UPDATE NOW
UPDATE NOW
   UPDATE NOW

Kondisi Stok Terbatas, Harga Cabai Semakin Pedas

  • 12-07-2019 / 18:40 WIB
  • Kategori:Malang
Kondisi Stok Terbatas, Harga Cabai Semakin Pedas Sekitar satu minggu belakangan, harga komoditi cabai kembali melambung.

MALANG - Sekitar satu minggu belakangan, harga komoditi cabai kembali melambung. Sebelumnya, harga cabai dibanderol Rp 44 ribu, saat ini sudah mencapai Rp 55 ribu per kilogram. Hal tersebut dikarenakan kondisi stok yang cenderung terbatas.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Besar Malang, Agus Salim mengungkapkan, setiap harinya, harga komoditi cabai terus mengalami peningkatan. “Harga cabai naiknya langsung drastis. Selama satu minggu terakhir, harganya naik di harga Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu,” papar dia, Jumat (11/7).

Sementara, untuk harga komoditi cabai merah besar, yang mulanya dibanderol Rp 55 ribu per kilogram menjadi Rp 56 ribu per kilogram. “Sedangkan untuk cabai rawit hijau, dari harga awal dibanderol Rp 64 ribu menjadi Rp 68 ribu per kilogram,” lanjut dia.

Agus menilai, kenaikan harga cabai tersebut terjadi akibat minimnya stok. Sebab, cabai dari petani banyak yang gagal panen akibat kekeringan. "Penyebabnya karena musim kemarau, banyak cabai yang rusak dan kering, gagal panen," kata dia.

Meski stok berkurang, kualitas cabai yang saat ini dijualnya lumayan bagus. Selama ini, ia mendapatkan pasokan cabai dari kawasan Kabupaten Malang seperti Wajak dan Tumpang. "Stok kurang, permintaannya banyak. Kualitas cabainya masih lumayan. Kemungkinan kondisi ini terjadi selama musim kemarau," papar dia.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang tak tinggal diam. Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto membenarkan jika ada kenaikan harga pada beberapa bahan pokok seperti cabai dan bawang. “Memang ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga. Di setiap pasar, harganya memang variatif,” jelas dia.

Wahyu menyebut, saat ini kenaikan harga bahan pokok memang hanya terjadi pada cabai dan bawang. Sedangkan untuk bahan pokok lainnya, ia mengatakan hingga saat ini masih terpantau stabil. "Kenaikannya cuma ada di dua jenis bahan pokok itu. Untuk yang lainnya masih normal," imbuh dia. 

Ketika terjadi kenaikan harga, Disdag biasanya akan melakukan operasi pasar. Namun, untuk kondisi saat ini, pihaknya masih belum terpikir untuk melakukan hal tersebut. “Jadi kami akan melakukan pemantauan terlebih dahulu selama minimal satu minggu, dan biasanya akan ada penurunan. Namun kalau maksimal selama dua minggu masih belum turun atau bahkan naik, baru kami akan melakukan operasi pasar," jelas dia.

Wahyu menguraikan, saat ini, pihaknya masih berupaya untuk mencari pokok permasalahannya terlebih dahulu. Menurutnya, salah satu penyebab naiknya harga pada dua jenis bahan pokok tersebut adalah karena stok yang sedang menipis. 

"Kami juga akan mencoba menghubungi beberapa suplier yang bisa mendatangkan dengan jumlah yang besar. Untuk bawang kan ternyata ada di pasar induk, suplier bawang yang bisa mendatangkan dalam jumlah besar dan harganya sudah kembali normal,” tandas dia. (tea/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : tea
  • Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Horor Kakek

Korban Laka Plaosan Terlindas Setelah Masuk Kolong Truk

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Jelang Hari Adhyaksa Diapresiasi Gubernur

Per Juli, Siswa SMA-SMK Tak Perlu Bayar SPP

Ma Chung Misi Jadi Kampus Praktikal

Marvel Umumkan Tanggal Tayang 'Black Widow' dan Fase 4 MCU

Harga Tiket Final Indonesia Open 2019