Penghinaan Presiden RI

Bareskrim Gerebek Rumah Warga Permata Jingga Malang

  • 17-07-2019 / 15:16 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Bareskrim Gerebek Rumah Warga Permata Jingga Malang Dedy Prasetyo

MALANG- Bareskrim Mabes Polri menangkap Faisal Abod Batis, pemilik sekaligus admin akun Instagram @reaksirakyat1. Dia dibekuk di rumahnya, Perumahan Permata Jingga Kota Malang. Penangkapan dilakukan  anggota Bareskrim dipimpin Kasubdit  II Direktorat Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul dan Kompol Silvester Simamora.

Ini diungkapkan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (177). Menurutnya, konten-konten digital yang diposting pada akunnya mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Polri serta ujaran kebencian serta SARA. "Penangkapan dilakukan tanggal 10 Juli lalu," tegasnya.

Dalam konten itu disebutkan, tersangka membuat posting-an pada akun Instagram-nya dengan caption 'Kebohongan Demi Kebohongan Dipertontonkan Oleh Seorang Pemimpin Negara. Bagaima Rakyat Akan Percaya Terhadap Pemimpin seperti ini. Konflik Agraria rezim JOKOWI: 41 orang tewas, 51 orang tertembak, 546 dianiaya, dan 940 petani; pejuang lingkungan dikriminalisasi'.

"'Terjadi 1.769 kasus konflik agraria sepanjang pemerintahan tahun 2015-2018. Kasus tersebut meliputi konflik perkebunan, properti, hutan, laut, tambang, dan infrastruktur', serta caption "Polisi gagal melindungi hak asasi manusia saat Aksi 21-23 Mei 2019'," papar Dedi, sapaannya. Polisi yang memeriksa mengetahui motif tersangka adalah menghasut masyarakat agar terprovokasi dan membenci pemerintah serta Polri. 

"Polisi menyita dua unit ponsel sebagai barang bukti. Tersangka dikenakan Pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan/atau Pasal 16 jo Pasal 4 huruf (b) UU No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, dan/atau Pasal 14 ayat 2 dan/atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong, dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 160 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa dan mengganggu ketertiban umum," urainya. (mar)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU