Aliansi Mahasiswa Lombok Malang Serukan Dukungan

Baiq Nuril Layangkan Petisi Amnesti ke Presiden

  • 15-07-2019 / 20:47 WIB
  • Kategori:Nasional
Baiq Nuril Layangkan Petisi Amnesti ke Presiden DUKUNG BAIQ NURIL: Tiang Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Indonesia Lombok (TAMMPIL) Malang usai menggelar Diskusi Publik bertajuk "Kemanakah Baiq Nuril Mencari Keadilan".

JAKARTA-Terpidana kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Baiq Nuril Maknun mengirimkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) 300 ribu surat dukungan petisi pemberian amnesti. Audiensi dan penyerahan petisi tersebut diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko didampingi Deputi V bidang Polhukam, Jaleswari Pramodhawardani di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).

Saat audiensi, Nuril ditemani anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka dan sejumlah aktivis untuk menyerahkan surat pribadi serta dokumen dukungan petisi. Petisi tersebut viral dan terkumpul melalui platform penggalangan dukungan Change.org. Nuril juga menyertakan 1.042 surat dukungan dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan individu.

Moeldoko menyambut baik kedatangan Nuril. Menurutnya, Presiden Jokowi bersimpati dan ingin memberikan amnesti untuk Nuril. Surat permohonan amnesti pun sudah diterima Setneg dan akan dikirimkan ke DPR untuk pertimbangan lebih lanjut.

KUMPULKAN DUKUNGAN:  Baiq Nuril didampingi Rieke Diah Pitaloka bertemu Jaksa Agung M. Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung.

 

“Salah satu tugas pokok Kepala Staf Kepresidenan yakni mengelola isu-isu strategis. Kasus Baiq Nuril ini, walaupun perorangan tapi memiliki cakupan berita besar dan butuh penyelesaian konkret,” kata Moeldoko.

Sementara itu, terkait aturan amnesti hanya diberikan kepada tahanan politik, kuasa hukum Nuril yakni Widodo menilai hal itu keliru. Menurut dia, konstitusi tak membatasi perkara mana yang bisa diberikan amnesti.

“Kasus Nuril tidak bisa dilihat sebagai kasus hukum pidana biasa yang berdiri sendiri, tetapi berdimensi kepentingan negara yang luas,” terang Widodo.

Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid juga menegaskan bahwa pemberian amnesti ini tidak bertentangan dengan hukum internasional, sehingga sangat mungkin dilakukan.

Di akhir kunjungannya, Nuril membacakan surat yang ditulisnya untuk Presiden Jokowi. Nuril berharap Presiden Jokowi dapat segera memberikan amnesti kepadanya agar bisa terlepas dari jeratan hukum.

“Saya belajar bahwa ini bukan lagi perjuangan pribadi, yaitu sekadar untuk memenuhi keinginan lolos dari jerat hukum yang tidak adil bagi saya sebagai korban. Ini perjuangan kami. Dan, saya pun belajar kami menjadi kita, saat saya menyaksikan Bapak di media mengatakan bahwa Bapak mendukung saya menemukan keadilan. Perjuangan saya menjadi perjuangan kami. Perjuangan kami menjadi perjuangan kita,” jelas Nuril.

TAMMPIL Gelar Diskusi Publik

Sementara itu, dukungan untuk Baiq Nuril juga datang dari Kota Malang, Pada Minggu (14/07) Tiang Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Indonesia Lombok (TAMMPIL) Malang menggelar Diskusi Publik bertajuk "Kemanakah Baiq Nuril Mencari Keadilan". Diskusi berlangsung di Gazebo Kalimetro Kota Malang setelah Mahkamah Agung kembali menggagalkan perjuangan Baiq Nuril dalam mencari keadilan.

Diskusi Publik ini dihadiri oleh masing-masing organisasi mahasiswa daerah Lombok yang di Malang yaitu, MATUR Malang, IKPM LOBAR Malang, IKPM LOTIM Malang, HIMLU Malang, FM Mataram, FORSKIMAL UIN Malang, dan FORMAL UNISMA. Pembicara dalam diskusi publik kali ini mengundang A.S Rosyid (Penulis dan Peneliti) dan Farid Ramdani (Praktisi Hukum) dua tokoh asal Lombok yang kapasitasnya tidak diragukan lagi.

Melalui putusannya, MA menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) Baiq Nuril sehingga atas dasar putusan PK tersebut Baiq Nuril tetap dinyatakan bersalah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan yang dirumuskan dalam pasal 27 ayat (1) UU No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Dengan ditolaknya permohonan PK ini oleh MA maka tidak ada upaya hukum lagi yang dapat digunakan Baiq Nuril untuk mendapatkan keadilan, karena dalam sistem peradilan Indonesia PK merupakan upaya hukum terakhir.

Ketua Umum TAMMPIL Malang Lalu Galih Setiawan mengatakan mahasiswa Lombok yang ada di Malang sangat prihatin atas kasus yang sedang menimpa Baiq Nuril.  Kasus ini merupakan satu dari sekian banyak pelecehan seksual yang terjadi kepada para perempuan. Pihaknya berharap kepada para stakeholder untuk melihat kasus ini sejernih mungkin sebagai bentuk komitmen untuk melindungi hak-hak kaum perempuan.

“Karena, hukum bukan hanya mencari keadilan dan kebenaran, tapi yang lebih besar perlindungan hukum terhadap hak asasi manusia khususnya perempuan," tegas dia.

Setelah menimbang perkembangan kasus Baiq Nuril Aliansi Mahasiswa Lombok Malang yang terdiri dari beberapa orda dan organisasi dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut. Pertama mengucapkan belasungkawa dan keprihatinan terhadap Baiq Nuril. Kedua sangat menyayangkan putusan sidang dan Penolakan Permohonan Peninjauan Kembali atas Baiq Nuril oleh Mahkamah Agung. Ketiga meminta Presiden agar tanpa ragu memberikan amnesti kepada Baiq Nuril sebagai bentuk komitmen tinggi Negara memedulikan perempuan korban kekerasan seksual. Keempat mendesak Pemprov NTB menunjukkan sikap tegas menindak dan tidak melindungi pegawai di tubuh pemerintah yang terbukti melakukan pelecehan seksual. Dan terakhir mendesak Pemprov NTB merumuskan suatu proteksi bagi pegawai di tubuh pemerintah yang terancam oleh pelecehan seksual.(jpg/ary)

  • Editor : ary
  • Uploader : slatem
  • Penulis : JPC
  • Fotografer : JPC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI