Smart Beauty

Dunianya Nyanyi dan Menari

  • 12-07-2019 / 23:36 WIB
  • Kategori:Malang
Dunianya Nyanyi dan Menari Hamida Madu Kinanti

KARIR sejalan lurus dengan hobi dan bakat. Begitulah perjalanan hidup musisi asal Malang Hamida Madu Kinanti. Ia sudah menekuni musik sejak masih kecil. Kini penyanyi R&B berusia 23 tahun ini siap memanjakan para pendengar dengan single debutnya berjudul ‘Pecah’.

Madu, sapaan akrab Hamida Madu Kinanti  solois R&B satu-satunya dari label rekaman GZZ Records. Madu mengaku banyak terpengaruh oleh musik R&B dan pop asal Korea Selatan. Sentuhan personal nan segar juga mewarnai musik R&B ala Madu.

“Kalau untuk menyanyi sejak umur 2,5 tahun. Saya lahir dan besar di keluarga seni. Sejak TK sampai SMA saya aktif di bidang seni, mulai dari bernyanyi, bermain musik dan menari,” papar gadis kelahiran 18 Juli 1996 ini.

Lalu ketika masuk kuliah ia bergabung dengan tim paduan suara. Kemudian di tahun 2017,  karir Madu mulai terlihat. Di antaranya menjadi backing vocal Sal Priadi. Barulah pada 5 Juli 2019,  Madu merilis lagu dan menjadi solois. Dia menggunakan nama panggung Madukina.

“Sebenarnya saya nggak ngerasain ada dukanya selama berproses sampai sekarang. Banyak suka karena bertemu banyak orang baru, menyanyi di hadapan banyak orang, bertukar energi. Seru sekali,” papar mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) ini.

Ia menceritakan mengapa tetap konsisten dalam dunia musik. Hal ini dikarenakan  pengaruh orang tua, yakni ayahnya sendiri. Sosok ayah seorang pegiat seni yang menginspirasi Madu. Apalagi sang ayah merupakan sosok sederhana yang begitu cinta dengan musik.

“Beliau yang mengajari saya dari nol sampai saya bisa seperti ini. Kemudian saya dipertemukan teman-teman yang sangat passionate di bidang musik. Yakni teman-teman dari GZZ Records yang nama-nama bandnya juga tidak asing lagi di Kota Malang,” kenangnya.

GZZ Records diakui Madu sangat pas dengan apa yang dicita-citakan dalam misi bermusiknya.

Karena studio rekaman musik ini bisa dikatakan urban dan mengikuti zaman membuatnya merasa seimbang. Ia merasa sangat bersyukur dan terdorong untuk memberikan serta melakukan lebih dan maksimal dalam kegiatan apapun.

“Sepertinya memang sudah hobi saya di sini, sudah nyaman. Mimpi saya bernyanyi di hadapan banyak orang. Sekarang kebetulan tinggal skripsi  aja, hehehehe. Jadi sangat bisa diatur,” jelas Madu saat menceritakan apa yang membuatnya tetap berada di jalur musik.

Mahasiswi jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas UB  ini ternyata juga tidak terbatas bakatnya di olah suara. Di sela-sela kesibukannya bermusik, ia kerap mengajar tari tradisional di beberapa tempat.

Tidak hanya itu, Madu  juga seorang makeup artist. Dia mengaku  senang dengan dunia kecantikan dan fashion sejak kecil. Saya beberapa kali bergabung dalam projek pembuatan MV band-band Kota Malang. Seperti Sal Priadi, Coldiac, Marigold, Unda Undi, Beeswax, Christabel Annora, Petrikor. Nah di sini beberapa kali menjadi MUA untuk keperluan photoshoot fashionnya,” pungkasnya. (ica/van)

Editor : van
Uploader : abdi
Penulis : ica
Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU