Maling Motor yang Nyaris Dibakar Ternyata Residivis Kambuhan

  • 11-07-2019 / 17:13 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Maling Motor yang Nyaris Dibakar Ternyata Residivis Kambuhan RESIDIVIS: Pelaku merupakan residivis pencurian motor yang mencari sasaran di wilayah Kota Malang.

MALANG – Sahri, 45, maling motor yang nyaris dibakar warga di Jalan IR Rais pada Rabu (10/7) dinihari, ternyata seorang residivis kambuhan. Warga Gedangan Kidul Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang ini pernah mendekam di penjara. Namun setelah keluar, pelaku bukannya jera tapi malah membabi buta kejahatannya. Buktinya sekali beraksi, dua motor di dua TKP yang berbeda dijarah.

"Pelaku ini memang seorang residivis spesialis curanmor. Sekitar tahun 2018 lalu, ia baru saja bebas dari penjara karena kasus yang sama. Ia sempat ditahan selama satu tahun delapan bulan," jelas Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta dalam rilis resmi, Kamis (11/7).

 

Baca Juga:

 

Anang menguraikan, pelaku beroperasi bersama dengan teman-temannya. Biasanya, ia keluar rumah sekitar pukul 00:00 untuk mencari sasaran. "Ketika mencari sasaran, pelaku tidak melakukan perencanaan. Ketika melihat ada kesempatan, langsung disikat," kata Anang.

Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan obeng untuk mencongkel motor curiannya. "Dari barang bukti yang berhasil kami amankan, ada beberapa jenis obeng yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian," papar dia.

Ketika melakukan aslinya pada Rabu (10/7) dini hari, Sahri bersama dengan dua orang temannya yang lain. "Umumnya, mereka ketika melakukan aksi pencurian saling berboncengan. Atau menumpang mobil. Setelah semua dapat (motor curian), baru pulang," lanjut dia.

Dinihari itu, kata Anang, pelaku melakukan aksi pencurian di kawasan Dinoyo. Pelaku mencuri motor Honda Beat milik salah seorang warga. Tak puas, ia dan teman-temannya kembali melakukan pencurian di kawasan Sukun.

Namun, ketika melakukan aksi yang kedua, pelaku jadi bulan-bulanan warga. Sementara dua temannya kabur. "Pelaku ini ditangkap warga ketika bersembunyi di selokan. Kemudian, sempat menjadi sasaran amuk warga," papar Anang.

Berdasarkan pengakuan pelaku, motor hasil curian tersebut dijual seharga Rp 1,5 juta hingga ke Rp 3 juta. "Mereka menjual motor tersebut ke seseorang yang saat ini sedang kami kejar," tandasnya.

Selain itu, pelaku juga mengaku telah melakukan pencurian di delapan TKP di sekitar wilayah hukum Kota Malang. "Selama bulan Juli ini, mereka sering menyasar kawasan Lowokwaru dan Sukun," pungkasnya.(tea/lim)

  • Editor : lim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

LIPI Ungkap Fenomena Gempa Megathrust dan Tsunami

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Galakkan Minum Teh

Acak Nomor Peserta, Cegah Praktik Joki Sistemik

MPLS SMPK Sanmar 2 Ditutup Dengan Inaugurasi

Sukses dengan Thor: Ragnarok, Waititi Kembali Garap Thor 4

Perang dan Intrik dalam Trailer Terbaru 'The King;s Man'