Kemendikbud Takjub Koleksi Museum Ganesya, Minta Gelar Event Budaya

  • 12-07-2019 / 15:31 WIB
  • Kategori:Malang
Kemendikbud Takjub Koleksi Museum Ganesya, Minta Gelar Event Budaya HADIR: Dari kiri, Yogie Kurniawan, Bambang Judo Utomo, Fitra Arda, Zubaedah dan Chyntia Handy berfoto bersama di depan gong raksasa Museum Ganesya. 

MALANG - Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBP) Kemendikbud RI, Drs Fitra Arda, M.Hum ikut hadir dalam grand opening Museum Ganesya, Jumat (12/7) pagi. Ia berkeliling museum didampingi Komisaris Utama Hawai Group, Yogie Kurniawan, Direktur Utama Hawai Waterpark Malang, Bambang Judo Utomo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaedah dan kurator Museum Ganesya, Chyntia Handy.

Ia mengaku takjub dengan koleksi museum yang dihadirkan di gedung utama Hawai Waterpark Malang ini. Kepada wartawan, ia mendukung penuh apa yang dilakukan Museum Ganesya untuk menjadi pusat edukasi dan rekreasi kedepan. “Museum ini milik swasta dan mereka memang cinta budaya,” ungkap pria yang pernah menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Setditjen Kebudayaan itu.

Sesuai UU Pemajuan Kebudayaan, lanjutnya, museum adalah ruang publik untuk kemajuan kebudayaan. Menjadi lokasi penguatan di zonasi pendidikan agar anak-anak sekolah dapat datang ke Museum Ganesya dan belajar kebudayaan. Ia meminta agar pengelola Museum Ganesya mengajukan pendaftaran ke Direktorat PCBP Kemendikbud. “Akan kita standarisasi,” terang Fitra, panggilannya. 

Dia juga menyarankan agar museum yang dibangun baru tiga bulan ini untuk melengkapi database koleksi agar lebih aman. “Yang penting adalah keberadaannya sangat dimanfaatkan orang banyak. Ada event yang dibuat untuk menyambungkan masyarat dan museum. Misalkan membersihkan keris dan sebagainya. Bisa mengundang Youtubers atau anak-anak muda milenial kita,” urainya.

Menurutnya, kegiatan itu cukup penting agar anak muda memahami masa lalu sebagai pelajaran masa sekarang dan masa depan. Museum memiliki peran itu. “Kemendikbud memiliki program pendidik karakter melalui museum. Kita juga berharap pemerintah daerah menghidupkan kembali kunjungan ke museum dan memetik pelajaran dari sini,” papar Fitra lebih jauh.

Di Indonesia sendiri, berdiri 436 museum yang dimiliki pemerintah dan swatsa. Yang swasta masih terdaftar sekitar 20 persen. “Pemerintah mendukung museum swasta untuk mendapatkan Bantuan Operasional Permuseuman (BOP) dengan syarat masuk dalam tipologi A, B atau lainnya. Kita juga diklat untuk peningkatan kemampuan SDM-nya, kurator, dan marketing. Apalagi, koleksi Museum Ganesya bagus. Tentu anak muda tertarik,” urainya.

Yang pasti, masih menurut Fitra, bagaimana informasi koleksi itu sampai ke masyarakat.  Banyak hal yang bisa didapatkan dari koleksi yang dipamerkan. Bagaimana membuat manik-manik. “Lebih canggih zaman nenek moyang kita. Pemugaran candi lebih hebat zaman dulu. Bata yang dibuat nenek moyang kita tanpa semen. Termasuk bagaimana mereka bisa membuat manik-manik yang tidak kalah bagus,” tutupnya. (mar)

  • Editor : mar
  • Uploader : irawan
  • Penulis : marga
  • Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Korban Laka Plaosan Terlindas Setelah Masuk Kolong Truk

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Jelang Hari Adhyaksa Diapresiasi Gubernur

Per Juli, Siswa SMA-SMK Tak Perlu Bayar SPP

Ma Chung Misi Jadi Kampus Praktikal

Marvel Umumkan Tanggal Tayang 'Black Widow' dan Fase 4 MCU

Harga Tiket Final Indonesia Open 2019