Jarang Berakibat Fatal, Ini Beda Chikungunya dengan Demam Berdarah

  • 10-07-2019 / 16:20 WIB
  • Kategori:Nasional
Jarang Berakibat Fatal, Ini Beda Chikungunya dengan Demam Berdarah Chikungunya adalah penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes albhopictus.(CNN/ist)

MALANGPOSTONLINE.COM - Puluhan warga Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor diserang penyakit Chikungunya. Menghimpun dari berbagai sumber, menjangkitnya penyakit membuat Dinas Kesehatan setempat berupaya mengurangi persebaran dengan pengasapan atau fogging.

Chikungunya adalah penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes albhopictus. Penyakit ini banyak merebak di wilayah tropis, tak terkecuali Indonesia. 

Disebarkan oleh genus yang sama membuat gejala chikungunya kerap disamakan dengan demam berdarah. Kendati demikian, keduanya tetap memiliki perbedaan, seperti dikutip dari CNN, Rabu (10/7).

Virus penyebab
Nyamuk boleh sama tetapi virus penyebab berbeda. Penyakit chikungunya disebabkan oleh Togaviridae alphavirus. Sedangkan DBD disebabkan oleh Flavirideae flavivirus.

Inkubasi hingga timbul gejala
Setelah nyamuk mengisap darah manusia, virus akan tertinggal di aliran darah. Namun, virus tak serta merta menimbulkan gejala. Mereka akan mengalami masa inkubasi terlebih dahulu. 

Virus DBD mengalami masa inkubasi rata-rata selama 4-7 hari. Gejala demam umumnya muncul setelah masa inkubasi. Sementara virus penyebab penyakit chikungunya mengalami masa inkubasi selama 2-4 hari, yang dilanjutkan dengan gejala demam dan menggigil.

Gejala
Saat terserang DBD maupun chikungunya, biasanya pasien akan mengalami demam, rasa sakit pada persendian, sakit kepala, timbul ruam merah, dan rasa sakit pada mata.

Akan tetapi pada chikungunya, persendian yang sakit biasanya pada bagian tangan dan kaki. Bahkan bisa timbul bengkak dan sangat terasa sakit ketika pagi. Sedangkan pada DBD, rasa nyeri akan terasa pada persendian lutut dan pundak kemudian nyeri otot punggung, lengan dan kaki. 

Sakit persendian pada chikungunya bisa berujung pada arthritis atau peradangan sendi. Ini pula yang membuat penyakit ini bernama chikungunya. Nama 'chikungunya' berasal dari bahasa Tanzania yang berarti 'menjadi berkerut'. Ini merujuk pada kondisi pasien yang kerap jalan membungkuk saat merasakan nyeri persendian akibat chikungunya.

Kemudian satu perbedaan mendasar kedua penyakit ialah gejala pendarahan. DBD lekat dengan pendarahan pada gusi atau hidung. Sedangkan pendarahan tak selalu terjadi pada pasien chikungunya. 

Komplikasi
DBD bisa mengancam nyawa seseorang. Jika tidak ditangani dengan tepat, akan timbul komplikasi berupa kesulitan bernapas, disfungsi organ tubuh, dan pendarahan hebat. 

Berbeda dengan DBD. Penyakit chikungunya jarang berakibat fatal. Hanya sekitar 5-10 persen pasien yang mengidap arthritis kronis. (CNN/els/asr/tem/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : CNN
  • Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Ofo Bekas

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Galakkan Minum Teh

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4

Perang dan Intrik dalam Trailer Terbaru 'The King;s Man'