Dua Motor Adu Banteng di Malang, Dua Tewas

  • 13-07-2019 / 19:56 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Dua Motor Adu Banteng di Malang, Dua Tewas Korban Yanu Purwito semasa hidup foto bersama istrinya Yuni Triajeng.

MALANG - Kecelakaan melibatkan motor Beat  N 5193 EEI, dengan motor Kawasaki Ninja terjadi di Jalan Raya Tlogowaru, sebelah barat pabrik rokok Mahayana, Sabtu (13/7) sore. Dua orang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Sedangkan dua lainnya, mengalami luka berat. Dua orang yang meninggal adalah Yanu Purwito, 42 tahun, warga Sumbersuko RT 32 RW7, Kecamatan Tajinan, dan  Mistur, 44 tahun, warga, Dusun Sukomulyo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan.

Sedangkan dua orang yang luka berat adalah, Yani Triajeng, 37 tahun, dan Qiara, 10 tahun. Keduanya adalah istri dan anak dari Yanu. Mereka di rawat di RSUD Kota Malang.

"Korban Yanu adalah pengemudi motor Beat meninggal di TKP, sedangkan korban Mistur adalah pengemudi motor Kawasaki Ninja, meninggal saat perjalanan," kata salah satu petugas Unitlaka Polres Malang Kota.

DIAMANKAN: Motor Honda Beat yang bertabrakan dengan Kawasaki Ninja diamankan warga sekitar lokasi kecelakaan dan insert, identitas Yanu Purwito.

Sementara menurut informasi,  kecelakaan itu terjadi saat Yanu yang mengendarai motor Honda Beat melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang. Kondisi jalanan saat itu memang cukup sepi. Namun apes, disaat sedang asyik nak motor, Yanu yang mengemudikan motor kaget dengan adanya lubang di badan jalan. Dengan sigap, dia pun menghindari lubang tersebut dengan sedikit membelokkan kemudinya ke kanan. 

Apes, saat bersamaan melaju motor Kawasaki Ninja yang dikemudikan Mistur, dengan kecepatan tinggi. "Informasinya dari beberapa saksi di lokasi kejadian, mas Yanu, sempat menghindari lubang. Kemudian ditabrak Kawasaki Ninja yang melaju dari arah betlawanan," kata M Lutfi salah satu keluarga Yanu.

Jarak yang sangat dekat membuat Yanu tak dapat menghindar. Hingga akhirnya bagian depan dua motor ini saling beradu dengan sangat keras. Bahkan menurut karena kerasnya benturan tubuh Lutfi terlempar ke kanan jalan hingga 10 meter.

Sementara Yanu bersama istri dan anaknya juga terental ke kiri. "Kondisi Yanu mengalami luka di kepala  dan kaki kiri, dan langsung meninggal di lokasi kejadian," tambah Lutfi.

Lutfi sendiri mengetahui kejadian ini dari keluarganya. Dia langsung ke lokasi kejadian. "Saat itu seluruh korban sudah dibawa ke rumah sakit, mas Yanu di bawa ke kamar jenazah RSSA Malang," ungkapnya.

Sementara itu Lutfi juga mengatakan jika sore itu Yanu dan istrinya Yani hendak ke Sawojajar untuk mengantarkan Qiara anaknya les. 

Ditanya firasat, lutfi menggelengkan kepala. Berbeda dengan Didik Dwi Hartanyo, kakak Yuni Triajeng saat ditemui di Kamar Jenazah RSSA Malang juga mengatakan yang sama. Hanya saja dia sempat melihat Yanu menunggu anaknys bermain sepeda di malam hari.

"Biasanya Qiara bersepeda hanya sore. Tapi tadi malam (Jumat) dia main sepeda malam hari, dan ditunggu oleh Yanu," kata Didik. 

Sementara, Imam keluarga Mistur mengatakan jika Mistur adalah bapak satu anak. Saat kejadian, dia pulang kerja. " Mistur ini kerja kuli bangunan. Kami juga tidak tahu kejadiannya bagaimana. Yang jelas sampai malam ini kami belum menemukan motornya, serta dompet berisi  identitas Mistur juga hilang," kata Imam. (Ira)

  • Editor : mar
  • Uploader : slatem
  • Penulis : ira
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI