trial_mode: on
raden inu kertapati

Filosofi Cinta Awali Festival Panji Nusantara

  • 10-07-2019 / 23:39 WIB
  • Kategori:Malang
Filosofi Cinta Awali Festival Panji Nusantara PEMBAWA NILAI: Penampilan sendratari Wayang Panji di Pra Festival Panji Nusantara tadi malam menyuguhkan nilai-nilai kebajikan.

MALANG- Kisah Raden Inu Kertapati yang juga disebut Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji (Galuh Candrakirana) menemukan cinta memukau di Pra Festival Panji Nusantara 2019,  Rabu (10/7) tadi malam. Kegiatan yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) Kota Malang ini sebagai bukti Kota Malang kaya budaya.

Kisah yang penuh filosofis itu disuguhkan secara menarik. Puluhan pelajar SMAN 10 Malang, penari Kampung Budaya Polowijen dan Sanggar Trisno Budoyo Tasikamadu menunjukkan kebolehan mereka membawakan kisah Panji ini dalam sebuah seni tari.

Penampilan sendratari Wayang Panji menjadi pembuka rangkaian festival yang akan diadakan selama tiga hari di TKBJ. Tadi malam, ratusan warga dan penikmat seni menikmati kisah Panji yang dibalut dengan unik.

Dalam narasi sendratari ini, kisah Panji memberikan gambaran tentang tahapan-tahapan penting sejarah kehidupan manusia. Juga menjelaskan peradaban masyarakat Jawa antara abad  ke14-15 mulai dari tutur bahasa hingga cara berperilakunya.

Festival Panji Nusantara sudah diadakan ketiga kalinya. Pertama secara lokal dengan Provinsi Jawa Timur pada 2017. Di tahun 2018, Festival Panji Internasional, kemudian tahun ini, Panji Nusantara. Dengan tamu pendukung dari sejumlah provinsi di Indonesia seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Hal ini dijelaskan Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Malang Achmad Supriadi kemarin malam di sela rangakaian awal Festival Panji Nusantara 2019 ini. “Untuk tahun ini, Kota Malang menjadi tuan rumah Festival Panji, tetapi pada penutupan. Pembukaan sudah di Kabupaten Blitar,” jelas pria yang akrab disapa Pri ini. Sementara itu sendratari Wayang Panji yang dibawakan puluhan pelajar tidak hanya menceritakan kisah Panji yang selama ini sering digambarkan.

Pri menjelaskan filosofi cerita Panji mengenai mencari dan menemukan. Seperti kisah tentang rembulan dan matahari yang digambarkan bagaikan sepasang kekasih. Bulan lambang kesetiaan dan  ketulusan cinta. Janji bulan untuk tetap setia pada matahari.

Berbagai varian cerita Panji selalu mengisahkan upaya pencarian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh dengan halang rintang, termasuk harus melakukan penyamaran. Namun usaha keras itu akhirnya tidak sia-sia. Cerita Panji mengajarkan kesetiaan dan usaha keras untuk menjaganya, meski pada saat yang sama kesetiaan itu sendiri memiliki tafsir yang berbeda.

“Kisah Panji memiliki nilai universal luar biasa, yaitu menjadi acuan kepahlawanan, penghargaan kemanusiaan, mengetengahkan etika pergaulan, dan diplomasi pergaulan” tegasnya menceritakan mengapa sendratari Wayang Panji dijadikan pembuka dalam rangkaian Festival Panji Nusantara di Kota Malang tahun ini.

Hal itu, lanjutnya, terlihat dari sepak terjang Raden Inu atau Panji dalam kisah-kisahnya. Tokoh tersebut selalu menjunjung nilai-nilai kebajikan. Inilah yang diangkat dalam Sendratari Wayang Panji.

Festival Panji Nusantara 2019 diselenggarakan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam program Indonesiana.  Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Disbudpar Kota Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, yang kemudian membentuk tim kurator dan tim pelaksana.

“Juga festival ini dikemas dengan cara milenial. Ada kolaborasi antara Tari Topeng Malang dan Beskalan. Juga sebelum ini ada pra event workshop-workshop manajemen event yang menyasar anak-anak muda,” paparnya.

Sementara itu rangkaian kegiatan utama baru akan dimulai, Kamis (11/7) hari ini. kegiatan kegiatan yang akan dditampilkan di antaranya diawali Dongeng Cerita Panji yang dibawakan Kampung Dongeng Malang Raya. Ada pula Lomba Mewarna Cerita Panji tingkat Taman Kanak-Kanak.

Tidak hanya itu saja di siang harinya, terdapat pagelaran Komunitas Bantengan dan Jaranan Kota Malang. Dilanjutkan dengan Festival Panji Nusantara 2019. “Dalam festival ini akan ada Parade Tari Budaya Panji Kota Malang,  dari DI Jogjakarta, pertunjukan Sanggar Jaka Baru dari Jawa Barat dan pertunjukan Teater Komunitas Kota Malang,” papar Pri.

Kemudian, pada Jumat (12/7) mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB akan ada perform Dongeng Cerita Panji dan Lomba Mewarna Wayang Panji tingkat SD. Kemudian dilanjutkan Pagelaran Komunitas Reog Kota Malang.

Sementara dari Pukul 19.00 sampai 22.00 WIB, warga bisa menikmati rangkaian festival seperti Tari Selamat Datang dari Kota Malang, pertunjukan Sanggar Miroto dari DI Jogjakarta, pertunjukan Sanggar Ida Elbahra Sulawesi Selatan, pertunjukan Sanggar Paripurna dari Bali, hingga pertunjukan Sanggar Sapujagad asal Kota Blitar.

Festival ini pun menjadi wadah kumpulnya Komunitas Topeng Malang. Di antaranya ikut berpartisipasi, Kampung Budaya Polowijen, Sanggar Trisno Budoyo Tasikamadu Kota Malang.

Lalu ada Gebak Watang Topeng yang dibawakan Sanggar Asmoro Bangun Kedungmongo Pakisaji dan Sanggar Galuh Condro Kirono Jambuwer Kecamatan Kromengan. Selain itu, Sanggar Mangundarmo Tulus Besar dan Sanggar Setyo Utomo Glagahdowo dari Kecamatan Tumpang juga Sanggar Laras Aji dari Kabuaten Malang ikut bergabung.

Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : ica
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI