada delapan prodi salah satu di antaranya adalah prodi S1 Akuntansi dengan UKS Rp 6,96 juta, dan SPSA sebesar Rp 25 juta.

Di sisi lain, seleksi mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kali ini menyediakan dua jalur, yakni jalur tes tulis dan jalur prestasi. Pada jalur prestasi, terdiri dari prestasi akademik dan non akademik. Untuk non akademik, terdiri dari seni, olahraga, dan tahfidz Al Quran. Perndaftaran jalur mandiri telah dibuka sejak 6 Mei, dan akan ditutup pada 15 Juli mendatang.

"Untuk mandiri ini ada beberapa jalur. Pertama jalur ujian tulis, dan jalur prestasi yakni ademik, seni, olah raga & tahfidz Al Qur'an," kata Kabag Akademik Hilmy, S.H.

Sesuai dengan jadwal, tes akan dilaksanakan pada 23 Juli yang akan terdiri dari sejumlah rangkaian tes. Pertama adalah tes kemampuan dasar (TKD), Tes Kemampuan Bidang (TKB) IPA atau IPS, serta tes baca tulis Al Quran. Untuk porsi jalur akademik maupun jalur prestasi kuotanya akan disesuaikan pertimbangan usai pelaksanaan tes pada 23 Juli mendatang.

"Ini (porsi penerimaan) pimpinan nanti yang menentukan, melihat dari hasil tes atau seleksi," lanjutnya.

Tak jauh berbeda dengan seleksi mandiri tahun sebelumnya, kali ini kuota jalur mandiri UIN adalah 20 persen dari keseluruhan jumlah total penerimaan mahasiswa baru  3.678. Yaitu sekitar 735 mahasiswa. Jumlah tersebut lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 3.454. Jumlah tersebut menyesuaikan dengan kapasitas mahad atau asrama yang tahun ini mengalami peeluasan.

Jalur mandiri UIN diperuntukan bagi lulusan SMA sederajat maksimal tahun 2017. Calon pendaftar setidaknya juga harus menunjukkan Surat Keterangan Lulus (SKL). Ketentuan selanjutnya, para calon pendaftar juga harus memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran.

Pendaftaran jalur mandiri UIN dilakukan secara online pada laman https://uin-malang.ac.id/pendaftaran/. Sebelumnya pendaftar harus membayar biaya pendaftaran ke bank sejumlah Rp. 300 ribu. Sedang hasil tes akan diumumkan pada 26 Juli. Pengumuman tersebut sekaligus akan melampirkan ketentuan pembiayaan yang menjadi kewajiban.

"Untuk biaya pendidikan akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman kelulusan,"   imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Hilmy, mengacu pada seleksi mandiri tahun sebelumnya terdapat tiga prodi yang paling diminati oleh para pendaftar. Prodi pertama yang paling diminati adalah prodi-prodi pendidikan, kemudian kedua adalah Prodi Manajemen, dan yang terakhir adalah Prodi Pendidikan Agama Islam.(mg3/ary)

Editor : Ary
Uploader : hargodd
Penulis : asa
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU