Ini Cara Lapas Wanita Sukun Agar Pengunjung Taat Aturan

  • 10-07-2019 / 14:49 WIB
  • Kategori:Malang
Ini Cara Lapas Wanita Sukun Agar Pengunjung Taat Aturan Demi memberikan pelayanan maksimal, Lapas Wanita Klas IIA Malang akan menghadirkan inovasi baru yang akan segera di launching.

MALANG - Demi memberikan pelayanan maksimal, Lapas Wanita Klas IIA Malang akan menghadirkan inovasi baru yang akan segera di launching. Terobosan baru tersebut diberi nama Tika Suparti. Nantinya, keluarga dan kerabat dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) akan mendapatkan reward jika mengunjungi kerabatnya dan mematuhi aturan yang ditetapkan.

Kepala Lapas Klas IIA Malang, Ika Yusanti mengungkapkan, inovasi yang diberi nama Tika Suparti merupakan singkatan dari terima kasih atas support dan partisipasi bagi para pengguna layanan, yakni pengunjung WBP. "Inovasi ini kami susun untuk membangun partisipasi pengguna layanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai prosedur," terang dia dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Aula Lapas Wanita Klas IIA Malang, Rabu (10/7).

Dalam pelayanan tersebut, nantinya Lapas akan memberi reward kepada para pengunjung. Bagi para pengunjung yang tidak membawa barang akan diberi stampel gold. Sementara, bagi para pengunjung yang membawa barang bawaan, akan diberi stampel silver. "Nantinya, stampel tersebut akan dikumpulkan. Kalau yang gold sudah terkumpul sebanyak 15 buah dan yang silver 30 buah, pengunjung akan mendapat tambahan jam kunjungan selama 30 menit," papar dia.

Untuk pengunjung yang berasal dari luar kota, berhak mendapatkan stampel sebanyak dua kali. "Kalau pengunjung bisa menunjukkan  KTP luar kota, akan kami beri kesempatan untuk mendapatkan stempel dua kali. Sebab, ia tidak bisa berkunjung kesini setiap hari, hanya sesekali saja," kata Ika.

Setiap harinya, lanjut dia, jadwal khusus kunjungan terbagi dalam dua sesi, yakni pukul 09.30 hingga pukul 12.00 dan pukul 13.30 sampai pukul 15.00. "Namun, per orang mendapat jatah kunjungan selama satu jam saja," papar dia

Dia menilai, inovasi tersebut baru pertama kalinya dilakukan di lingkup lapas. Saat ini, terobosan tersebut baru akan dilakukan dalam jangka pendek. "Nantinya, kami akan evaluasi. Ke depan, kami akan mempertimbangkan untuk beralih ke IT. Keinginannya bisa menggunakan sistem barcode," pungkas dia. (tea/aim)

  • Editor : aim
  • Uploader : irawan
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ofo Bekas

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Galakkan Minum Teh

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4

Perang dan Intrik dalam Trailer Terbaru 'The King;s Man'