trial_mode: on

Ngefly Pil Koplo, Anak Hajar Ibu Kandung sampai Masuk Puskesmas

  • 11-07-2019 / 16:43 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Ngefly Pil Koplo, Anak Hajar Ibu Kandung sampai Masuk Puskesmas EDAN: Tersangka Ahmad Basori di Mapolsek Turen. Dan korban Siti Kholifah, ibunya saat mendapat perawatan.

MALANG – Anak durhaka! Kata itulah yang pas untuk Ahmad Basori, 20, warga Jalan Keramat Desa Undaan Kecamatan Turen. Hanya sara-gara handphone (HP), dia tega menganiaya ibu kandungnya, yakni Siti Kholifah, 43. Akibat perbuatannya Ahmad Basori harus meringkuk di rutan Mapolsek Turen, sejak Rabu (10/7) malam. "Tersangka kami tangkap di rumahnya, setelah ada laporan dari perangkat desa," ujar Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi.

Diperoleh keterangan, aksi penganiayaan terjadi pada Rabu (10/7) dini hari sekitar pukul 03.00. Tersangka menganiaya ibunya di dalam rumah. Saat menganiaya, tersangka diduga sedang kondisi fly usai mengonsumsi pil koplo.

 

Baca Juga:

 

"Dari keterangan korban dan warga sekitar, tersangka ini tidak hanya sekali menganiaya orang tuanya. Sudah berulang kali dan puncaknya Rabu dini hari," tutur Soleh, sembari mengatakan bahwa tersangka kerap mengonsumi pil koplo.

Ceritanya, dini hari itu tersangka pulang. Kemudian membangunkan ibunya. Ia lantas meminta dibelikan HP. Karena ibunya hanya bekerja sebagai buruh rumah tangga, ibunya mengatakan tidak bisa membelikan.

Apalagi ayahnya (suami korban, red) yang sebelumnya hanya sebagai tukang becak, juga dalam kondisi sakit. Namun, alasan itu ternyata tidak diterima oleh tersangka. Dia langsung marah-marah.

Selanjutnya, dengan penuh emosi tersangka langsung memukuli korban dengan tangan kosong. Tubuh ibu yang melahirkannya itu, juga ditendang berulang kali. Selain itu, tersangka juga membakar seluruh pakaian yang ada dalam lemari. Korban yang kesakitan dengan penganiayaan, berteriak minta tolong hingga didengar tetangganya.

Warga lantas menolong korban yang kesakitan dengan melarikan ke Puskesmas. Sedangkan sebagian warga lainnya melaporkan tersangka ke perangkat desa yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Turen.

Berdasarkan laporan itulah, petugas langsung mencari keberadaan tersangka dan berhasil menangkapnya.

"Barang bukti yang kami amankan, sebuah korek api yang digunakan membakar pakaian korban. Serta sisa pakaian yang terbakar," jelas mantan Kasubag Humas Polres Malang.

Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka Ahmad Basori, mengaku tersulut emosi. Ia melakukan penganiyaan karena di luar kendalinya. "Saya khilaf dan menyesali. Saat itu, saya terbawa emosi," katanya di hadapan penyidik.(agp/lim)

  • Editor : lim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI