trial_mode: on
Solusi Atasi Macet Akibat Tol Mapan Diusulkan ke Gubernur/

Mulai Antisipasi Konflik Pembebasan Lahan

  • 10-07-2019 / 23:45 WIB
  • Kategori:Malang
Mulai Antisipasi Konflik Pembebasan Lahan BERTAHAN: Pemilik rumah di lokasi terdampak Seksi 5 Tol Mapan di Madyopuro Kota Malang masih mempertahankan lahan mereka.

MALANG-Pemprov Jatim melalui Bakorwil III Malang turun tangan atasi persoalan pembangunan tol Malang Pandaan (Mapan) yang masih tersisa, Rabu (10/7) kemarin. Yakni pembebasan lahan terdampak tol Seksi Pakis-Malang (Madyopuro) dan urai kemacetan di sekitar gerbang Singosari.

Kepala Bakorwil III Malang Drs Benny Sampirwanto MSi yang memimpin pertemuan  menanyakan langsung tentang perkembangan pembebasan lahan.Kami ingin mengetahui sampai mana prosesnya yang di Madypuro itu (pembebasan lahan). Sikap kami tentu mengacu pada aturan hukum yang berlaku,” paparnya.

Namun demikian Benny belum memastikan soal pelaksanaan eksekusi lahan. Tapi sejak dini sudah antisipasi kemungkinan terjadinya konflik. Salah satu antisipasinya yakni memfasilitasi dialog jika masih ada persoalan yang hendak dibicarakan.

“Kami ingin segalanya soal ini (ekskusi pembebasan lahan,red) cepat terselesaikan. Dan sesuai aturan hukum yang berlaku saja. Kami tetap akan memfasilitasi jika ada yang masih hendak dibicarakan,” tegasnya.

Pertemuan tersebut diikuti sejumlah instansi terkait. Di antaranya PT Jasamarga Pandaan, Polres Malang, Polres Malang Kota, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, UPT Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Malang, Kejari Malang hingga PN Malang.

Karena adanya instansi penegak hukum dalam pertemuan tersebut, akhirnya menimbulkan spekulasi lain. Yakni tentang persiapan pelaksanaan eksekusi lahan terdampak tol Mapan di Madyopuro. Namun Benny membantah tentang pembahasan tersebut. 

Berdasarkan data Malang Post, sebenarnya Kementerian PUPR sudah mengirim surat resmi kepada Pengadilan Negeri (PN) Malang sejak 10 April 2018 lalu. Isi surat tentang 50 bidang lahan yang dikonsinyasi. Nilai total lahan hasil konsinyasi yang dititipkan di PN Malang sebesar Rp 28.183.558.591.

Tapi warga terdampak Tol Mapan di Madyopuro masih melakukan perlawanan hukum. Yakni mengajukan kasasi ke MA di Jakarta. Kuasa hukum warga terdampak Tol Mapan di Madyopuro, Sumardhan SH menjelaskan hingga kemarin kasasi masih diproses.

 

Jurus Atasi Macet

Sejumlah jurus atasi macet di Karanglo dan sekitar Singosari disiapkan dalam rapat kemarin.

“Pertama bersurat kepada Gubernur Jatim dan instansi terkait yakni Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII untuk mendorong proses pemebebasan dan pelebaran jalan nasional di sekitar persimpagan Karanglo,” jelas Benny.

Lalu ada pula saran dari Polres Malang Kota agar adanya perluasan jalan di sekitar simpang Karanglo. Juga dibutuhkan pemasangan rambu peringatan petunjuk jalan (RPPJ), rambu dan median di jalan menuju underpass.

Kemudian lanjut Benny, dari rel KA Singosari sepanjang 1,6 km ke arah Malang akan dilakukan

perkerasan bahu jalan. Begitu pula dengan jalan existing di Simpang Arjosari menuju underpass sepanjang sekitar 100 meter.

“Lalu ada masukan juga dari UPT LLAJ Malang untuk mengurangi kemacetan. Yakni mengurangi fase lampu lalu lintas dari empat fase menjadi tiga fase. Caranya mengarahkan seluruh kendaraan dari  arah Malang ke Surabaya lewat underpass dan dari arah Surabaya ke Malang,” jelasnya.

Kemudian usulan lain yang akan ditindaklanjuti yakni membuat pergerakan kendaraan via tol arah Surabaya dan Batu-Malang menjadi satu fase melewati bagian atas underpass. Lalu akan dimanfaatkan juga Variable Message Sign (VMS) di jalan arah Malang menuju underpass sebagai papan informasi. Tujuannya untuk mengarahkan lajur melalui jalan tol dan jalan non tol.

Dalam waktu dekat ini akan bersurat ke Bupati Malang dan Wali Kota Malang agar memberikan tambahan personel untuk memperlancar arus lalu lintas di Simpang Karanglo hingga Arjosari. Terutama pada  Sabtu, Minggu dan hari libur,” pungkasnya. (ica/van)

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : ica
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI