STIK Lemdiklat Polri Gelar Peneltian di Kota Malang, ini Tujuannya

  • 11-07-2019 / 23:43 WIB
  • Kategori:Malang
STIK Lemdiklat Polri Gelar Peneltian di Kota Malang, ini Tujuannya Kepolisian Republik Indonesia terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan publik.

MALANG-Kepolisian Republik Indonesia terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan publik. Untuk itu, tim Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melakukan penelitian di seluruh jajaran di wilayah Jawa Timur.

Tim peneliti mengumpulkan humas di polres dan polsek jajaran di Ruang Eksekutif Polres Malang Kota, Kamis (11/7). Selain itu, juga mengumpulkan beberapa rekan media, baik dari televisi, radio, cetak hingga online.

Penelitan tersebut juga dilakukan untuk mengetahui strategi manajemen media yang dilakukan kepolisian dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Tim peneliti tersebut diketuai oleh Kombes Hari Santoso.

"Tujuan dilakukannya penelitian ini, salah satunya untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan beberapa polres jajaran di Polda Jawa Timur. Hal ini berkaitan dengan peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri," terang dia.

Peningkatan layanan tersebut juga sesuai dengan program yang dicanangkan Kapolri, yakni Promoter. "Kami juga ingin melakukan berbagai perbaikan strategi manajemen media di Polri hingga jajarannya, khususnya terkait upaya peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri," jelas dia.

Menurutnya, segala respon dari publik, baik positif maupun negatif dapat dilakukan melalui pengelolahan media. "Sehingga, kami juga membutuhkan masukan dari teman-teman media untuk meningkatkan pelayanan," lanjut dia.

Sementara itu, Waka Polres Malang Kota, Kompol Ari Trestiawan menambahkan, selama ini kerjasama Polres Malang Kota dengan awak media telah berjalan harmonis. "Selama ini, kami selalu memberikan informasi kepada awak media ketika hendak melakukan rilis ungkap kasus," kata dia.

Di Polres Malang Kota dan polsek jajaran, juga terdapat tim humas khusus yang bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan. "Mereka juga mengupload informasi tersebut ke media sosial. Sehingga komunikasi dua arah oleh kepolisian dengan masyarakat dapat dengan cepat terjalin," tandas dia. (tea/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU