Bapak-Anak Kompak Jadi Blandong, Satu Kubik Dijual Rp 1 juta

  • 09-07-2019 / 19:31 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Bapak-Anak Kompak Jadi Blandong, Satu Kubik Dijual Rp 1 juta Tersangka bapak - anak, Giyarto dan anaknya Hengki, dengan barang bukti kayu hasil kejahatan.

MALANG - Bapak - anak warga Dusun Nampurejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, kompak. Keduanya sama-sama meringkuk dalam tahanan Mapolres Malang, sejak akhir pekan lalu. Mereka ditahan atas kasus pencurian kayu hutan.

Kedua tersangka adalah Giyarto, 47, serta anaknya Hengki, 24. Selasa (9/7) sore, dengan memakai seragam tahanan warna oranye, mereka digelandang petugas menuju penyimpanan barang bukti, untuk nenunjukkan kayu hasil curiannya.

"Mereka berdua ini bapak-anak. Perannya, untuk anaknya bertugas mencuri. Sedangkan bapaknya, bagian menjual kayu hasil curian," ujar Kanit Idik II Satreskrim Polres Malang, Iptu Agung Hartawan.

 

Baca Juga: 

 

Kayu hutan yang dicuri adalah jenis jati dan mahoni. Mereka mencurinya di Petak 107 Dusun Nampurejo, Desa Banjarejo, Donomulyo. Hengki yang bertugas mencuri, menebangnya dengan menggunakan gergaji mesin.

Setelah terpotong menjadi beberapa bagian dengan ukuran 1 - 2 meter, kayu curian itu diangkut dengan motor untuk dibawa ke perladangan miliknya. "Ada 20 pohon yang saya tebang. Penebangan saya lakukan sendiri selama tiga hari," ucap tersangka Hengki.

Selanjutnya, untuk menghilangkan barang buktinya, kayu curian itu dicampur dengan kayu desa yang legal. Kemudian rencananya akan dibawa ke Pasuruan untuk dijual. Tetapi belum sempat ke lokasi penjualan, polisi berhasil menggagalkan.

"Penangkapan mereka ini setelah ada informasi dari pihak Perhutani adanya pencurian kayu hutan. Setelah kami selidiki dan diketahui pelakunya mereka ini, akhirnya langsung diamankan," jelas Agung Hartawan.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka bapak - anak ini, adalah tiga buah gergaji, 200 batang kayu jati ukuran 1 - 2 meter, 13 batang kayu mahoni serta kendaraan truk N-8275-UE yang digunakan mengangkut kayu.

Sementara, Giyarto, mengaku kalau dirinya baru sekali berniat menjual kayu hasil curian. "Satu kubik saya jual dengan harga Rp 1 juta. Harganya memang murah karena kayu hatinya masih muda," ucapnya. (agp/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU