Penyaluran Subsidi LPG Jadi Lebih Hemat Karena Harga Gas Turun

  • 16-07-2019 / 13:37 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Penyaluran Subsidi LPG Jadi Lebih Hemat Karena Harga Gas Turun

MALANGPOSTONLINE.COM - Pemerintah bisa menghemat penyaluran subsidi liquified petroleum gas (LPG) tahun ini, seiring penurunan harga gas dunia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi subsidi 3 kilogram (Kg) hingga Mei 2019 sebesar 2,804 juta metrik ton (MT). Realisasi tersebut setara dengan 40,18 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang mencapai 6,978 juta metrik ton. 

Secara nominal, penyaluran subsidi LPG selama Januari-Mei 2019 tercatat Rp19,2 triliun atau sekitar 25 persen dari alokasi tahun ini, Rp75,22 triliun. 

Menteri ESDM Ignasius Jonan memperkirakan penyaluran subsidi LPG tahun ini akan di bawah target. Saat ini, penyaluran subsidi LPG dilakukan secara terbuka, meskipun menyasar masyarakat tidak mampu. 

Berdasarkan proyeksi terkini, hingga akhir tahun penyaluran subsidi LPG diprediksi hanya sebesar Rp44,94 triliun atau berkisar 60 persen dari pagunya. Namun demikian, secara volume, penyaluran subsidi LPG sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 6,852 juta MT atau 98,19 persen dari alokasinya. 

"Rata-rata subsidi LPG untuk Juni-Juli Rp3 triliun per bulan. Prediksi Agustus-September, (subsidi LPG) di bawah 3 triliun per bulan atau Rp2,75 triliun per bulan," ujar Jonan saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, dilansir dari CNN, Senin (15/7). 

Menurut Jonan, turunnya nilai subsidi LPG seiring dengan merosotnya harga gas di pasaran dunia. Saat ini, harga acuan LPG menggunakan harga kontrak (CP) Saudi Aramco. 

Disebutkan, CP Saudi Aramco untuk gas propana dan butana untuk bulan ini sekitar US$360 per MT. Tahun lalu, rata- rata CP Saudi Aramco berkisar US$500 per MT. 

"Pada 2008, di mana mulai konversi minyak tanah ke LPG nasional, CP Saudi Aramco US$779 per MT. Bulan ini US$360 per ton. Jadi, separuhnya," imbuh dia. 

Secara terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Djoko Siswato mengungkapkan turunnya penyaluran LPG 3 Kg tahun ini tidak lepas dari upaya pemerintah agar penyaluran lebih tepat sasaran dan penyalahgunaan berkurang. 

"Karena pengawasan diperketat dan karena distribusi tepat sasaran, (LPG subsidi) tidak banyak yang bocor," tandas Djoko.(sfr/bir/cnn/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : Yohan
  • Penulis : CNN
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI