trial_mode: on

Korban Mengaku Dicabuli Tujuh Kali

  • 16-07-2019 / 17:03 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Korban Mengaku Dicabuli Tujuh Kali DIPERIKSA: Tersangka Adri Budiarto ketika dimintai keterangan oleh penyidik.

MALANG - Perbuatan bejat Adri Budiarto, 52, mencabuli anak tirinya ternyata tidak hanya sekali. Berdasarkan pengakuan korban, perbuatan cabul dilakukan lebih dari tujuh kali. Kejadiannya mulai pertengahan Desember 2018 sampai akhir Januari 2019.

"Kalau mengaku hanya sekali tidak benar. Karena pengakuan korban saat diperiksa, bahwa perbuatan cabul dilakukan berulang kali," terang Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Dikatakannya, usai berbuat asusila, tersangka mengancam korban untuk tidak bercerita kepada siapapun. Termasuk mengadu kepada ibunya. Tersangka mengancam akan memukul korban jika sampai berani bercerita.

 

 

Akibat perbuatannya, tersangka Adri dijerat pasal 82 jo Pasal 76E UU 35/2014 perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 20 tahun kurungan penjara.

Sementara tersangka membantah dengan mengatakan kalau perbuatan asusila hanya dilakukan sekali. "Saya hanya membantu menggarukkan saja. Karena dia saat itu datang kepada saya, kalau kelaminnya gatal dan minta tolong digaruk," dalih tersangka Adri.

Disinggung kenapa kabur? Tersangka yang menikah tiga kali ini, mengaku kalau dirinya tidak kabur. Melainkan pergi dari rumah lantaran diusir oleh istrinya (ibu korban, red). "Saya pergi karena diusir. Alasan diusir setelah bertengkar, karena saya tidak boleh dzikir dengan menggunakan tasbih," ucap tersangka.

Adri Budiarto, 52, harus menjalani tahanan di Mapolres Malang, sejak akhir pekan lalu. Warga asal Jalan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo, Blimbing ini, ditahan karena kasus asusila. Dia nencaulu anak tirinya. Sebut saja namanya Cinta, 9, pelajar kelas 3 SD.(agp/lim)

  • Editor : lim
  • Uploader : slatem
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI