UPDATE NOW
UPDATE NOW
   UPDATE NOW

Kabag Keuangan Jadi Tersangka Korupsi Dinkes 2015, Kejari Cari Aktor Lain

  • 12-07-2019 / 21:41 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Kabag Keuangan Jadi Tersangka Korupsi Dinkes 2015, Kejari Cari Aktor Lain Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Muhandas Ulimen

KEPANJEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen terus mendalami perkara korupsi pembayaran honorarium perawat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) di Dinas Kesehatan tahun 2015 lalu. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap adanya tersangka lain dalam perkara yang merugikan negara Rp 676 juta tersebut.

Sebelumnya, Kejari Kepanjen telah menetapkan Yohan Charles L,SE, sebagai tersangka dalam perkara ini. Kabag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten sebagai ini  ditetapkan sebagai tersangka, setelah tim penyidik dari Kejaksaan memiliki cukup bukti.

"Kami masih mendalami perkara ini, untuk mencari aktor lain dibalik perkara ini," kata Kepala. Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Kejari Kepanjen, Muhandas Ulimen. Dalam perkara ini, Muhandas mengatakan sudah bekerja maksimal. Bahkan dalam perkara ini pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 99 saksi.

"Kami juga masih mengumpulkan bukti-bukti lain terkait perkara ini. Sehingga saat nanti kami menetapkan tersangka, tidak bingung dengan bukti-buktinya," katanya.

Sementara itu, penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kepanjen kepada Yohan mendapat respon dari Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maistuti. Kepada Malangpostonline.com, Tridiyah mengatakan pihaknya menghormati proses hukum. Bahkan wanita berjilbab ini akan siap membantu jika diperlukan penyidik Kejaksaan.

Disinggung dengan status Yohan yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tridiyah pun mengaku masih menunggu proses hukum. Dia mengatakan, jika Yohan tidak ditahan, maka dia bisa menjalankan aktifitasnya. Namun jika Yohan ditahan, maka jabatannya diisi oleh pelaksana tugas.

"Saat ditahan, ya yang bersangkutan tidak akan mendapatkan gaji dan tunjangan. Sampai dengan proses hukum tetap keluar," katanya. 

Lebih lanjut Tridiyah mengaku Yohan bisa kembali bekerja jika perkara hukumnya tidak terbukti. Tapi demikian jika terbukti, maka Yohan akan dipecat.

"Aturannya demikian, pegawai yang terkena tindak pidana korupsi tidak akan ditolelir, meskipun hukumannya kurang dari lima tahun, sanksinya ya pemecatan," tandasnya. (ira/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Horor Kakek

Korban Laka Plaosan Terlindas Setelah Masuk Kolong Truk

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Jelang Hari Adhyaksa Diapresiasi Gubernur

Per Juli, Siswa SMA-SMK Tak Perlu Bayar SPP

Ma Chung Misi Jadi Kampus Praktikal

Marvel Umumkan Tanggal Tayang 'Black Widow' dan Fase 4 MCU

Harga Tiket Final Indonesia Open 2019