Pantau Kualitas Udara Selama 24 Jam, Kota Malang Pasang Alat ini

  • 12-07-2019 / 19:20 WIB
  • Kategori:Malang
Pantau Kualitas Udara Selama 24 Jam, Kota Malang Pasang Alat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memasang alat pantau kualitas udara di 27 titik, Jumat (11/7).

MALANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memasang alat pantau kualitas udara di 27 titik, Jumat (11/7). Alat tersebut untuk memantau kualitas udara di Kota Malang selama 24 jam.

Kepala Bidang Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Rahmat Hidayat mengungkapkan, pemasangan alat tersebut dilakukan sesuai dengan aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

“Pemerintah pusat mengharuskan setiap Kota/Kabupaten memiliki sampling kondisi udara. Untuk mengetahui bagaimana kualitas udaranya, tercemar atau tidak,” terang dia ketika dikonfirmasi Malang Post.

Untuk di kawasan Kota Malang, alat pantau tersebut akan dipasang di kawasan industri, pusat kota yang padat kendaraan hingga di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH). 

"Sebenarnya, kondisi udara di Kota Malang cukup bagus. Hanya di beberapa titik tercemar karena asap kendaraan bermotor," kata dia.

 

Baca Juga:

 

Setiap harinya, sampling udara akan diambil dan dianalisa. Untuk satu alat, bisa menjangkau kondisi udara dengan jarak dua hingga tiga kilometer. Sehingga, bisa diketahui, kondisi udara di Kota Malang masih tetap sehat atau tidak. "Sebab, indikator kota sehat adalah memiliki udara bagus dan air bersih," kata dia.

Sementara itu, Field Engineer Envilab Indonesia, Fakhrur Rozi mengaku, alat tersebut akan terpasang selama 24 jam saja di beberapa titik. 

"Hari ini, kami melakukan pemasangan di depan Balai Kota Malang dan sekitar Taman Trunojoyo. Kemungkinan, besok (Sabtu, 13/7) sudah diambil untuk sampling," kata dia.

Namun, pemasangan tersebut akan dilakukan secara bertahap di 27 titik yang sudah direncanakan. "Kemungkinan, pemasangan ini akan dilakukan selama 15 hari," papar dia.

Dengan alat tersebut, nantinya sample udara akan diambil selama empat kali dalam sehari. Untuk pagi, sekitar pukul 07.00, siang pukul 11.00, sore pukul 15.00 dan malam pukul 20.00. "Durasi pengambilan sample akan berlangsung sekitar satu hingga dua jam," "kata dia.

Dalam alat tersebut, pihaknya sudah memasang bahan kimia khusus untuk memudahkan mengambil sample udara dan juga debu. "Hasilnya nanti akan di analisa dalam 10 hari kerja," tandas dia.(tea/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU