Museum Ganesya Mulai Dibuka, Wahana Baru Belajar Sejarah

  • 12-07-2019 / 14:40 WIB
  • Kategori:Malang
Museum Ganesya Mulai Dibuka, Wahana Baru Belajar Sejarah LIHAT: Plt Bupati Malang, HM. Sanusi dan Sekda Kota Malang, Wasto bersama tamu lainnya melihat isi Museum Ganesya di gedung utama Hawai Waterpark Malang.

MALANG- Museum Ganesya yang berada di gedung utama Hawai Waterpark Malang, resmi dibuka, Jumat (12/7) pagi. Berbagai hiburan budaya, digelar di sana. Tarian Prawira Nusantara yang dibawakan siswa SMPN 24 Malang, ikut memeriahkan acara grand opening museum yang menjadi wahana baru untuk belajar sejarah. Komisaris Utama Hawai Group, Yogie Kurniawan mengatakan museum terbuka untuk belajar sejarah Indonesia terutama Malang. 

“Grand opening ini, kita mengundang sekitar 300 kepala sekolah di kota dan kabupaten. Harapannya, mereka akan datang lagi untuk membawa muridnya,” ungkapnya. Ia tidak menampik bila museum ini membantu generasi milenial mengenal tentang budaya. “Point pentingnya tidak hanya informasi saja. Tapi dikembangkan ke atah experience. Seperti membuat wayang atau menggambar wayang untuk anak TK dan SD,” lanjut dia.

Yogie, sapaan akrabnya mengaku masih akan terus menambah koleksi museum dan informasi asal usul barang yang ditampilkan di museum tersebut. “Seperti koleksi emas yang harus ditambah termasuk asal usulnya,” terangnya. Ditambahkan Direktur Utama Hawai Waterpark Malang, Bambang Judo Utomo, Museum Ganesya menjadi tempat wisata edukasi baru yang wajib dikunjungi wisatawan.

“Ini langkah kami sebagai pewaris bangsa untuk mengajak generasi kini mengetahui tentang sejarah, termasuk budaya agar tidak punah. Apalagi museum ini, dilengkapi dengan pemandu sejarah yang kredibel. Museum Ganesya dibangun tiga bulan. Lokasinya representatif dan berisi warisan Kerajaan Majapahit, manik-manik, gerabah ataupun topeng,” urai mantan Kapenrem 083 Baladhika Jaya itu.

Sedangkan Sekda Kota Malang, Wasto mengaku senang karena dukungan swasta untuk kepentingan kesadaran wisata masyarakat Malang cukup tinggi. “Anak-anak terutama, harus diedukasi tentang seni yang sekarang mulai tergerus. Contohnya, tulisan honocoroko sekarang ini paling banyak ada di Suriname. Dilestarikan di sana oleh tokoh etnis Jawa,” katanya kepada undangan yang hadir. 

Museum Ganesya, lanjut dia, diharapkan memberikan sentuhan IT di zaman digital seperti ini. Seperti diketahui, bulan Juni 2019 lalu, Museum Ganesya hadir menambah wahana baru Hawai Waterpark Malang. Museum ini menghadirkan berbagai pusaka tradisional, pataka atau lambang legitimasi kerajaan, keris, manik-manik, terakota, arca, prasasti yang merupakan manifestasi kejayaan Nusantara masa lampau. (mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : irawan
  • Penulis : marga
  • Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Korban Laka Plaosan Terlindas Setelah Masuk Kolong Truk

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Jelang Hari Adhyaksa Diapresiasi Gubernur

Per Juli, Siswa SMA-SMK Tak Perlu Bayar SPP

Ma Chung Misi Jadi Kampus Praktikal

Marvel Umumkan Tanggal Tayang 'Black Widow' dan Fase 4 MCU

Harga Tiket Final Indonesia Open 2019