UPDATE NOW
UPDATE NOW
   UPDATE NOW

REI Perkirakan Potensi Dana untuk Properti Kawasan Ibukota Baru Capai Rp 1.000 Triliun

  • 13-07-2019 / 10:03 WIB
  • Kategori:properti
REI Perkirakan Potensi Dana untuk Properti Kawasan Ibukota Baru Capai Rp 1.000 Triliun Ilustrasi proyek properti. (CNN/Hesti Rika/istimewa).

MALANGPOSTONLINE.COM - Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) memperkirakan potensi dana yang akan digelontorkan untuk membangun properti di kawasan Ibukota baru mencapai Rp 1.000 triliun. Nilai investasi itu akan dikucurkan dalam jangka waktu sekitar 10 tahun. 

Mengutip CNN, Sabtu (13/7), Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Paulus Totok Lusida mengatakan beberapa proyek properti yang dimaksud antara lain, perkantoran, hotel, sekolah, hunian, dan rumah sakit. Ia mengibaratkan pembangunan ini seperti kota mandiri.

"Angka kasarnya besar Rp1.000 triliun tapi itu kan banyak untuk kantor, hunian, dan lainnya. Ini juga bertahap, tidak sekaligus. Ini potensinya, kalau hitungan pasti belum ada," ungkap Totok, Jumat (12/7).

Menurut dia, perkantoran, hotel, dan rumah sakit yang harus dibangun jumlahnya puluhan gedung. Sementara itu, untuk hunian diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan unit.

Dia menggambarkan karyawan yang bekerja di satu kementerian saja jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Totok menilai pengembang perlu melihat kesempatan ini sebagai kesempatan berinvestasi.

"Pegawai Kementerian Perhubungan saja mungkin bisa 350 orang. Jadi apartemen yang dibangun jumlahnya bisa sampai ratusan tower," tutur Totok.

Ia mengatakan pengembang akan membangun hunian dari berbagai segmen, dari kelas menengah ke bawah, menengah, dan menengah ke atas. Totok memastikan perusahaan yang berkecimpung dalam proyek ini bukan hanya mereka yang memiliki aset dan modal besar.

"Tidak hanya perusahaan besar, perusahaan menengah juga siap. Nanti kami bagi roti, tapi yang pasti harus jelas. Jangan sampai dia bilang sanggup tapi tidak jadi bangun," ucapnya.

Nantinya, pengusaha bisa saja bekerja sama dengan pihak lain dalam membangun proyek properti di ibu kota baru. Terkait hal ini, Totok enggan menjelaskan lebih detail.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pengusaha yang tergabung dalam asosiasi REI telah berkomitmen untuk membangun proyek properti di kawasan ibu kota baru. siap membangun hunian tanpa kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pemerintah sedikitpun. 

"Pada intinya mereka (anggota REI) siap masuk tanpa membutuhkan APBN sepeser pun, yang dibutuhkan kepastian terutama dari segi penggunaan lahan," ucap Bambang.

Dengan kepastian itu, pemerintah pusat dapat menjamin pembangunan proyek properti bisa berlangsung lancar tanpa gangguan dari pemerintah daerah (pemda). Terkait hal ini, Bambang menyebut tak perlu ada regulasi khusus.(CNN/aud/lav/tem/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : CNN
  • Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Horor Kakek

Korban Laka Plaosan Terlindas Setelah Masuk Kolong Truk

7 Varian Pizza dan Pasta Amerika-Eropa

Ritual Perkawinan Joko dan Sri Gondel di Kawisari

Jelang Hari Adhyaksa Diapresiasi Gubernur

Per Juli, Siswa SMA-SMK Tak Perlu Bayar SPP

Ma Chung Misi Jadi Kampus Praktikal

Marvel Umumkan Tanggal Tayang 'Black Widow' dan Fase 4 MCU

Harga Tiket Final Indonesia Open 2019