sunday story

Berawal dari Memotret Mainan

  • 13-07-2019 / 21:50 WIB
  • Kategori:Malang, Internasional
Berawal dari Memotret Mainan Alex Setiawan

Berawal dari hobi memfoto mainan toys (toys photography), nama Alex Setiawan kini dikenal luas oleh masyarakat Malang. Bahkan pria berusia 29 tahun ini memiliki jumlah followers di Instagram @alexetiawan_ mencapai 50.8 ribu. Selain sebagai fotografer, Alex sapaan akrabnya juga berprofesi sebagai Instagram take over. Yakni membuat konten foto untuk Instagram sebuah cafe atau resto.

"Sistemnya klien saya yang pegang instagram dan upload setiap hari, sedangkan saya yang mengisi konten dan juga melakukan proses fotonya," ujar Alex.

Pria kelahiran Malang 27 Januari 1990 ini bercerita, lima tahun lalu untuk memotret toys masih menggunakan kamera handphone. Kemudian baru beralih ke mirrorless. Bahkan memotret pada awalnya hanya sekadar hobi, lantaran pekerjaan utama adalah produksi kaos dengan brand sendiri. Dan mengelola beberapa tambak budidaya ikan.

"Saya menekuni hobi foto ini dari ketidak sengajaan karena pada saat itu usaha utama saya tidak berjalan sesuai harapan alias tutup, jadi sempat putus asa dan belum mendapat penghasilan dari hobi foto-foto saya," jelasnya.

Kemudian ia beralih dari foto-foto mainan dengan cara mengikuti workshop fotografi di beberapa kota yang salah satunya di Kota Malang. Seminar yang ia ikuti tersebut membahas mengenai food photography, sejak saat itulah Alex memutuskan untuk memotret makanan.

Berjalan 1 tahun setelahnya, ia iseng-iseny lagi untuk membuka jasa take over instagram cafe atau resto di kota Malang. Dari mulai cuma satu klien akhirnya berkembang sampai 15-20 klien hingga sekarang.

"Dari sejak tiga tahun lalu saya mulai memutuskan untuk berpindah profesi dari yang cuma sekadar hobi menjadi serius dalam bidang fotografi, mulai dari belajar teori fotografi dan detail-detailnya," papar ayah satu anak ini.

Lima tahun berlalu, banyak pengalaman yang telah dirasakannya. Namun menurutnya hingga kini terus berproses. Lantaran fotografi merupakan salah satu seni yang tidak akan ada habisnya, terus berkembang mengikuti tren.

Dalam perjalanan tersebut ia kini sudah terbiasa memfoto makanan, model, produk, lifestyle, dan street photography. Sedangkan untuk pemotretan Alex masih di sekitar Indonesia terutama di Jakarta, Surabaya, dan Bali, namun untuk foto produk bisa sampai ke luar negeri.

"Untuk foto produk ini, produk yang akan di foto dikirim ke studio saya, dan pernah mengerjakan foto produk Fujifilm khususnya kamera X-T100, X-T30, dan X-A5," jelas Alex.

Tak hanya itu, ia juga menjalin kontrak dengan Fujifilm Indonesia sebagai salah satu influencer dari Fujifilm Indonesia. Beberapa waktu lalu Alex bekerja sama dengan perusahaan HP untuk produk Envy 360.

Sebagai fotografer yang mengawali dari nol ia ingin membagikan tips bahwa untuk menjadi seorang fotografer. Yakni jangan pernah membandingkan hasil foto dengan fotografer lain. Mencari inspirasi sebanyak-banyaknya sangat diperlukan namun bukan untuk membandingkan satu sama lain.

Yang paling penting adalah adalah mengasah skill bukan terpaku pada kamera apa yang digunakan lantaran kamera hanyalah sebuah alat. Maksimalkan apa yg dipunya, kamera dengan spesifikasi tinggi akan mengikuti setelah skill fotografer semakin meningkat, bukan sebaliknya.

 

"Menurut saya masing-masing fotografer punya kelebihan, sudut pandang, kreatifitas dan karakter dalam fotonya, jadi tinggal terserah klien mau memilih fotografer siapa yg sesuai dengan selera mereka," jelasnya.

Poin penting dalam memotret adalah sudut pandang dari masing-masing fotografer yang akan menghasilkan foto lebih bercerita dan  bermakna. Untuk meningkatkan naluri atau sudut pandang tersebut berusaha selalu mencoba memfoto apapun.

"Selama menjalani profesi fotografer tidak ada kendala, begitupun saat mengerjakan project besar karena persyaratan dari mereka sangat luwes hanya saja tidak diperbolehkan mempromosikan brand lain yg menjual atau punya produk sejenis," tandas pria berkacamata ini.

Kesuksesannya sebagia fotografer juga tak lepas dari dukungan keluarga. Mereka selalu memberikan support dengan profesi apapun yang dikerjakan selama hal itu positif dan memberikan hasil, begitupun di bidang fotografi.(lin/ary)

Editor : Ary
Uploader : abdi
Penulis : lin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU