Turun ke Sekolah Larang Kekerasan Fisik dan Verbal

MPLS Malang Raya Diawasi Kepala Daerah

  • 16-07-2019 / 00:35 WIB
  • Kategori:Malang
MPLS Malang Raya Diawasi Kepala Daerah DISAMBUT SISWA: Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji disambut siswa SDN Kauman 1 ketika meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kemarin pagi.

MALANG-Jangan coba-coba melakukan kekerasan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebab bakal ditindak tegas. Apalagi para kepala daerah di Malang Raya memantau pelaksanaan MPLS. Masa orientasi situasi sekolah pun diisi pendidikan karakter. 

Wali Kota Malang Drs.H.Sutiaji bahkan meninjau langsung MPLS di dua sekolah, Senin (15/7) kemarin. Yakni di SDN Kauman 1 dan SMPN 5 Malang.  Sutiaji bersama dinas terkait melihat bagaimana proses siswa-siswi mengenal lingkungan sekolah untuk pertama kalinya.

Menurut pantauan Malang Post, MPLS yang mulai dilangsungkan pukul 07.00 WIB ini membuat banyak siswa baru, khususnya SD agak kebingungan. Ada yang terlihat ragu-ragu masuk ke halaman sekolah, ada yang langsung mendekati kawan yang dikenalnya, tampal pula yang terdiam saja.

Tidak sedikit yang memperlihatkan wajah mengantuk sehingga menguap saat kegiatan berlangsung. Meski begitu, tidak ada siswa-siswi yang menangis atau ketakutan hingga tak mau masuk sekolah.“Senang. Mau cepat sekolah,” ungkap Andi, salah seorang siswa baru SDN Kauman 1. Andi yang terlihat terus menguap mengaku sedikit mengantuk karena bangun pukul 06.00 WIB untuk bersiap-siap.

Semantara itu Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan MPLS merupakan salah satu perwujudan pendidikan karakter yang hendak diterapkan secara menyeluruh di Kota Malang. Menurutnya, masa orientasi merupakan masa tepat bagi pendidik dan orang tua menanamkan nilai-nilai yang menguatkan karakter anak. Maka dari itu, Sutiaji menegaskan pembelajaran yang dilakukan sejak dini akan memantapkan hal tersebut.

“Tidak hanya itu, kita saat ini juga akan menggodok peraturan wali kota (perwal) gadget. Supaya anak tidak kecanduan,” jelas Sutiaji di sela sidak di SDN Kauman 1 dilanjutkan di SMPN 5 Malang.

Peraturan ini nantinya akan mengatur penggunaan gadget utamanya di lingkungan sekolah. Seperti boleh tidaknya membawa gadget atau jika boleh membawa gadget, bagaimana cara penggunaannya di lingkungan sekolah.

Hal tersebut didasari sikap atau kecenderungan anak sekolah saat ini yang tidak lepas dari gadget. Bahkan sebagian, tidak mau lepas dari alat komunikasi tersebut. “Bukannya kita menghindari teknologi canggih, tetapi karakter anak akan lebih berkembang ketika mereka berinteraksi sosial secara nyata. Ini akan digodok aturannya,” tegas Sutiaji.

Terkait sidak MPLS kemarin, tidak ada temuan kegiatan yang melanggar aturan ataupun di luar standar orientasi. Sutiaji juga memberikan pengarahan kepada ratusan siswa di dua sekolah tersebut.

Pengarahan pertama pukul 07.00 WIB di SDN Kauman 1 Malang, sebanyak 570 siswa. Pengarahan kedua bertempat di SMPN 5 Malang, diikuti sebanyak 298 siswa baru. Sutiaji menegaskan, siswa sekolah bagaikan mutiara atau permata. Butuh perhatian dan penjagaan super ekstra. "Jika dirawat dengan baik menghasilkan nilai berkualitas," ujar orang pertama di Pemkot Malang ini.

Orang tua dan guru memiliki peranan penting dalam mengedukasi anak. Namun proses  edukasi memiliki porsi dan kewenangan berbeda. Bertujuan sama yakni mencetak dan menjadikan anak lebih berakhlak dan berkualitas kepribadiannya.

Kepala SMPN 5 Malang Drs. Burhanuddin, M.Pd membuktikan apa yang diarahkan Wali Kota Malang. Di sekolahnya, penguatan pendidikan karakter dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Ia menjelaskan pendidikan religius, pendidikan kelas maupun sekolah dilaksanakan selama tiga atau empat jam lamanya.

Pendidikan karakter membuahkan hasil. Siswa SMPN 5 Malang mampu tertib, minim sekali keterlambatan masuk sekolah. "Barang hilang pun kerap disampaikan ke pihak sekolah, jika siswa menemukannya," imbuh Burhan.

Kepala SDN Kauman 1 Malang Dra. Umi Kulsum menuturkan, arahan Wali Kota Malang Sutiaji  siap dijalankan. Pendidikan karakter di SDN Kauman 1,  lanjut Umi, sebagian sudah diterapkan semisal salah dhuha dan berjamaah. Pembacaan asmaul husna dan hafalan surat - surat pendek.

"Kedisiplinan pun senantiasa kita praktikkan, semisal pembuangan sampah maupun hal lainnya," pungkasnya. (ica/ira/eri/van)

  • Editor : van
  • Uploader : abdi
  • Penulis : ica
  • Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI