BNN Kabupaten Malang Lakukan Asesmen Terpadu Pada Tersangka Narkotika, Ini Tujuannya

  • 06-07-2019 / 17:05 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
BNN Kabupaten Malang Lakukan Asesmen Terpadu Pada Tersangka Narkotika, Ini Tujuannya Tersangka LFW ketika menjalani asesmen di BNN Kabupaten Malang.

MALANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang, melakukan asesmen terpadu terhadap tersangka narkotika, Jumat (6/7). Yakni, LFW, 25, warga Kecamatan Tumpang. LFW yang tercatat masih tahanan Polres Malang ini, sebelumnya ditangkap polisi karena kasus narkotika jenis sabu-sabu (SS).

"Asesmen terhadap tersangka LFW ini, untuk mengetahui apakah terlibat jaringan pengedar, pecandu atau hanya korban. Hasil dari asesmen ini, akan dilampirkan dalam berkas perkara sebagai pertimbangan Hakim, untuk membuat putusan," ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut CPM Agus Musrichin kepada Malangpostonline.com.

Menurutnya, asesmen yang dilakukan oleh BNN ini adalah wujud dari implementasi Undang-undang nokor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, terutama pada pasal 54 dan 127. Serta surat edaran Mahkamah Agung No: 04 tahun 2010 dan peraturan bersama tujuh lembaga kementerian yang ditandatangani 11 Maret tahun 2014,  tentang penanganan pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika ke dalam rehabilitasi.

 

 

"Tersangka ini menggunakan narkoba untuk dirinya sendiri, tidak terindikasi terlibat dalam peredaran gelap narkoba. Namun demikian tetap perlu dilakukan asesmen terpadu," terangnya.

Dikatakannya, bahwa orang yang memakai narkotika secara sadar dan berulang kali, dikategorikan sebagai pecandu. Sebab ada gejala ketergantungan dari efek rasa yang dirasakan. Sedangkan disebut korban penyalahgunaan narkotika, ketika mengonsumsi tanpa sepengetahuan dirinya dan tidak ada niatan untuk mengonsumsi.

"Latar belakang yang menjadikan orang mengonsumi narkotika, karena sebagai dopping kerja, serta karena atas bujuk rayu teman, bahwa zat yang dikonsumsinya adalah jamu," jelasnya.

Sementara, dalam asesmen, LFW, mengaku kalau dirinya menyalahgunakan narkoba karena ajakan temannya. Selain itu, karena frustasi setelah bercerai dengan istrinya. Untuk menghilangkan penatnya, dan mendorong semangat kerjanya akhirnya mencoba mengkonsumsi SS.

Tim asesmen terpadu ini merupakan gabungan dari beberapa instansi. Pertama adalah tim asesmen hukum, yang terdiri penyidik BNN, Polri serta Jaksa. Tugas tim ini menganalisa keterlibatan tersangka dari sisi tindak pidana.

"Satu lagi yaitu tim psikolog BNN, yang merupakan Tim Asesmen Medis. Tim ini berfungsi menentukan tingkat adiksi atau kecanduan tersangka sekaligus  kondisi fisik dan psikisnya setelah menjadi penyalahgunaan narkoba," bebernya.(agp/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU