Mas'ud Said Dukung NU-Muhammadiyah Raih Nobel

  • 12-07-2019 / 19:33 WIB
  • Kategori:Kampus
Mas'ud Said Dukung NU-Muhammadiyah Raih Nobel INSPIRATIF : Prof. Mas'ud Said, MA, tokoh berpengaruh NU yang meniti karir profesional akademisi di perguruan tinggi Muhammadiyah.

MALANG- Guru besar UMM yang juga Direktur Pascasarjana Unisma  Prof. Mas'ud Said, M.A., mendukung penuh rencana pemberian Nobel Perdamaian untuk NU dan Muhammadiyah.

Sebagai sosok yang akrab dengan kedua ormas tersebut, Cak Ud, panggilan akrabnya begitu antusias. "Saya menjadi saksi dari kontribusi yang diberikan baik itu dari Muhammadiyah maupun NU," ujarnya. 

Seperti diketahui, Cak Ud merupakan seorang tokoh muda NU yang kemudian ditugaskan untuk mengajar sebagai dosen di UMM, pada tahun 1989.
Sebelumnya, ia menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) melalui beasiswa Supersemar dan beasiswa tunjangan ikatan dinas dari Kementerian Pendidikan.

"Pemerintah menentukan dinas di mana, ternyata saya masuk list calon dosen kopertis wilayah VII dan ditempatkan di UMM," ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma).

Dihadapkan langsung oleh Rektor UMM masa itu, yakni Prof. Dr. Abdul Malik Fajar, Cak Ud kala itu ditanya apakah akan menerima tugas tersebut atau justru minta dipindahkan ke tempat lain. Namun, ia memilih untuk mengemban tugas yang diamanahkan oleh pemerintah.

"Ketika itu Prof Malik Fadjar mengetahui kalau saya Ketua Umum PMII Kota Malang, dan masuk nominasi Wakil Ketua Cabang NU Kota Malang. Tapi beliau meyakinkan saya, dan justru langsung menempatkan saya pada posisi Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan di UMM," lanjut ayah empat anak ini.

Karir Cak Ud di UMM semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu, dari Sekretaris Jurusan ke Kepala Pusat Penelitian, kemudian menjadi Pembantu Dekan I FISIP sambil menempuh studi S2 yang juga ia tempuh di UMM. Namun selama meniti karir di UMM, Cak Ud juga tetap aktif pada kegiatan-kegiatan NU. Salah satunya menjadi Ketua Panitia hari jadi NU Kota Malang.

"Secara profesional saya di Muhammadiyah, dan secara sosial saya di NU, dan semua berjalan normal," ujar pria yang juga dikenal sebagai salah satu pembina LAZIS Sabilillah Malang ini.

Cak Ud menerangkan bahwa Muhammadiyah dan NU memang sarat akan perbedaan, tapi keduanya sama-sama memiliki kebaikan. Ada tiga hal yang ia dapat pelajari dari Muhammadiyah yakni disiplin, tidak mengambil hak orang lain dan juga pentingnya koordinasi. Di sisi, lain NU juga memberikan kebaikan lainnya terkait pembelajaran agama, yang membuatnya teguh berada dalam lingkup NU. (mg3/oci)

Editor : oci
Uploader : slatem
Penulis : asa
Fotografer : asa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU