Usai Dipugar, Monumen Chairil Anwar Diusulkan Jadi Cagar Budaya

  • 09-07-2019 / 19:35 WIB
  • Kategori:Malang
Usai Dipugar, Monumen Chairil Anwar Diusulkan Jadi Cagar Budaya Proses pemugaran Monumen Tokoh Nasional Indonesia Chairil Anwar di kawasan Kayutangan Kota Malang sudah hampi rampung 100 persen.

MALANG- Proses pemugaran Monumen Tokoh Nasional Indonesia Chairil Anwar di kawasan Kayutangan Kota Malang sudah hampi rampung 100 persen. Selain bentuknya yang kian megah dan cantik. Monumen ini juga akan diusulkan menjadi cagar budaya Kota Malang.

Hal ini disampaikan Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Agung H. Bhuana belum lama ini saat dimintai tanggapan berkaitan dengan monument bersejarah Kota Malang tersebut.

Ia mengatakan  penetapan cagar budaya akan dilakukan tahun ini.  Hal ini penting karena monument Charil Anwar menjadi simbol berpengaruh khususnya di Kota Pendidikan Malang ini.

 

Baca Juga:

 

"Monumen Chairil Anwar memiliki nilai sejarah yang luar biasa, dan akan ditetapkan sebagai cagar budaya  tahun ini," jelasnya.

Penetapan itu juga berkaitan dengan akan ditetapkannya kawasan Kayutangan sebagai kawasan wisata heritage.

Sehingga, Monumen  Chairil Anwar itu belum lama ini dilakukan pemugaran pada area tamannya. Harapannya mampu memberi kenyamanan tersendiri bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Kayutangan nantinya.

Lebih jauh Agung menyampaikan, Monumen Chairil Anwar itu sendiri diinisiatori oleh H Hudan Dardiri untuk menghormati Chairil Anwar sebagai penyair sekitar tahun 1955.

Terlebih, penyair kelahiran Medan itu pernah menginjakkan kakinya di Kota Malang saat menghadiri Sidang Pleno Ke-5 Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang kemudian berubah menjadi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tahun 1947.

Sidang tersebut berlangsung pada 27 Februari hingga 5 Maret 1947 di Gedung Concordia Societiet yang kini menjadi pusat pertokoan atau mal Sarinah. Lokasi itu dekat sekali dengan berdirinya patung tersebut.

"Di Indonesia hanya ada dua monumen Chairil Anwar. Kota Malang lebih istimewa karena Chairil Anwar tak disandingkan dengan tokoh mana pun dan lebih menonjol," ungkap Agung. Ia menambahkan, di Indonesia, hanya ada dua monumen yang menunjukkan kegagahan tokoh sastrawan kenamaan itu.

Belum lama ini, monumen yang tepat berada di depan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus itu telah selesai dipugar dan ditinggikan dengan gaya taman yang lebih segar. Hingga kemarin, proses pemugaran sudah hampir rampung. (ica/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ica
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ofo Bekas

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Galakkan Minum Teh

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4

Perang dan Intrik dalam Trailer Terbaru 'The King;s Man'